Luis Enrique vs Wartawan Jelang Final Liga Champions: Harmoni PSG Bukan karena Kepergian Kylian Mbappe!
Sabtu, 31 Mei 2025 - 08:23 WIB
loading...
Luis Enrique dengan tegas membela pendekatannya dalam mengelola tim di tengah persiapan krusial jelang final Liga Champions 2024-2025 melawan Inter Milan di Allianz Arena, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB / Foto: DailyMail
A
A
A
Pelatih Paris Saint-Germain ( PSG ), Luis Enrique , dengan tegas membela pendekatannya dalam mengelola tim di tengah persiapan krusial jelang final Liga Champions 2024-2025 melawan Inter Milan di Allianz Arena, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB. Dalam sebuah sesi tanya jawab yang memanas dengan seorang wartawan Prancis, Enrique menampik anggapan bahwa harmonisasi tim baru tercapai setelah kepergian Kylian Mbappe.
Enrique, yang telah sukses mempersembahkan dua gelar domestik bagi PSG musim lalu, mengakui bahwa tanpa kehadiran Mbappe, timnya gagal melaju lebih jauh dari semifinal Liga Champions. Namun, ia menekankan bahwa filosofi kepelatihannya tidak berubah sejak hari pertama ia tiba di Paris.
"Kami sudah memiliki harmoni ini sejak awal. Mungkin kalian tidak ingin melihat itu. Saya tidak suka apa yang kalian katakan. Mungkin jika kami menang tahun lalu, kalian akan mengatakan hal yang berbeda," ujar Enrique dengan nada berapi-api menanggapi pertanyaan wartawan yang mengklaim tim kini memiliki harmoni sempurna dikutip dari DailyMail, Sabtu (31/5/2025).
Baca Juga: Supercomputer Opta Bocorkan Pemenang Final Liga Champions 2024/2025, PSG atau Inter Milan?
Pelatih asal Spanyol itu melanjutkan, ia adalah sosok yang sama sejak awal kepemimpinannya di PSG dan selalu berupaya membentuk tim yang solid. "Saya orang yang sama sejak awal. Saya punya pemain yang luar biasa. Kami melihat gelas itu setengah penuh. Saya membuat mereka bermain sebagai tim, tetapi itulah tujuan saya sejak hari pertama."
PSG kini berambisi meraih gelar Liga Champions pertama mereka, sekaligus melengkapi treble musim ini. Enrique optimistis dengan perjalanan timnya yang ia gambarkan sebagai jalan panjang dan berliku. Menurutnya, perjuangan yang telah dilewati justru menjadi keuntungan bagi tim saat ini.
"Kenyataan bahwa kami berjuang melewatinya adalah sebuah keuntungan sekarang. Kami tidak menunjukkan rasa takut sampai sekarang, dan itu tidak akan terjadi pada hari Sabtu (waktu setempat)," tegas Enrique.
Baca Juga: Prediksi PSG vs Inter Milan: Mimpi Treble atau Tradisi Eropa Bicara?
Komentar Enrique ini mengindikasikan kepercayaan dirinya yang tinggi terhadap skuadnya saat ini. PSG akan menghadapi Inter Milan dalam laga yang akan menjadi penentu sejarah bagi klub.
Pertandingan ini diprediksi akan menjadi pertunjukan kekuatan mental dan strategi dari kedua tim. Apakah pernyataan berani Enrique ini akan terbukti di lapangan saat PSG berjuang mengukir sejarah di Liga Champions?
Di bagian terpisah, Ousmane Dembele tak mampu menyembunyikan antusiasmenya jelang final Liga Champions pertamanya. Bintang PSG itu dengan tegas menyatakan bahwa kemenangan timnya atas Inter Milan akan menjadi sejarah yang sedang dibuat.
Jika berhasil menaklukkan juara tiga kali Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Sabtu malam WIB, PSG akan menjadi tim Prancis kedua yang pernah mengangkat trofi Liga Champions, mengikuti jejak Marseille pada tahun 1993. Dembele, pemain sayap lincah berusia 28 tahun, dianggap banyak pihak sebagai salah satu kunci utama permainan Les Parisiens.
Musim ini, Dembele telah berkontribusi 12 gol dari 14 penampilannya di Liga Champions. Dalam konferensi pers jelang laga final, ia mengakui bahwa memenangkan Ballon d'Or tahun ini terlintas dalam benaknya, namun hal itu berada di urutan kedua setelah tujuan utama tim mengamankan mahkota Eropa pertama yang bersejarah bagi PSG.
Baca Juga: Masakan Mewah PSG vs Spaghetti Pomodoro Inter Milan: Final Liga Champions Rasa Baru!
"Ini telah menjadi impian saya sejak kecil. Saya sangat berkonsentrasi. Ini akan menjadi momen yang tak terlupakan. Saya hanya berharap besok akan menjadi sejarah yang sedang dibuat. Besok akan menjadi pertandingan yang menegangkan. Kami tahu Paris akan bergetar dengan kegembiraan," ujar Dembele dengan mata berbinar
Ketika ditanya apakah kemenangan Liga Champions akan menjadikannya kandidat kuat peraih Ballon d’Or, Dembele menjawab dengan tenang: "Saya merasa pertanyaan yang sama telah diajukan beberapa kali sekarang. Ketika Anda menjadi pemain PSG, yang terpenting adalah membawa pulang trofi untuk tim. Jelas ini [Ballon d’Or] mungkin ada di benak saya, tetapi bukan itu yang paling saya pikirkan."
