Prediksi Real Betis vs Chelsea: Malam Pembuktian The Blues!
Rabu, 28 Mei 2025 - 08:11 WIB
loading...
Ambisi besar diusung Chelsea saat mereka bersiap menghadapi raksasa Spanyol, Real Betis, di final Liga Konferensi 2024/2025 di Wroclaw, Kamis (29/5/2025) dini hari WIB / Foto: Youtube CJM
A
A
A
Ambisi besar diusung Chelsea saat mereka bersiap menghadapi raksasa Spanyol, Real Betis, di final Liga Konferensi Europa 2024/2025 di Wroclaw, Kamis (29/5/2025) dini hari WIB. The Blues bertekad menjadi tim pertama yang mampu meraih gelar juara di keempat kompetisi klub utama UEFA.
Skuad asuhan Enzo Maresca melaju ke partai puncak setelah menyingkirkan klub Swedia, Djurgardens IF, di babak semifinal. Sementara itu, Real Betis sukses menggagalkan langkah Fiorentina untuk mencapai final.
Gelar Liga Konferensi tentu akan menjadi pencapaian manis bagi Chelsea, namun tiket ke Liga Champions musim depan jelas menjadi bonus yang lebih menggiurkan. Impian tersebut berhasil mereka amankan secara dramatis di pekan terakhir Liga Inggris.
Baca Juga: Stefano Lilipaly Tebar Psywar: Timnas Indonesia Siap Bungkam China, Skor 2-0!
Bertanding melawan Nottingham Forest, salah satu dari empat tim yang juga memperebutkan sisa tiga tiket Liga Champions, Chelsea memastikan tempat mereka di kompetisi elit Eropa berkat gol tunggal Levi Colwill di babak kedua. Kemenangan 1-0 atas tim asuhan Nuno Espirito Santo itu disambut suka cita oleh Maresca dan para pemainnya, yang tahu bahwa kemenangan dengan skor berapa pun sudah cukup untuk mengamankan posisi empat besar di klasemen Liga Inggris.
Keberhasilan Chelsea lolos ke Liga Champions juga membuat laga final Liga Konferensi ini menjadi ajang pembuktian sejarah. Biasanya, juara Liga Konferensi akan mendapatkan tiket ke Liga Europa musim depan.
Namun, bagi Chelsea, yang telah mengoleksi trofi Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa, laga ini menjadi kesempatan untuk mencatatkan diri sebagai tim pertama yang menjuarai keempat kompetisi klub UEFA. Dari 12 final Eropa yang telah mereka lakoni, The Blues berhasil meraih delapan kemenangan.
Baca Juga: Emil Audero Pakai Kacamata Hitam saat Latihan Perdana Timnas Indonesia, Kenapa?
Di awal musim, Chelsea memang dianggap sebagai favorit kuat untuk menjuarai Liga Konferensi. Mereka berhasil memenuhi ekspektasi tersebut, terlepas dari dua kekalahan mengejutkan dari Servette dan Legia Warsawa.
Namun, laga final ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mereka di kompetisi kasta ketiga Eropa. Sejarah Chelsea di final kompetisi Eropa sudah sangat kaya, namun Real Betis juga memiliki ambisi besar untuk meraih trofi kontinental pertama mereka.
Di bawah arahan Manuel Pellegrini, mantan juara Liga Inggris, Los Verdiblancos tampil impresif. Pellegrini berhasil meremajakan tim dan membangkitkan performa pemain kunci seperti Isco dan Antony, yang menjadi bintang di babak semifinal.
Setelah unggul 2-1 di leg pertama melawan Fiorentina, Betis sempat tertinggal 2-1 di Italia dan nyaris menuju babak adu penalti. Namun, keajaiban terjadi di menit ke-97 ketika Antony, yang sebelumnya mencetak gol pembuka dari tendangan bebas, memberikan assist kepada Abde Ezzalzouli untuk memastikan langkah Betis ke final dengan skor agregat 4-3.
Sayangnya, hasil imbang 2-2 tersebut menjadi awal periode kurang memuaskan bagi tim asuhan Pellegrini. Mereka gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir La Liga musim ini. Kendati demikian, posisi keenam di klasemen Liga Spanyol sudah cukup untuk mengamankan tempat mereka di Liga Europa musim depan.
