Gelang dari Lombok Penanda Debut Emil Audero Bersama Timnas Indonesia
Selasa, 03 Juni 2025 - 06:16 WIB
loading...
Gelang dari Lombok Penanda Debut Emil Audero Bersama Timnas Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Setelah penantian panjang, Emil Audero akhirnya akan menjalani debutnya bersama Timnas Indonesia . Penjaga gawang berusia 28 tahun itu dipastikan tampil saat Garuda menjamu China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (5/6/2025), dalam lanjutan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Absennya Maarten Paes karena akumulasi kartu membuka jalan bagi Emil untuk tampil sebagai starter untuk pertama kalinya di hadapan publik Indonesia.
Namun, bukan hanya kesiapan fisik yang jadi modal Emil. Ia juga membawa gelang keberuntungan dari Lombok, tanah kelahirannya, sebagai simbol koneksi emosional dengan Indonesia. "Ya, itu dari Lombok," ucapnya singkat namun penuh makna saat ditemui di Jakarta, Senin (2/6/2025).
Baca Juga: Daftar 28 Pemain Timnas Indonesia untuk Hadapi China di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Gelang itu bukan sekadar aksesori. Bagi Emil, itu adalah lambang ikatan batin antara dirinya dan negara yang kini dibelanya. “Saya punya koneksi antara aku dan Indonesia. Saya lahir di sini. Saya tak sabar mewakili negara saya dan semuanya berjalan bagus,” ujarnya penuh antusias.
Setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Maret 2025, Emil langsung mendapat panggilan dari pelatih Patrick Kluivert. Sayangnya, pada FIFA Matchday Maret lalu, ia belum sempat tampil. Kini, dengan kondisi yang mendukung, waktunya telah tiba.
Debut Emil makin spesial karena terjadi di SUGBK, stadion megah yang akan dipenuhi puluhan ribu pendukung Garuda. Bagi Emil, atmosfer stadion ini begitu istimewa. "Dan tentunya, kalian semua mendukung kami di stadion, dan itu adalah hal terbaik bagi pemain," kata kiper klub Como 1907 itu.
Emil mengaku baru sekali menginjakkan kaki di Jakarta sebelum panggilan ini, tapi kesan pertamanya begitu membekas. Ia menyebut dukungan suporter Indonesia luar biasa dan menjadi penyemangat utama bagi tim. "Ya, saya baru sekali ke Jakarta. Saat itu pendukung Indonesia sangat besar dan itu membuat pemain bangga," ucapnya.
Ia juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada para fans yang terus setia mendukung tim. Emil sadar, dukungan itu bukan hanya formalitas, melainkan elemen penting dalam membangun semangat juang di lapangan. "Terima kasih tetap dukung kami, karena kalian bisa jadi pemain ke-12," tambahnya.
![Gelang dari Lombok Penanda Debut Emil Audero Bersama Timnas Indonesia]()
Sejak bergabung dalam sesi latihan perdana di Stadion Madya, Senayan, Emil terlihat penuh semangat. Ia mengaku sangat senang bergabung bersama tim dan berlatih bersama pemain-pemain terbaik Indonesia. “Saya senang berada di Jakarta bersama tim ini,” katanya.
Meski baru bergabung, Emil menunjukkan profesionalisme tinggi. Ia menyatakan kesiapannya untuk tampil dan berkomitmen untuk memberi kontribusi maksimal jika diberi kesempatan. "Saya mempersiapkan pertandingan, fokus latihan dan semua teman di tim melakukan latihan yang bagus. Kami akan memberikan 100 persen," tegasnya.
Latar belakang Emil sebagai pemain Serie A dan kini di Serie B membuat publik berharap banyak. Ia memiliki jam terbang tinggi, termasuk membela klub besar seperti Sampdoria dan Juventus di masa lalu. Kini, pengalaman itu akan diuji dalam balutan merah-putih, bukan sekadar membela klub, tapi mewakili negara kelahirannya.