"Anda harus tetap tenang. Kami sangat gembira, tetapi seperti yang telah disebutkan, kami harus tetap tenang, kalem, serius, tetapi tetap tersenyum, karena ini adalah momen yang luar biasa bagi kami."
Dembele juga memberikan respek kepada calon lawannya, Inter Milan. "Inter Milan adalah tim hebat yang pantas mendapatkan tempat di final. Mereka telah bermain bersama selama empat atau lima tahun, tim ini. Mereka tahu bagaimana cara mengalahkan tim."
Enrique, yang telah sukses mempersembahkan dua gelar domestik bagi PSG musim lalu, mengakui bahwa tanpa kehadiran Mbappe, timnya gagal melaju lebih jauh dari semifinal Liga Champions. Namun, ia menekankan bahwa filosofi kepelatihannya tidak berubah sejak hari pertama ia tiba di Paris.
"Kami sudah memiliki harmoni ini sejak awal. Mungkin kalian tidak ingin melihat itu. Saya tidak suka apa yang kalian katakan. Mungkin jika kami menang tahun lalu, kalian akan mengatakan hal yang berbeda," ujar Enrique dengan nada berapi-api menanggapi pertanyaan wartawan yang mengklaim tim kini memiliki harmoni sempurna dikutip dari DailyMail, Sabtu (31/5/2025).
Baca Juga: Supercomputer Opta Bocorkan Pemenang Final Liga Champions 2024/2025, PSG atau Inter Milan?
Pelatih asal Spanyol itu melanjutkan, ia adalah sosok yang sama sejak awal kepemimpinannya di PSG dan selalu berupaya membentuk tim yang solid. "Saya orang yang sama sejak awal. Saya punya pemain yang luar biasa. Kami melihat gelas itu setengah penuh. Saya membuat mereka bermain sebagai tim, tetapi itulah tujuan saya sejak hari pertama."
PSG kini berambisi meraih gelar Liga Champions pertama mereka, sekaligus melengkapi treble musim ini. Enrique optimistis dengan perjalanan timnya yang ia gambarkan sebagai jalan panjang dan berliku. Menurutnya, perjuangan yang telah dilewati justru menjadi keuntungan bagi tim saat ini.
"Kenyataan bahwa kami berjuang melewatinya adalah sebuah keuntungan sekarang. Kami tidak menunjukkan rasa takut sampai sekarang, dan itu tidak akan terjadi pada hari Sabtu (waktu setempat)," tegas Enrique.
Baca Juga: Prediksi PSG vs Inter Milan: Mimpi Treble atau Tradisi Eropa Bicara?
Komentar Enrique ini mengindikasikan kepercayaan dirinya yang tinggi terhadap skuadnya saat ini. PSG akan menghadapi Inter Milan dalam laga yang akan menjadi penentu sejarah bagi klub.
Pertandingan ini diprediksi akan menjadi pertunjukan kekuatan mental dan strategi dari kedua tim. Apakah pernyataan berani Enrique ini akan terbukti di lapangan saat PSG berjuang mengukir sejarah di Liga Champions?
Ousmane Dembele Mengharapkan Sejarah Tercipta
Di bagian terpisah, Ousmane Dembele tak mampu menyembunyikan antusiasmenya jelang final Liga Champions pertamanya. Bintang PSG itu dengan tegas menyatakan bahwa kemenangan timnya atas Inter Milan akan menjadi sejarah yang sedang dibuat.
Jika berhasil menaklukkan juara tiga kali Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Sabtu malam WIB, PSG akan menjadi tim Prancis kedua yang pernah mengangkat trofi Liga Champions, mengikuti jejak Marseille pada tahun 1993. Dembele, pemain sayap lincah berusia 28 tahun, dianggap banyak pihak sebagai salah satu kunci utama permainan Les Parisiens.
Musim ini, Dembele telah berkontribusi 12 gol dari 14 penampilannya di Liga Champions. Dalam konferensi pers jelang laga final, ia mengakui bahwa memenangkan Ballon d'Or tahun ini terlintas dalam benaknya, namun hal itu berada di urutan kedua setelah tujuan utama tim mengamankan mahkota Eropa pertama yang bersejarah bagi PSG.
Baca Juga: Masakan Mewah PSG vs Spaghetti Pomodoro Inter Milan: Final Liga Champions Rasa Baru!
"Ini telah menjadi impian saya sejak kecil. Saya sangat berkonsentrasi. Ini akan menjadi momen yang tak terlupakan. Saya hanya berharap besok akan menjadi sejarah yang sedang dibuat. Besok akan menjadi pertandingan yang menegangkan. Kami tahu Paris akan bergetar dengan kegembiraan," ujar Dembele dengan mata berbinar
Ketika ditanya apakah kemenangan Liga Champions akan menjadikannya kandidat kuat peraih Ballon d’Or, Dembele menjawab dengan tenang: "Saya merasa pertanyaan yang sama telah diajukan beberapa kali sekarang. Ketika Anda menjadi pemain PSG, yang terpenting adalah membawa pulang trofi untuk tim. Jelas ini [Ballon d’Or] mungkin ada di benak saya, tetapi bukan itu yang paling saya pikirkan."
"Anda harus tetap tenang. Kami sangat gembira, tetapi seperti yang telah disebutkan, kami harus tetap tenang, kalem, serius, tetapi tetap tersenyum, karena ini adalah momen yang luar biasa bagi kami."
Dembele juga memberikan respek kepada calon lawannya, Inter Milan. "Inter Milan adalah tim hebat yang pantas mendapatkan tempat di final. Mereka telah bermain bersama selama empat atau lima tahun, tim ini. Mereka tahu bagaimana cara mengalahkan tim."
(yov)
Lihat Juga :