Superkomputer Opta Jagokan Chelsea Cetak Sejarah di Final Liga Konferensi Europa: Kutukan Bakal Terputus?
Rabu, 28 Mei 2025 - 12:38 WIB
loading...
Superkomputer Opta menjagokan Chelsea sebagai kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Liga Konferensi Europa musim ini, dengan memberikan peluang kemenangan sebesar 51,1 persen / Foto: Motorcycle Sports
A
A
A
Superkomputer Opta menjagokan Chelsea sebagai kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Liga Konferensi Europa musim ini, dengan memberikan peluang kemenangan sebesar 51,1 persen dalam waktu normal 90 menit. Sedangan Betis mendapatkan peluang untuk menang dengan persentase 25,4 persen, dengan 23,5 persen simulasi memerlukan perpanjangan waktu dan kemungkinan penalti untuk memahkotai juara. Partai final yang akan berlangsung di Tarczynski Arena, Wroclaw, Kamis (29/5/2025) dini hari WIB, akan mempertemukan The Blues dengan wakil Spanyol, Real Betis.
Lebih dari sekadar trofi, Chelsea berpeluang mencatatkan sejarah baru. Jika berhasil keluar sebagai juara, mereka akan menjadi tim pertama yang pernah memenangkan empat turnamen besar UEFA yang berbeda, melengkapi koleksi gelar mereka yang sudah mencakup Piala Winners, Liga Champions, dan Liga Europa.
Perjalanan Chelsea menuju final terbilang mulus setelah menyingkirkan FC Copenhagen, Legia Warsawa, dan Djurgården dengan agregat yang cukup meyakinkan. Meskipun lawan-lawan tersebut bukanlah kekuatan utama Eropa, tim asuhan Enzo Maresca menunjukkan keseriusan dalam kompetisi ini.
Baca Juga: Prediksi Real Betis vs Chelsea: Malam Pembuktian The Blues!
Keberhasilan mengamankan posisi empat besar di Liga Inggris musim depan semakin menambah motivasi mereka untuk menutup musim debut Maresca dengan trofi Eropa. Uniknya, tren menunjukkan bahwa para pelatih Chelsea yang memimpin tim di final besar Eropa pada musim pertama mereka cenderung meraih kemenangan.
Lima dari enam pelatih terakhir berhasil mempersembahkan gelar, termasuk Gianluca Vialli, Roberto Di Matteo, Rafael Benitez, Maurizio Sarri, dan Thomas Tuchel. Chelsea juga tampil impresif di Liga Konferensi Europa dengan torehan 38 gol, yang merupakan rekor gol terbanyak dalam satu musim kompetisi yang baru diperkenalkan pada tahun 2021. Chelsea juga memiliki 16 pencetak gol berbeda, terbanyak di antara tim peserta lainnya.
Meskipun beberapa pemain kunci seperti Marc Guiu dan Christopher Nkunku mungkin absen, Nicolas Jackson diharapkan kembali memimpin lini depan. Gelandang kreatif Enzo Fernandez juga menjadi motor serangan dengan catatan lima assist.
Baca Juga: Stefano Lilipaly Tebar Psywar: Timnas Indonesia Siap Bungkam China, Skor 2-0!
Namun, tantangan berat menanti Chelsea di final. Real Betis, yang akan bermain di Liga Europa musim depan setelah finis di posisi keenam La Liga, memiliki catatan apik melawan tim Inggris di final Eropa.
Tim-tim Spanyol telah memenangkan sembilan final besar Eropa terakhir melawan lawan dari Inggris. Terakhir kali tim Liga Inggris mampu mengalahkan tim La Liga di final adalah Liverpool saat menghadapi Alaves di Piala UEFA 2001.
Betis sendiri melaju ke final setelah menyingkirkan Gent, Vitoria Guimaraes, Jagiellonia Bialystok, dan Fiorentina. Mereka akan mengandalkan pemain pinjaman Antony yang tampil impresif di Liga Konferensi Europa dengan kontribusi tujuh gol.
Selain itu, Cedric Bakambu juga menjadi ancaman serius dengan torehan tujuh golnya. Pertemuan ini juga menjadi final Eropa besar pertama bagi pelatih Betis, Manuel Pellegrini.
Cedric berpotensi menjadi pelatih asal Cile kedua yang mencapai final kompetisi Eropa setelah Fernando Riera pada tahun 1963. Secara historis, Chelsea memiliki catatan kurang baik melawan tim Spanyol di kompetisi UEFA dalam beberapa pertandingan terakhir. Namun, mereka akan berusaha keras untuk memutus tren negatif tersebut dan mengakhiri kutukan tim Inggris di final melawan wakil La Liga.