Hampir dua dekade berlalu sejak pertemuan terakhir antara Betis dan Chelsea di kompetisi Eropa. Saat itu, di babak penyisihan grup Liga Champions 2005-2006, Chelsea menang 4-0 di kandang dan kalah 1-0 di Spanyol. Kini, Enzo Maresca, yang pernah bekerja sama dengan Pellegrini di West Ham United, akan beradu taktik dengan mantan mentornya demi meraih trofi bersejarah bagi Chelsea.
Skuad asuhan Enzo Maresca melaju ke partai puncak setelah menyingkirkan klub Swedia, Djurgardens IF, di babak semifinal. Sementara itu, Real Betis sukses menggagalkan langkah Fiorentina untuk mencapai final.
Gelar Liga Konferensi tentu akan menjadi pencapaian manis bagi Chelsea, namun tiket ke Liga Champions musim depan jelas menjadi bonus yang lebih menggiurkan. Impian tersebut berhasil mereka amankan secara dramatis di pekan terakhir Liga Inggris.
Baca Juga: Stefano Lilipaly Tebar Psywar: Timnas Indonesia Siap Bungkam China, Skor 2-0!
Bertanding melawan Nottingham Forest, salah satu dari empat tim yang juga memperebutkan sisa tiga tiket Liga Champions, Chelsea memastikan tempat mereka di kompetisi elit Eropa berkat gol tunggal Levi Colwill di babak kedua. Kemenangan 1-0 atas tim asuhan Nuno Espirito Santo itu disambut suka cita oleh Maresca dan para pemainnya, yang tahu bahwa kemenangan dengan skor berapa pun sudah cukup untuk mengamankan posisi empat besar di klasemen Liga Inggris.
Keberhasilan Chelsea lolos ke Liga Champions juga membuat laga final Liga Konferensi ini menjadi ajang pembuktian sejarah. Biasanya, juara Liga Konferensi akan mendapatkan tiket ke Liga Europa musim depan.
Namun, bagi Chelsea, yang telah mengoleksi trofi Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa, laga ini menjadi kesempatan untuk mencatatkan diri sebagai tim pertama yang menjuarai keempat kompetisi klub UEFA. Dari 12 final Eropa yang telah mereka lakoni, The Blues berhasil meraih delapan kemenangan.
Baca Juga: Emil Audero Pakai Kacamata Hitam saat Latihan Perdana Timnas Indonesia, Kenapa?
Di awal musim, Chelsea memang dianggap sebagai favorit kuat untuk menjuarai Liga Konferensi. Mereka berhasil memenuhi ekspektasi tersebut, terlepas dari dua kekalahan mengejutkan dari Servette dan Legia Warsawa.
Namun, laga final ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mereka di kompetisi kasta ketiga Eropa. Sejarah Chelsea di final kompetisi Eropa sudah sangat kaya, namun Real Betis juga memiliki ambisi besar untuk meraih trofi kontinental pertama mereka.
Di bawah arahan Manuel Pellegrini, mantan juara Liga Inggris, Los Verdiblancos tampil impresif. Pellegrini berhasil meremajakan tim dan membangkitkan performa pemain kunci seperti Isco dan Antony, yang menjadi bintang di babak semifinal.
Setelah unggul 2-1 di leg pertama melawan Fiorentina, Betis sempat tertinggal 2-1 di Italia dan nyaris menuju babak adu penalti. Namun, keajaiban terjadi di menit ke-97 ketika Antony, yang sebelumnya mencetak gol pembuka dari tendangan bebas, memberikan assist kepada Abde Ezzalzouli untuk memastikan langkah Betis ke final dengan skor agregat 4-3.
Sayangnya, hasil imbang 2-2 tersebut menjadi awal periode kurang memuaskan bagi tim asuhan Pellegrini. Mereka gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir La Liga musim ini. Kendati demikian, posisi keenam di klasemen Liga Spanyol sudah cukup untuk mengamankan tempat mereka di Liga Europa musim depan.
Hampir dua dekade berlalu sejak pertemuan terakhir antara Betis dan Chelsea di kompetisi Eropa. Saat itu, di babak penyisihan grup Liga Champions 2005-2006, Chelsea menang 4-0 di kandang dan kalah 1-0 di Spanyol. Kini, Enzo Maresca, yang pernah bekerja sama dengan Pellegrini di West Ham United, akan beradu taktik dengan mantan mentornya demi meraih trofi bersejarah bagi Chelsea.
(yov)
Lihat Juga :