Suporter PSG Dukung Palestina, Bentangkan Spanduk Hentikan Genosida di Gaza
Senin, 02 Juni 2025 - 14:52 WIB
loading...
Final Liga Champions 2024-2025 tidak hanya diwarnai dengan dominasi PSG atas Inter Milan, tetapi juga menjadi panggung bagi pesan politik yang kuat dari para suporter / Foto: The New Arab
A
A
A
Final Liga Champions 2024-2025 tidak hanya diwarnai dengan dominasi Paris Saint-Germain ( PSG ) atas Inter Milan, tetapi juga menjadi panggung bagi pesan politik yang kuat dari para suporter. Dalam sebuah aksi yang kemungkinan besar akan berujung pada sanksi, suporter PSG membentangkan spanduk bertuliskan "Hentikan Genosida di Gaza" di tengah gemuruh Allianz Arena, Minggu (1/6/2025) WIB.
Aksi ini terjadi tak lama setelah Achraf Hakimi mencetak gol pembuka dalam kemenangan telak PSG 5-0. Tidak hanya spanduk, beberapa suporter juga terlihat mengibarkan bendera dan syal Palestina, menegaskan sikap anti-Israel mereka terkait konflik yang sedang berlangsung di Gaza. Ini bukan kali pertama suporter PSG menyuarakan dukungannya.
November lalu, penggemar PSG juga pernah membentangkan spanduk raksasa bertuliskan "Bebaskan Palestina" saat laga Liga Champions melawan Atlético Madrid.
Baca Juga: Daftar 28 Pemain Timnas Indonesia untuk Hadapi China di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Aksi suporter ini diperkirakan akan menimbulkan kegaduhan di kalangan otoritas Jerman. Kota Munich sendiri dikenal dengan dukungan kuatnya terhadap Israel, bahkan telah memajang bendera Israel dan Ukraina di balai kotanya sebagai bentuk solidaritas.
Lebih lanjut, PSG juga berpotensi menghadapi denda dari UEFA. Badan sepak bola Eropa itu memiliki aturan ketat yang melarang penggunaan gerakan, kata-kata, objek, atau cara lain yang menyampaikan pesan provokatif, terutama yang bersifat politis, ideologis, religius, atau menyinggung dalam acara olahraga. Untuk pelanggaran pertama, denda finansial biasanya mencapai 10.000 euro, untuk spanduk atau kerusuhan politik.
Perang di Gaza masih berlanjut sejak 7 Oktober 2023. Menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera 251 orang. Sejak saat itu, pertempuran terus berlanjut.
Baca Juga: Analisis Jelang Timnas Indonesia vs China: Kluivert Matangkan Taktik Bola Mati, Bagaimana Kans Garuda?
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, lebih dari 53.000 orang di Jalur Gaza telah tewas atau diduga tewas, meskipun angka ini tidak dapat diverifikasi secara independen dan tidak membedakan antara warga sipil dan pejuang. Di sisi lain, Israel menyatakan telah menewaskan sekitar 20.000 pejuang hingga Januari dan 1.600 teroris selama serangan 7 Oktober.
Aksi ini terjadi tak lama setelah Achraf Hakimi mencetak gol pembuka dalam kemenangan telak PSG 5-0. Tidak hanya spanduk, beberapa suporter juga terlihat mengibarkan bendera dan syal Palestina, menegaskan sikap anti-Israel mereka terkait konflik yang sedang berlangsung di Gaza. Ini bukan kali pertama suporter PSG menyuarakan dukungannya.
November lalu, penggemar PSG juga pernah membentangkan spanduk raksasa bertuliskan "Bebaskan Palestina" saat laga Liga Champions melawan Atlético Madrid.
Baca Juga: Daftar 28 Pemain Timnas Indonesia untuk Hadapi China di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Dampak dari Aksi Ini
Aksi suporter ini diperkirakan akan menimbulkan kegaduhan di kalangan otoritas Jerman. Kota Munich sendiri dikenal dengan dukungan kuatnya terhadap Israel, bahkan telah memajang bendera Israel dan Ukraina di balai kotanya sebagai bentuk solidaritas.
Lebih lanjut, PSG juga berpotensi menghadapi denda dari UEFA. Badan sepak bola Eropa itu memiliki aturan ketat yang melarang penggunaan gerakan, kata-kata, objek, atau cara lain yang menyampaikan pesan provokatif, terutama yang bersifat politis, ideologis, religius, atau menyinggung dalam acara olahraga. Untuk pelanggaran pertama, denda finansial biasanya mencapai 10.000 euro, untuk spanduk atau kerusuhan politik.
Perang di Gaza masih berlanjut sejak 7 Oktober 2023. Menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera 251 orang. Sejak saat itu, pertempuran terus berlanjut.
Baca Juga: Analisis Jelang Timnas Indonesia vs China: Kluivert Matangkan Taktik Bola Mati, Bagaimana Kans Garuda?
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, lebih dari 53.000 orang di Jalur Gaza telah tewas atau diduga tewas, meskipun angka ini tidak dapat diverifikasi secara independen dan tidak membedakan antara warga sipil dan pejuang. Di sisi lain, Israel menyatakan telah menewaskan sekitar 20.000 pejuang hingga Januari dan 1.600 teroris selama serangan 7 Oktober.
(yov)
Lihat Juga :