Sentuhan Magis dan Air Mata Luis Enrique di Final Liga Champions 2024-2025
Minggu, 01 Juni 2025 - 09:58 WIB
loading...
A
A
A
"Sejak hari pertama, saya mengatakan ingin memenangkan trofi penting, dan Paris belum pernah memenangkan Liga Champions. Kami melakukannya untuk pertama kalinya. Merupakan perasaan yang luar biasa untuk membuat banyak orang bahagia."
![Sentuhan Magis dan Air Mata Luis Enrique di Final Liga Champions 2024-2025]()
Foto: BBC Sport
Perjalanan PSG di Liga Champions musim terbilang berliku. Klub berjuluk Les Parisiens, harus merasakan babak playoff (perebutan tiket 16 besar), setelah terjebak di peringkat 15 dengan torehan 13 poin dari empat kali menang, sekali imbang, dan tiga kalah.
Di babak playoff, PSG mengeliminasi wakil Prancis, Brest dengan agregat 10-0. Kemenangan besar itu membuat Desire Doue dkk semakin percaya diri menatap laga selanjutnya.
Benar saja. Tiga wakil Inggris yakni Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal berhasil disingkirkan PSG. Torehan gol, PSG saat merebut tiket final Liga Champions cukup mengesankan. Ousmane Dembele dkk mampu mencetak 33 gol.
Baca Juga: PSG Hancurkan Inter 5-0! Pecahkan Rekor Kemenangan Terbesar di Final Liga Champions Era Modern
Sebelum laga final dimulai, para Ultras PSG membentangkan tifo raksasa dengan pesan yang membakar semangat: "Ensemble, Nous Sommes Invincibles" (Bersama, Kita Tak Terkalahkan). Dan di lapangan, mereka membuktikannya.
Tim termuda di final Liga Champions itu justru tampil lebih bertenaga dan cepat, membuat Inter yang dihuni pemain berpengalaman tampak kelelahan. Statistik pun berbicara. Margin kemenangan lima gol adalah yang terbesar dalam sejarah final Piala Eropa atau Liga Champions.
PSG adalah tim terbaik di Liga Champions musim ini, dan kemenangan mereka adalah mahakarya yang akan dikenang selamanya. Di balik gemerlap trofi, terselip kisah haru seorang ayah yang mendedikasikan kemenangan ini untuk putrinya, dan lahirnya seorang bintang muda yang siap menaklukkan dunia.

Foto: BBC Sport
Perjalanan PSG di Liga Champions
Perjalanan PSG di Liga Champions musim terbilang berliku. Klub berjuluk Les Parisiens, harus merasakan babak playoff (perebutan tiket 16 besar), setelah terjebak di peringkat 15 dengan torehan 13 poin dari empat kali menang, sekali imbang, dan tiga kalah.
Di babak playoff, PSG mengeliminasi wakil Prancis, Brest dengan agregat 10-0. Kemenangan besar itu membuat Desire Doue dkk semakin percaya diri menatap laga selanjutnya.
Benar saja. Tiga wakil Inggris yakni Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal berhasil disingkirkan PSG. Torehan gol, PSG saat merebut tiket final Liga Champions cukup mengesankan. Ousmane Dembele dkk mampu mencetak 33 gol.
Baca Juga: PSG Hancurkan Inter 5-0! Pecahkan Rekor Kemenangan Terbesar di Final Liga Champions Era Modern
Sebelum laga final dimulai, para Ultras PSG membentangkan tifo raksasa dengan pesan yang membakar semangat: "Ensemble, Nous Sommes Invincibles" (Bersama, Kita Tak Terkalahkan). Dan di lapangan, mereka membuktikannya.
Tim termuda di final Liga Champions itu justru tampil lebih bertenaga dan cepat, membuat Inter yang dihuni pemain berpengalaman tampak kelelahan. Statistik pun berbicara. Margin kemenangan lima gol adalah yang terbesar dalam sejarah final Piala Eropa atau Liga Champions.
PSG adalah tim terbaik di Liga Champions musim ini, dan kemenangan mereka adalah mahakarya yang akan dikenang selamanya. Di balik gemerlap trofi, terselip kisah haru seorang ayah yang mendedikasikan kemenangan ini untuk putrinya, dan lahirnya seorang bintang muda yang siap menaklukkan dunia.
Lihat Juga :