Laga kontra China akan menjadi penentu kelanjutan nasib Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia. Emil tahu betapa pentingnya pertandingan ini. Tapi lebih dari sekadar debut pribadi, laga ini adalah panggung pengabdian. Dan ia siap membuktikan bahwa hati dan tubuhnya kini sepenuhnya untuk Indonesia.
Namun, bukan hanya kesiapan fisik yang jadi modal Emil. Ia juga membawa gelang keberuntungan dari Lombok, tanah kelahirannya, sebagai simbol koneksi emosional dengan Indonesia. "Ya, itu dari Lombok," ucapnya singkat namun penuh makna saat ditemui di Jakarta, Senin (2/6/2025).
Baca Juga: Daftar 28 Pemain Timnas Indonesia untuk Hadapi China di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Gelang itu bukan sekadar aksesori. Bagi Emil, itu adalah lambang ikatan batin antara dirinya dan negara yang kini dibelanya. “Saya punya koneksi antara aku dan Indonesia. Saya lahir di sini. Saya tak sabar mewakili negara saya dan semuanya berjalan bagus,” ujarnya penuh antusias.
Setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Maret 2025, Emil langsung mendapat panggilan dari pelatih Patrick Kluivert. Sayangnya, pada FIFA Matchday Maret lalu, ia belum sempat tampil. Kini, dengan kondisi yang mendukung, waktunya telah tiba.
Debut Emil makin spesial karena terjadi di SUGBK, stadion megah yang akan dipenuhi puluhan ribu pendukung Garuda. Bagi Emil, atmosfer stadion ini begitu istimewa. "Dan tentunya, kalian semua mendukung kami di stadion, dan itu adalah hal terbaik bagi pemain," kata kiper klub Como 1907 itu.
Emil mengaku baru sekali menginjakkan kaki di Jakarta sebelum panggilan ini, tapi kesan pertamanya begitu membekas. Ia menyebut dukungan suporter Indonesia luar biasa dan menjadi penyemangat utama bagi tim. "Ya, saya baru sekali ke Jakarta. Saat itu pendukung Indonesia sangat besar dan itu membuat pemain bangga," ucapnya.
Ia juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada para fans yang terus setia mendukung tim. Emil sadar, dukungan itu bukan hanya formalitas, melainkan elemen penting dalam membangun semangat juang di lapangan. "Terima kasih tetap dukung kami, karena kalian bisa jadi pemain ke-12," tambahnya.

Sejak bergabung dalam sesi latihan perdana di Stadion Madya, Senayan, Emil terlihat penuh semangat. Ia mengaku sangat senang bergabung bersama tim dan berlatih bersama pemain-pemain terbaik Indonesia. “Saya senang berada di Jakarta bersama tim ini,” katanya.
Meski baru bergabung, Emil menunjukkan profesionalisme tinggi. Ia menyatakan kesiapannya untuk tampil dan berkomitmen untuk memberi kontribusi maksimal jika diberi kesempatan. "Saya mempersiapkan pertandingan, fokus latihan dan semua teman di tim melakukan latihan yang bagus. Kami akan memberikan 100 persen," tegasnya.
Latar belakang Emil sebagai pemain Serie A dan kini di Serie B membuat publik berharap banyak. Ia memiliki jam terbang tinggi, termasuk membela klub besar seperti Sampdoria dan Juventus di masa lalu. Kini, pengalaman itu akan diuji dalam balutan merah-putih, bukan sekadar membela klub, tapi mewakili negara kelahirannya.
Laga kontra China akan menjadi penentu kelanjutan nasib Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia. Emil tahu betapa pentingnya pertandingan ini. Tapi lebih dari sekadar debut pribadi, laga ini adalah panggung pengabdian. Dan ia siap membuktikan bahwa hati dan tubuhnya kini sepenuhnya untuk Indonesia.
(sto)
Lihat Juga :