Kontroversi Imane Khelif Makin Panas: Dokumen Jenis Kelamin Biologis Bocor, IOC Angkat Bicara!
Rabu, 04 Juni 2025 - 19:27 WIB
loading...
Nama Imane Khelif, petinju Aljazair peraih medali emas Olimpiade, kembali mencuat di tengah kontroversi menyusul bocornya laporan medis yang diduga berasal dari tahun 2023 / Foto: Givemesport
A
A
A
Nama Imane Khelif , petinju Aljazair peraih medali emas Olimpiade, kembali mencuat di tengah kontroversi menyusul bocornya laporan medis yang diduga berasal dari tahun 2023. Laporan tersebut, yang merinci pengujian di Kejuaraan Dunia 2023, secara mengejutkan mengklaim bahwa Khelif memiliki kromosom pria (XY) atau laki-laki secara biologis.
Khelif sejatinya sudah berada di ambang meraih medali emas pada final Kejuaraan Tinju Dunia Wanita IBA 2023, namun ia didiskualifikasi sesaat sebelum pertarungan. Diskualifikasi itu terjadi hanya tiga hari setelah kemenangannya atas petinju Rusia, Azalia Amineva, yang sebelumnya tak terkalahkan.
Lebih dari setahun setelah kejadian itu, IBA mengungkapkan bahwa Khelif tidak menjalani pemeriksaan testosteron, melainkan serangkaian tes lain yang dirahasiakan detailnya. Namun, pemeriksaan tersebut menyimpulkan bahwa Khelif memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan petinju wanita lainnya, meskipun sifat keunggulan ini tidak dijelaskan saat itu.
Baca Juga: Mantap! Momen Bersejarah Jeka Saragih Tanda Tangan Poster UFC 316
Laporan yang diduga bocor tentang Khelif secara spesifik menyatakan bahwa analisis kromosom mengungkapkan kariotipe pria, mengacu pada pasangan kromosom XY. Tuduhan ini bertolak belakang dengan klaim Khelif yang selalu menegaskan dirinya adalah wanita dan telah berkompetisi di kategori wanita, baik sebagai petinju amatir maupun profesional, sepanjang kariernya.
Menariknya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengizinkan atlet untuk berkompetisi di Olimpiade 2024 berdasarkan jenis kelamin yang tertera di paspor mereka. Aturan inilah yang mengantarkan Khelif meraih kemenangan terbesarnya.
Di Olimpiade 2024, bertanding di kelas welter, Khelif sukses mencapai final. Lawannya adalah Yang Liu dari China, lawan yang sama yang seharusnya ia hadapi di final Kejuaraan Dunia 2023 sebelum didiskualifikasi. Dalam pertarungan yang berat sebelah, Khelif tampil dominan dan meraih kemenangan 5-0, mengamankan medali emas.
Namun, dengan bocornya dugaan hasil tes medis 2023 ini, kredibilitas medali emas Olimpiade Khelif kini dipertanyakan. World Boxing, organisasi yang diharapkan akan menjadi penyelenggara tinju di Olimpiade Los Angeles 2028, pekan lalu mengumumkan bahwa tes jenis kelamin kini akan diwajibkan.
Pernyataan awal mereka sempat menuai kritik karena secara spesifik menyebut nama Khelif, meskipun World Boxing kemudian telah meminta maaf atas referensi tersebut.
Baca Juga: Jaime Munguia, Doping, dan Kamp Pelatihan Eddy Reynoso
Menyusul bocornya laporan medis yang kontroversial ini, IOC akhirnya merilis pernyataan. Seorang juru bicara IOC kepada Mail Sport seperti dikutip dari Givemesport, Rabu (4/6/2025), menyatakan: "IOC selalu menjelaskan bahwa kriteria kelayakan adalah tanggung jawab Federasi Internasional masing-masing. Faktor-faktor yang memengaruhi performa olahraga bersifat unik untuk setiap cabang olahraga, disiplin, dan/atau acara. Kami menunggu perincian lengkap tentang bagaimana pengujian jenis kelamin akan dilaksanakan dengan cara yang aman, adil, dan dapat ditegakkan secara hukum."
Khelif sejatinya sudah berada di ambang meraih medali emas pada final Kejuaraan Tinju Dunia Wanita IBA 2023, namun ia didiskualifikasi sesaat sebelum pertarungan. Diskualifikasi itu terjadi hanya tiga hari setelah kemenangannya atas petinju Rusia, Azalia Amineva, yang sebelumnya tak terkalahkan.
Lebih dari setahun setelah kejadian itu, IBA mengungkapkan bahwa Khelif tidak menjalani pemeriksaan testosteron, melainkan serangkaian tes lain yang dirahasiakan detailnya. Namun, pemeriksaan tersebut menyimpulkan bahwa Khelif memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan petinju wanita lainnya, meskipun sifat keunggulan ini tidak dijelaskan saat itu.
Baca Juga: Mantap! Momen Bersejarah Jeka Saragih Tanda Tangan Poster UFC 316
Laporan yang diduga bocor tentang Khelif secara spesifik menyatakan bahwa analisis kromosom mengungkapkan kariotipe pria, mengacu pada pasangan kromosom XY. Tuduhan ini bertolak belakang dengan klaim Khelif yang selalu menegaskan dirinya adalah wanita dan telah berkompetisi di kategori wanita, baik sebagai petinju amatir maupun profesional, sepanjang kariernya.
Menariknya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengizinkan atlet untuk berkompetisi di Olimpiade 2024 berdasarkan jenis kelamin yang tertera di paspor mereka. Aturan inilah yang mengantarkan Khelif meraih kemenangan terbesarnya.
Medali Emas Olimpiade di Tengah Badai Kontroversi
Di Olimpiade 2024, bertanding di kelas welter, Khelif sukses mencapai final. Lawannya adalah Yang Liu dari China, lawan yang sama yang seharusnya ia hadapi di final Kejuaraan Dunia 2023 sebelum didiskualifikasi. Dalam pertarungan yang berat sebelah, Khelif tampil dominan dan meraih kemenangan 5-0, mengamankan medali emas.
Namun, dengan bocornya dugaan hasil tes medis 2023 ini, kredibilitas medali emas Olimpiade Khelif kini dipertanyakan. World Boxing, organisasi yang diharapkan akan menjadi penyelenggara tinju di Olimpiade Los Angeles 2028, pekan lalu mengumumkan bahwa tes jenis kelamin kini akan diwajibkan.
Pernyataan awal mereka sempat menuai kritik karena secara spesifik menyebut nama Khelif, meskipun World Boxing kemudian telah meminta maaf atas referensi tersebut.
Baca Juga: Jaime Munguia, Doping, dan Kamp Pelatihan Eddy Reynoso
Menyusul bocornya laporan medis yang kontroversial ini, IOC akhirnya merilis pernyataan. Seorang juru bicara IOC kepada Mail Sport seperti dikutip dari Givemesport, Rabu (4/6/2025), menyatakan: "IOC selalu menjelaskan bahwa kriteria kelayakan adalah tanggung jawab Federasi Internasional masing-masing. Faktor-faktor yang memengaruhi performa olahraga bersifat unik untuk setiap cabang olahraga, disiplin, dan/atau acara. Kami menunggu perincian lengkap tentang bagaimana pengujian jenis kelamin akan dilaksanakan dengan cara yang aman, adil, dan dapat ditegakkan secara hukum."
(yov)
Lihat Juga :