Junto Nakatani Lukai Mata Ryosuke Nishida, Menang TKO, Satukan Sabuk WBC dan IBF
Senin, 09 Juni 2025 - 06:10 WIB
loading...
Junto Nakatani melukai mata Ryosuke Nishida hingga menang TKO di enam ronde untuk menyatukan gelar WBC/IBF / Foto: Bad Left Hook
A
A
A
Junto Nakatani melukai mata Ryosuke Nishida hingga menang TKO di enam ronde untuk menyatukan gelar WBC/IBF. Junto Nakatani dari Sagamihara memaksa Ryosuke Nishida dari Osaka untuk mundur dari kursinya setelah ronde keenam dalam laga unifikasi gelar WBC/IBF.
Sebuah rangkaian pukulan keras membuat mata kanan Nishida bengkak dan tertutup, yang membuat pertandingan dihentikan di antara ronde keenam dan ketujuh, Minggu malam di Ariake Colosseum, Tokyo, Jepang. Junto Nakatani mempertahankan gelar WBC kelas bantam 53,5 kilogram dan merebut sabuk IBF milik Nishida dalam laga penyatuan antara dua petinju kidal Jepang yang tak terkalahkan.
"Sejak saya berada di kelas terbang, saya ingin menyatukan kedua gelar tersebut,” kata Junto Nakatani melalui penerjemah Mizuka Koike. "Akhirnya di divisi bantam, saya mendapatkan kesempatan pertama saya dan saya sangat senang dengan hasilnya."
Baca Juga: Pertaruhan Terakhir Manny Pacquiao: Nekat Atau Cuma Pertarungan Dagangan?
Nakatani memasuki laga ini dengan kemenangan KO dalam empat laga perebutan gelar divisi bantam. Nishida menghormati kekuatan dan kemampuan rekan senegaranya itu, namun ia tidak menunjukkan rasa takut atas kedua atribut tersebut.
Pertarungan kedua atlet kidal ini segera memanas saat Nishida menyambungkan beberapa pukulan kiri ke arah tubuh. Nakatani sempat terjatuh sebelum ia kembali tenang, namun kembali menyerang dengan liar.
Pendekatan yang lebih disiplin dilakukan Nakatani pada ronde kedua. Pemegang gelar tiga divisi tak terkalahkan ini menjatuhkan Nishida dengan sebuah pukulan kiri ke arah atas.
Baca Juga: Tak Terima Kakak Kalah, Keyshawn Davis Hajar Lawannya di Ruang Ganti
Pendekatan yang lebih disiplin dilakukan Nakatani pada ronde kedua. Pemegang gelar tiga divisi tak terkalahkan ini menjatuhkan Nishida dengan pukulan kiri ke arah atas, yang membuka jalan bagi serangan tinjunya.
Nishida dipaksa untuk bertahan saat Nakatani melontarkan uppercut keras dan seringkali mendaratkan uppercut kanan yang dipadukan dengan pukulan kiri. Nakatani meraih kesuksesan dengan serangan ke arah tubuh pada ronde ketiga.
Ia menyambungkan beberapa pukulan kiri ke arah bawah, yang dipadukan dengan pukulan straight kiri ke arah dagu. Nishida mampu bertahan dan kembali menyerang pada ronde keempat, saat ia mengulangi kesuksesan serangan ke arah tubuh di ronde sebelumnya.
Namun, hal itu harus dibayar mahal saat mata kanannya mulai membengkak. Momentum dengan cepat beralih ke arah Nakatani pada ronde kelima. Ia kembali menyarangkan uppercut andalannya, dimana Nishida harus berjuang keras untuk bertahan dengan rangkaian pukulan kiri yang masuk.
"Saya berlaga dengan agresif sejak ronde pertama,” kata Nakatani. “Itu adalah strategi kami dan saya yakin saya berhasil."
Keadaan semakin memburuk bagi Nishida saat Nakatani mematahkan perlawanan rekan senegaranya itu pada ronde keenam. Nishida kehabisan jawaban setelah keputusannya yang berani untuk berdiri dan bertarung melawan Nakatani di awal kontes.
