Trial Game Dirt 2025, Menanti Pertarungan Sengit Para Crosser Elite di Sidoarjo
Senin, 09 Juni 2025 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Marc Marquez Raja Sprint MotoGP Aragon 2025: Asapi Alex Marquez dalam Duel Sengit
Lintasan ini punya campuran komposisi tanah dengan sedikit kerikil, namun tidak terlalu keras dan beralaskan rumput tipis. Kondisi ini yang bikin para pebalap bisa memaksimalkan kecepatan, lantaran tidak terlalu licin di kala hujan dan tak begitu berdebu saat cuaca kering.
"Meskipun mendukung untuk high speed, menaklukkan lintasan Lapangan Graha Tirta Waru juga nggak mudah dan butuh skill yang tepat. Para rider wajib menjaga fokus guna meminimalisir kesalahan sekaligus menorehkan waktu terbaik. Selain itu, akan ada penyesuaian layout maupun obstacle yang harus dilalui oleh para rider. Penyesuaian ini dilakukan untuk menambah keseruan saat balapan, namun tetap mengutamakan safety bari para rider," papar Abed.
Keberadaan obstacle yang beragam memang jadi salah satu daya tarik utama buat para penggemar Trial Game Dirt. Tak jarang, kelihaian dalam menaklukkan obstacle jadi penentu torehan waktu para peserta. Abed menyebut tahun ini varian obstacle macam double car jump, jumpingan patah, giant table top, titian kobra, jumpingan kurma royal, jumping tong, hingga bigfoot jump siap jadi tantangan buat para peserta.
Persaingan Trial Game Dirt tahun 2025 akan tersaji di empat kelas yang diperlombakan. Tiga di antaranya merupakan kelas utama yang akan diikuti dan jadi incaran rider-rider elite nasional, yaitu kelas FFA Open, Campuran Open, dan Campuran Non-Seeded. Sementara satu lagi adalah kelas tambahan FFA Master.
Sementara it, tensi tinggi sudah terasa di antara para rider jelang race pekan depan. Berkaca dari putaran perdana di Semarang, M. Zidane kembali masuk deretan yang difavoritkan. Selain posisinya di puncak klasemen, faktor main di “kandang” sendiri juga bikin rider asal Blitar, Jawa Timur ini percaya diri bakal naik podium lagi.
"Sudah nggak sabar untuk main di kandang. Apalagi sebagai pebalap asal Jawa Timur saya sangat mengenal karakter lintasan di Sidoarjo," sebut Zidane.
Lintasan ini punya campuran komposisi tanah dengan sedikit kerikil, namun tidak terlalu keras dan beralaskan rumput tipis. Kondisi ini yang bikin para pebalap bisa memaksimalkan kecepatan, lantaran tidak terlalu licin di kala hujan dan tak begitu berdebu saat cuaca kering.
"Meskipun mendukung untuk high speed, menaklukkan lintasan Lapangan Graha Tirta Waru juga nggak mudah dan butuh skill yang tepat. Para rider wajib menjaga fokus guna meminimalisir kesalahan sekaligus menorehkan waktu terbaik. Selain itu, akan ada penyesuaian layout maupun obstacle yang harus dilalui oleh para rider. Penyesuaian ini dilakukan untuk menambah keseruan saat balapan, namun tetap mengutamakan safety bari para rider," papar Abed.
Keberadaan obstacle yang beragam memang jadi salah satu daya tarik utama buat para penggemar Trial Game Dirt. Tak jarang, kelihaian dalam menaklukkan obstacle jadi penentu torehan waktu para peserta. Abed menyebut tahun ini varian obstacle macam double car jump, jumpingan patah, giant table top, titian kobra, jumpingan kurma royal, jumping tong, hingga bigfoot jump siap jadi tantangan buat para peserta.
Persaingan Trial Game Dirt tahun 2025 akan tersaji di empat kelas yang diperlombakan. Tiga di antaranya merupakan kelas utama yang akan diikuti dan jadi incaran rider-rider elite nasional, yaitu kelas FFA Open, Campuran Open, dan Campuran Non-Seeded. Sementara satu lagi adalah kelas tambahan FFA Master.
Sementara it, tensi tinggi sudah terasa di antara para rider jelang race pekan depan. Berkaca dari putaran perdana di Semarang, M. Zidane kembali masuk deretan yang difavoritkan. Selain posisinya di puncak klasemen, faktor main di “kandang” sendiri juga bikin rider asal Blitar, Jawa Timur ini percaya diri bakal naik podium lagi.
"Sudah nggak sabar untuk main di kandang. Apalagi sebagai pebalap asal Jawa Timur saya sangat mengenal karakter lintasan di Sidoarjo," sebut Zidane.
Lihat Juga :