Skandal Gegerkan UFC: Wasit Senior Bocorkan Dugaan Tindakan Seksual Jon Jones di Ruang Ganti!
Kamis, 05 Juni 2025 - 04:04 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi orang ini, yang biasa turun, berkata, 'Ya, saya akan melakukannya untuk Anda, saya tahu cara berguling.' Jadi dia turun dan berkata, 'jaga saya,' dan Jon memutuskan untuk melakukan tindakan seksual padanya," lanjut McCarthy.
Baca Juga: Jaime Munguia, Doping, dan Kamp Pelatihan Eddy Reynoso
McCarthy menambahkan bahwa Jones mencoba menanyakan legalitas tindakannya. "Dia berkata, 'bagaimana jika saya melakukan ini, ini tidak ilegal, kan?' Orang yang berada di tanah itu, dengan cepat matanya melaba, seperti, 'apa yang kamu lakukan?' Saya berkata, 'Jon, hentikan.' Saya membantu orang itu berdiri. Dia berkata, ‘Oh, saya hanya bercanda, tapi sungguh, apa yang bisa kamu lakukan?’ Saya berkata, ‘Saya bisa mendiskualifikasi kamu karena bersikap tidak sportif. Lakukan saja dan mari kita lihat apa yang terjadi.’"
Insiden itu, menurut McCarthy, menjadi alasan hubungannya dengan Jones tidak pernah harmonis. "Itulah sebabnya Jon dan saya tidak pernah benar-benar akur, karena saya tidak tahan dengan omong kosongnya," tegas McCarthy. Insiden yang diungkap McCarthy ini, meskipun baru terkuak secara rinci, hanya menambah panjang daftar kontroversi pribadi dan profesional Jon Jones.
Dari beberapa kali berurusan dengan hukum hingga kasus doping, Bones berulang kali menjadi berita utama karena alasan di luar octagon. Hal ini membuatnya semakin tidak populer di kalangan penggemar UFC. Reaksi publik terhadap Jones memang keras. Sebuah petisi di Change.org untuk mencabut gelar kelas berat Jones baru-baru ini bahkan telah melampaui 180.000 tanda tangan. Banyak penggemar mempertanyakan mengapa UFC mengizinkan Tom Aspinall hanya memegang sabuk sementara, alih-alih memberikannya langsung kepadanya.
Sementara kontroversi terus memanas, pertarungan penyatuan gelar yang sangat dinantikan antara Jon Jones dan Tom Aspinall masih belum jelas. Keduanya menunggu keputusan UFC, namun bagi Aspinall dan para penggemar, penantian ini terasa semakin tidak bisa dibenarkan.
Baca Juga: Jaime Munguia, Doping, dan Kamp Pelatihan Eddy Reynoso
McCarthy menambahkan bahwa Jones mencoba menanyakan legalitas tindakannya. "Dia berkata, 'bagaimana jika saya melakukan ini, ini tidak ilegal, kan?' Orang yang berada di tanah itu, dengan cepat matanya melaba, seperti, 'apa yang kamu lakukan?' Saya berkata, 'Jon, hentikan.' Saya membantu orang itu berdiri. Dia berkata, ‘Oh, saya hanya bercanda, tapi sungguh, apa yang bisa kamu lakukan?’ Saya berkata, ‘Saya bisa mendiskualifikasi kamu karena bersikap tidak sportif. Lakukan saja dan mari kita lihat apa yang terjadi.’"
Insiden itu, menurut McCarthy, menjadi alasan hubungannya dengan Jones tidak pernah harmonis. "Itulah sebabnya Jon dan saya tidak pernah benar-benar akur, karena saya tidak tahan dengan omong kosongnya," tegas McCarthy. Insiden yang diungkap McCarthy ini, meskipun baru terkuak secara rinci, hanya menambah panjang daftar kontroversi pribadi dan profesional Jon Jones.
Dari beberapa kali berurusan dengan hukum hingga kasus doping, Bones berulang kali menjadi berita utama karena alasan di luar octagon. Hal ini membuatnya semakin tidak populer di kalangan penggemar UFC. Reaksi publik terhadap Jones memang keras. Sebuah petisi di Change.org untuk mencabut gelar kelas berat Jones baru-baru ini bahkan telah melampaui 180.000 tanda tangan. Banyak penggemar mempertanyakan mengapa UFC mengizinkan Tom Aspinall hanya memegang sabuk sementara, alih-alih memberikannya langsung kepadanya.
Sementara kontroversi terus memanas, pertarungan penyatuan gelar yang sangat dinantikan antara Jon Jones dan Tom Aspinall masih belum jelas. Keduanya menunggu keputusan UFC, namun bagi Aspinall dan para penggemar, penantian ini terasa semakin tidak bisa dibenarkan.
(yov)
Lihat Juga :