Pada akhir ronde, ia dipaksa untuk bertahan dan tidak dapat membalas serangan saat Nakatani maju dengan serangan kuat. Nishida tak dapat menutupi kekecewaannya saat keputusan wasit diambil di tengah ronde untuk menghentikan laga.
"Saya sangat senang dapat memenangkan dua sabuk dan mengalahkan petarung hebat seperti Ryosuke Nishida," kata Nakatani.
Sebuah rangkaian pukulan keras membuat mata kanan Nishida bengkak dan tertutup, yang membuat pertandingan dihentikan di antara ronde keenam dan ketujuh, Minggu malam di Ariake Colosseum, Tokyo, Jepang. Junto Nakatani mempertahankan gelar WBC kelas bantam 53,5 kilogram dan merebut sabuk IBF milik Nishida dalam laga penyatuan antara dua petinju kidal Jepang yang tak terkalahkan.
"Sejak saya berada di kelas terbang, saya ingin menyatukan kedua gelar tersebut,” kata Junto Nakatani melalui penerjemah Mizuka Koike. "Akhirnya di divisi bantam, saya mendapatkan kesempatan pertama saya dan saya sangat senang dengan hasilnya."
Baca Juga: Pertaruhan Terakhir Manny Pacquiao: Nekat Atau Cuma Pertarungan Dagangan?
Nakatani memasuki laga ini dengan kemenangan KO dalam empat laga perebutan gelar divisi bantam. Nishida menghormati kekuatan dan kemampuan rekan senegaranya itu, namun ia tidak menunjukkan rasa takut atas kedua atribut tersebut.
Pertarungan kedua atlet kidal ini segera memanas saat Nishida menyambungkan beberapa pukulan kiri ke arah tubuh. Nakatani sempat terjatuh sebelum ia kembali tenang, namun kembali menyerang dengan liar.
Pendekatan yang lebih disiplin dilakukan Nakatani pada ronde kedua. Pemegang gelar tiga divisi tak terkalahkan ini menjatuhkan Nishida dengan sebuah pukulan kiri ke arah atas.
Baca Juga: Tak Terima Kakak Kalah, Keyshawn Davis Hajar Lawannya di Ruang Ganti
Pendekatan yang lebih disiplin dilakukan Nakatani pada ronde kedua. Pemegang gelar tiga divisi tak terkalahkan ini menjatuhkan Nishida dengan pukulan kiri ke arah atas, yang membuka jalan bagi serangan tinjunya.
Nishida dipaksa untuk bertahan saat Nakatani melontarkan uppercut keras dan seringkali mendaratkan uppercut kanan yang dipadukan dengan pukulan kiri. Nakatani meraih kesuksesan dengan serangan ke arah tubuh pada ronde ketiga.
Ia menyambungkan beberapa pukulan kiri ke arah bawah, yang dipadukan dengan pukulan straight kiri ke arah dagu. Nishida mampu bertahan dan kembali menyerang pada ronde keempat, saat ia mengulangi kesuksesan serangan ke arah tubuh di ronde sebelumnya.
Namun, hal itu harus dibayar mahal saat mata kanannya mulai membengkak. Momentum dengan cepat beralih ke arah Nakatani pada ronde kelima. Ia kembali menyarangkan uppercut andalannya, dimana Nishida harus berjuang keras untuk bertahan dengan rangkaian pukulan kiri yang masuk.
"Saya berlaga dengan agresif sejak ronde pertama,” kata Nakatani. “Itu adalah strategi kami dan saya yakin saya berhasil."
Keadaan semakin memburuk bagi Nishida saat Nakatani mematahkan perlawanan rekan senegaranya itu pada ronde keenam. Nishida kehabisan jawaban setelah keputusannya yang berani untuk berdiri dan bertarung melawan Nakatani di awal kontes.
Pada akhir ronde, ia dipaksa untuk bertahan dan tidak dapat membalas serangan saat Nakatani maju dengan serangan kuat. Nishida tak dapat menutupi kekecewaannya saat keputusan wasit diambil di tengah ronde untuk menghentikan laga.
"Saya sangat senang dapat memenangkan dua sabuk dan mengalahkan petarung hebat seperti Ryosuke Nishida," kata Nakatani.
(yov)
Lihat Juga :