Fabio Wardley Menang KO Dramatis, Rusak Rekor Tak Terkalahkan Justis Huni
Minggu, 08 Juni 2025 - 06:50 WIB
loading...
A
A
A
“Hanya butuh satu detik untuk mematikannya dan itu terjadi,” kata Huni, 12-1 (7 KO), setelah menderita kekalahan pertamanya. “Pujian untuk Fabio dan timnya - ia adalah juara yang hebat. Ia adalah petarung yang luar biasa dan tidak pernah menyerah.”
Tangan cepat Huni terlihat sejak ronde pertama, saat ia melepaskan dua serangan ke arah tubuh dan dengan cepat melontarkan pukulan kanan ke arah atas yang membuat Wardley lengah. Wardley jelas memiliki pukulan yang lebih keras dari keduanya dan menyarangkan beberapa serangan ke arah tubuh pada awal ronde kedua. Huni merespons dengan sebuah hook kiri ke arah kepala yang juga mendapatkan respek dari Wardley.
Wardley membalas dengan jab ke arah Huni, namun ia tidak dapat menghadapi kecepatan tangan atlet Australia itu. Huni lalu mendesak Wardley ke arah tali ring dan melepaskan rentetan serangan, dimana sebuah hook kiri menjadi sorotan utama. Petinju Inggris itu nampak melukai lawannya pada ronde ketiga dengan sebuah pukulan kanan dari tali ring. Kaki atlet Australia itu nampak goyah, namun ia kembali menyerang balik.
Huni merespons dengan ronde keempat yang kuat. Ia menjepit Wardley di pojok ring dan menyerang dengan keras. Wardley berjuang untuk mempertahankan diri dan mencoba menyarangkan jab tajam saat ia berada dalam posisi bertahan, namun tidak berhasil. Huni mengincar tubuh lawan pada ronde kelima dan nampak melukai Wardley beberapa kali. Pertama, sebuah pukulan kanan ke arah tubuh lawannya mengenai lunas, dan Huni melanjutkan dengan sebuah pukulan kiri yang membuat Wardley meringis kesakitan.
Wardley membutuhkan sesuatu yang besar untuk mengubah momentum kontes mereka, dan saat ronde keenam dimulai, nampak bahwa sang pengganti Huni mungkin telah merasakan ritmenya. Wardley menyarangkan jab-nya, namun ia tak dapat menghasilkan sesuatu yang berarti setelah itu. Saat ronde keenam hampir berakhir, Huni bangkit dan mendaratkan sebuah pukulan kanan keras yang mendorong Wardley ke arah tali ring. Bel berbunyi dan Wardley nampak seperti kehabisan akal.
Tangan cepat Huni terlihat sejak ronde pertama, saat ia melepaskan dua serangan ke arah tubuh dan dengan cepat melontarkan pukulan kanan ke arah atas yang membuat Wardley lengah. Wardley jelas memiliki pukulan yang lebih keras dari keduanya dan menyarangkan beberapa serangan ke arah tubuh pada awal ronde kedua. Huni merespons dengan sebuah hook kiri ke arah kepala yang juga mendapatkan respek dari Wardley.
Wardley membalas dengan jab ke arah Huni, namun ia tidak dapat menghadapi kecepatan tangan atlet Australia itu. Huni lalu mendesak Wardley ke arah tali ring dan melepaskan rentetan serangan, dimana sebuah hook kiri menjadi sorotan utama. Petinju Inggris itu nampak melukai lawannya pada ronde ketiga dengan sebuah pukulan kanan dari tali ring. Kaki atlet Australia itu nampak goyah, namun ia kembali menyerang balik.
Huni merespons dengan ronde keempat yang kuat. Ia menjepit Wardley di pojok ring dan menyerang dengan keras. Wardley berjuang untuk mempertahankan diri dan mencoba menyarangkan jab tajam saat ia berada dalam posisi bertahan, namun tidak berhasil. Huni mengincar tubuh lawan pada ronde kelima dan nampak melukai Wardley beberapa kali. Pertama, sebuah pukulan kanan ke arah tubuh lawannya mengenai lunas, dan Huni melanjutkan dengan sebuah pukulan kiri yang membuat Wardley meringis kesakitan.
Wardley membutuhkan sesuatu yang besar untuk mengubah momentum kontes mereka, dan saat ronde keenam dimulai, nampak bahwa sang pengganti Huni mungkin telah merasakan ritmenya. Wardley menyarangkan jab-nya, namun ia tak dapat menghasilkan sesuatu yang berarti setelah itu. Saat ronde keenam hampir berakhir, Huni bangkit dan mendaratkan sebuah pukulan kanan keras yang mendorong Wardley ke arah tali ring. Bel berbunyi dan Wardley nampak seperti kehabisan akal.
Lihat Juga :