Pedro Taduran Bikin Ginjiro Shigeoka Operasi Otak, Next, Duel Unifikasi Oscar Collazo
Rabu, 28 Mei 2025 - 08:28 WIB
loading...
Pedro Taduran Bikin Ginjiro Shigeoka Operasi Otak, Next, Duel Unifikasi Oscar Collazo/MP Promotions/BoxinG Scene
A
A
A
Pedro Taduran bikin Ginjiro Shigeoka operasi otak, next, mengincar duel unifikasi gelar melawan Oscar Collazo . Setelah mengalahkan Ginjiro Shigeoka untuk kedua kalinya, pemegang gelar kelas terbang mini IBF Pedro Taduran menargetkan pertarungan terbesar di kelas 47,6 kilogram..
Pedro Taduran, petinju Filipina berusia 28 tahun dari Provinsi Albay menyebut pertarungan yang ingin ia lakukan selanjutnya adalah duel unifikasi dengan pemegang gelar WBA/WBO Oscar Collazo. Sean Gibbons, presiden MP Promotions, mengatakan kepada BoxingScene bahwa ia menghubungi Golden Boy Promotions dan Miguel Cotto Promotions, yang mewakili Collazo yang tak terkalahkan, untuk menanyakan tentang pertandingan tersebut.
Baca Juga: Ginjiro Shigeoka Pingsan di Ring, Operasi Otak usai Dihajar Juara Dunia
"Itulah yang ingin saya lawan selanjutnya. Saya harap pertarungan itu akan segera terjadi," kata Taduran, 18-4-1 (13 KO), setelah tiba kembali di Filipina setelah kemenangan angka terbelah (split decision), Sabtu malam, di Osaka, Jepang.
"Seandainya saja pertarungan saya dengan Collazo dapat dilanjutkan dan saya menang. Ada seorang petinju Filipina yang akan menjadi [juara dunia] di sini, di Filipina."
Oscar Collazo, 12-0 (9 KO), dari Villalba, Puerto Rico, memenangkan gelar juara dunia pertamanya pada bulan Mei 2023, saat ia menghentikan perlawanan Melvin Jerusalem untuk merebut sabuk WBO. Ia menambahkan sabuk WBA pada bulan November lalu saat ia menghentikan petinju Thailand, Thammanoon “Knockout CP Freshmart” Niyomtrong, dalam tujuh ronde, dan baru saja menang KO pada ronde kelima atas Edwin Cano pada bulan Maret.
Atlet berusia 28 tahun ini tidak merahasiakan ketertarikannya akan sebuah laga unifikasi, dimana ia menulis di akun Twitter-nya, “Katakan saja kapan,” di samping bendera Filipina dan Puerto Rico.
Ketika ditanya apakah ia merasa Collazo akan kesulitan mengimbangi serangan tanpa henti, Taduran menjawab: “Oscar belum pernah melawan siapa pun seperti saya... Ini akan menjadi laga yang bagus jika itu terjadi.”
Taduran bukanlah satu-satunya pemegang gelar asal Filipina yang berharap dapat mengamankan sebuah laga penyatuan dengan Collazo. Pemegang gelar WBC, Jerusalem, 24-3 (12 KO), juga telah berkampanye untuk mendapatkan kesempatan kedua melawan Collazo, setelah mendapatkan kembali statusnya sebagai juara dunia dengan mengalahkan kakak kandung Ginjiro, Yudai, melalui keputusan terbelah (split decision) pada bulan Maret 2024, dan mengukuhkan statusnya melalui kemenangan angka mutlak pada laga ulang bulan Maret 2025.
Baca Juga: Kalah Memalukan dari Rolando Romero, Ryan Garcia Operasi Tangan
Taduran, yang sedang dalam masa kekuasaan yang kedua, mengalami kesulitan untuk keluar dari hadapan Shigeoka yang berusia 25 tahun, yang ia hentikan dalam sembilan ronde tahun lalu untuk merebut sabuknya. Shigeoka bertinju lebih banyak daripada yang ia lakukan dalam laga pertama mereka, meskipun tekanan tanpa henti dari Taduran pada akhirnya berhasil mengalahkan sang penantang.
"Saya rasa ia benar-benar mempersiapkan diri, ia mempelajari gaya saya. Ia juga menggunakan gaya yang berbeda dalam laga kami, maka saya mengalami sedikit kesulitan dalam laga kami, namun dengan anugerah Tuhan, saya dapat mengatasinya," kata Taduran.