Dengan prediksi superkomputer Opta yang memfavoritkan kemenangan Chelsea dalam waktu normal, laga final Liga Konferensi Europa antara Chelsea dan Real Betis diprediksi akan menjadi pertarungan sengit dan menarik untuk disaksikan. Mampukah Chelsea mencatatkan sejarah baru, ataukah Real Betis yang akan meraih trofi Eropa pertama mereka?
Lebih dari sekadar trofi, Chelsea berpeluang mencatatkan sejarah baru. Jika berhasil keluar sebagai juara, mereka akan menjadi tim pertama yang pernah memenangkan empat turnamen besar UEFA yang berbeda, melengkapi koleksi gelar mereka yang sudah mencakup Piala Winners, Liga Champions, dan Liga Europa.
Perjalanan Chelsea menuju final terbilang mulus setelah menyingkirkan FC Copenhagen, Legia Warsawa, dan Djurgården dengan agregat yang cukup meyakinkan. Meskipun lawan-lawan tersebut bukanlah kekuatan utama Eropa, tim asuhan Enzo Maresca menunjukkan keseriusan dalam kompetisi ini.
Baca Juga: Prediksi Real Betis vs Chelsea: Malam Pembuktian The Blues!
Keberhasilan mengamankan posisi empat besar di Liga Inggris musim depan semakin menambah motivasi mereka untuk menutup musim debut Maresca dengan trofi Eropa. Uniknya, tren menunjukkan bahwa para pelatih Chelsea yang memimpin tim di final besar Eropa pada musim pertama mereka cenderung meraih kemenangan.
Lima dari enam pelatih terakhir berhasil mempersembahkan gelar, termasuk Gianluca Vialli, Roberto Di Matteo, Rafael Benitez, Maurizio Sarri, dan Thomas Tuchel. Chelsea juga tampil impresif di Liga Konferensi Europa dengan torehan 38 gol, yang merupakan rekor gol terbanyak dalam satu musim kompetisi yang baru diperkenalkan pada tahun 2021. Chelsea juga memiliki 16 pencetak gol berbeda, terbanyak di antara tim peserta lainnya.
Meskipun beberapa pemain kunci seperti Marc Guiu dan Christopher Nkunku mungkin absen, Nicolas Jackson diharapkan kembali memimpin lini depan. Gelandang kreatif Enzo Fernandez juga menjadi motor serangan dengan catatan lima assist.
Baca Juga: Stefano Lilipaly Tebar Psywar: Timnas Indonesia Siap Bungkam China, Skor 2-0!
Namun, tantangan berat menanti Chelsea di final. Real Betis, yang akan bermain di Liga Europa musim depan setelah finis di posisi keenam La Liga, memiliki catatan apik melawan tim Inggris di final Eropa.
Tim-tim Spanyol telah memenangkan sembilan final besar Eropa terakhir melawan lawan dari Inggris. Terakhir kali tim Liga Inggris mampu mengalahkan tim La Liga di final adalah Liverpool saat menghadapi Alaves di Piala UEFA 2001.
Betis sendiri melaju ke final setelah menyingkirkan Gent, Vitoria Guimaraes, Jagiellonia Bialystok, dan Fiorentina. Mereka akan mengandalkan pemain pinjaman Antony yang tampil impresif di Liga Konferensi Europa dengan kontribusi tujuh gol.
Selain itu, Cedric Bakambu juga menjadi ancaman serius dengan torehan tujuh golnya. Pertemuan ini juga menjadi final Eropa besar pertama bagi pelatih Betis, Manuel Pellegrini.
Cedric berpotensi menjadi pelatih asal Cile kedua yang mencapai final kompetisi Eropa setelah Fernando Riera pada tahun 1963. Secara historis, Chelsea memiliki catatan kurang baik melawan tim Spanyol di kompetisi UEFA dalam beberapa pertandingan terakhir. Namun, mereka akan berusaha keras untuk memutus tren negatif tersebut dan mengakhiri kutukan tim Inggris di final melawan wakil La Liga.
Dengan prediksi superkomputer Opta yang memfavoritkan kemenangan Chelsea dalam waktu normal, laga final Liga Konferensi Europa antara Chelsea dan Real Betis diprediksi akan menjadi pertarungan sengit dan menarik untuk disaksikan. Mampukah Chelsea mencatatkan sejarah baru, ataukah Real Betis yang akan meraih trofi Eropa pertama mereka?
(yov)
Lihat Juga :