Kemenangan ini telah diredupkan oleh kekhawatiran atas kondisi Shigeoka, yang terjatuh di pojokan ring saat Taduran melakukan wawancara pasca laga. Shigeoka dibawa ke rumah sakit setempat dengan menggunakan tandu dan masih dirawat di rumah sakit. Komisi Tinju Jepang diharapkan akan segera mengeluarkan pernyataan tentang kondisinya.
"Saya sedih karena dia harus dibawa ke rumah sakit. Saya harap dia segera pulih," kata Taduran.
Pedro Taduran, petinju Filipina berusia 28 tahun dari Provinsi Albay menyebut pertarungan yang ingin ia lakukan selanjutnya adalah duel unifikasi dengan pemegang gelar WBA/WBO Oscar Collazo. Sean Gibbons, presiden MP Promotions, mengatakan kepada BoxingScene bahwa ia menghubungi Golden Boy Promotions dan Miguel Cotto Promotions, yang mewakili Collazo yang tak terkalahkan, untuk menanyakan tentang pertandingan tersebut.
Baca Juga: Ginjiro Shigeoka Pingsan di Ring, Operasi Otak usai Dihajar Juara Dunia
"Itulah yang ingin saya lawan selanjutnya. Saya harap pertarungan itu akan segera terjadi," kata Taduran, 18-4-1 (13 KO), setelah tiba kembali di Filipina setelah kemenangan angka terbelah (split decision), Sabtu malam, di Osaka, Jepang.
"Seandainya saja pertarungan saya dengan Collazo dapat dilanjutkan dan saya menang. Ada seorang petinju Filipina yang akan menjadi [juara dunia] di sini, di Filipina."
Oscar Collazo, 12-0 (9 KO), dari Villalba, Puerto Rico, memenangkan gelar juara dunia pertamanya pada bulan Mei 2023, saat ia menghentikan perlawanan Melvin Jerusalem untuk merebut sabuk WBO. Ia menambahkan sabuk WBA pada bulan November lalu saat ia menghentikan petinju Thailand, Thammanoon “Knockout CP Freshmart” Niyomtrong, dalam tujuh ronde, dan baru saja menang KO pada ronde kelima atas Edwin Cano pada bulan Maret.
Atlet berusia 28 tahun ini tidak merahasiakan ketertarikannya akan sebuah laga unifikasi, dimana ia menulis di akun Twitter-nya, “Katakan saja kapan,” di samping bendera Filipina dan Puerto Rico.
Ketika ditanya apakah ia merasa Collazo akan kesulitan mengimbangi serangan tanpa henti, Taduran menjawab: “Oscar belum pernah melawan siapa pun seperti saya... Ini akan menjadi laga yang bagus jika itu terjadi.”
Taduran bukanlah satu-satunya pemegang gelar asal Filipina yang berharap dapat mengamankan sebuah laga penyatuan dengan Collazo. Pemegang gelar WBC, Jerusalem, 24-3 (12 KO), juga telah berkampanye untuk mendapatkan kesempatan kedua melawan Collazo, setelah mendapatkan kembali statusnya sebagai juara dunia dengan mengalahkan kakak kandung Ginjiro, Yudai, melalui keputusan terbelah (split decision) pada bulan Maret 2024, dan mengukuhkan statusnya melalui kemenangan angka mutlak pada laga ulang bulan Maret 2025.
Baca Juga: Kalah Memalukan dari Rolando Romero, Ryan Garcia Operasi Tangan
Taduran, yang sedang dalam masa kekuasaan yang kedua, mengalami kesulitan untuk keluar dari hadapan Shigeoka yang berusia 25 tahun, yang ia hentikan dalam sembilan ronde tahun lalu untuk merebut sabuknya. Shigeoka bertinju lebih banyak daripada yang ia lakukan dalam laga pertama mereka, meskipun tekanan tanpa henti dari Taduran pada akhirnya berhasil mengalahkan sang penantang.
"Saya rasa ia benar-benar mempersiapkan diri, ia mempelajari gaya saya. Ia juga menggunakan gaya yang berbeda dalam laga kami, maka saya mengalami sedikit kesulitan dalam laga kami, namun dengan anugerah Tuhan, saya dapat mengatasinya," kata Taduran.
Kemenangan ini telah diredupkan oleh kekhawatiran atas kondisi Shigeoka, yang terjatuh di pojokan ring saat Taduran melakukan wawancara pasca laga. Shigeoka dibawa ke rumah sakit setempat dengan menggunakan tandu dan masih dirawat di rumah sakit. Komisi Tinju Jepang diharapkan akan segera mengeluarkan pernyataan tentang kondisinya.
"Saya sedih karena dia harus dibawa ke rumah sakit. Saya harap dia segera pulih," kata Taduran.
(aww)
Lihat Juga :