Kim Jong Hyeok Wasit Laga Jepang vs Indonesia? Alarm Bahaya untuk Skuad Garuda
Selasa, 10 Juni 2025 - 12:10 WIB
loading...
Meski FIFA dan AFC belum merilis daftar resmi, santer terdengar kabar bahwa wasit kontroversial asal Korea Selatan, Kim Jong Hyeok, akan menjadi juru adil lapangan hijau / Foto: Kolase
A
A
A
Jelang laga penentuan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Jepang vs Timnas Indonesia di Suita City Stadium, Selasa (10/6/2025) sore WIB, sebuah isu panas mulai beredar. Meski FIFA dan AFC belum merilis daftar resmi, santer terdengar kabar bahwa wasit kontroversial asal Korea Selatan, Kim Jong Hyeok, akan menjadi juru adil lapangan hijau.
Kabar ini tentu memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola Indonesia, mengingat rekam jejak Kim Jong Hyeok yang tidak asing bagi Skuad Garuda. Wasit FIFA sejak 2009 ini telah memimpin berbagai laga domestik, Piala Asia, dan Liga Champions Asia.
Namun, kehadirannya dalam laga Timnas Indonesia kerap kali diwarnai keputusan yang mengundang tanda tanya. Kim Jong Hyeok tercatat pernah memimpin dua laga krusial Timnas Indonesia.
Baca Juga: Prediksi Jepang vs Timnas Indonesia: Misi Tersembunyi Skuad Garuda di Suita!
Pertama, saat Garuda takluk 1-2 dari Arab Saudi di Kualifikasi Piala Asia 2015. Kemudian, yang terbaru dan lebih dekat, ia memimpin laga di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026. Saat itu, Timnas Indonesia ditahan imbang Filipina 1-1.
![Kim Jong Hyeok Wasit Laga Jepang vs Indonesia? Alarm Bahaya untuk Skuad Garuda]()
Data statistik juga menunjukkan profil wasit ini. Kim Jong Hyeok dikenal royal dalam mengeluarkan kartu. Dari 310 pertandingan yang dipimpinnya, Kim Jong Hyeok telah mengeluarkan 692 kartu kuning (rata-rata 2,23 kartu kuning per pertandingan) dan 32 kartu merah.
Angka ini memunculkan pertanyaan tentang gaya kepemimpinannya di lapangan, apakah cenderung tegas atau bahkan terlalu mudah mengeluarkan kartu. Di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia sendiri, Kim Jong Hyeok baru sekali memimpin laga.
Baca Juga: Head to Head Jepang vs Indonesia: Menelusuri Jejak Sejarah dan Menanti Kejutan di Suita!
Itu terjadi saat Uni Emirat Arab dikalahkan Iran 0-1 di Hazza bin Zayed pada 10 September 2024. Dengan latar belakang ini, penunjukan Kim Jong Hyeok (jika benar), akan menjadi sorotan utama. Apakah kehadirannya akan menguntungkan atau justru merugikan Timnas Indonesia dalam upaya membalaskan kekalahan 0-4 di pertemuan sebelumnya?
![Kim Jong Hyeok Wasit Laga Jepang vs Indonesia? Alarm Bahaya untuk Skuad Garuda]()
Kabar ini tentu memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola Indonesia, mengingat rekam jejak Kim Jong Hyeok yang tidak asing bagi Skuad Garuda. Wasit FIFA sejak 2009 ini telah memimpin berbagai laga domestik, Piala Asia, dan Liga Champions Asia.
Namun, kehadirannya dalam laga Timnas Indonesia kerap kali diwarnai keputusan yang mengundang tanda tanya. Kim Jong Hyeok tercatat pernah memimpin dua laga krusial Timnas Indonesia.
Baca Juga: Prediksi Jepang vs Timnas Indonesia: Misi Tersembunyi Skuad Garuda di Suita!
Pertama, saat Garuda takluk 1-2 dari Arab Saudi di Kualifikasi Piala Asia 2015. Kemudian, yang terbaru dan lebih dekat, ia memimpin laga di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026. Saat itu, Timnas Indonesia ditahan imbang Filipina 1-1.

Data statistik juga menunjukkan profil wasit ini. Kim Jong Hyeok dikenal royal dalam mengeluarkan kartu. Dari 310 pertandingan yang dipimpinnya, Kim Jong Hyeok telah mengeluarkan 692 kartu kuning (rata-rata 2,23 kartu kuning per pertandingan) dan 32 kartu merah.
Angka ini memunculkan pertanyaan tentang gaya kepemimpinannya di lapangan, apakah cenderung tegas atau bahkan terlalu mudah mengeluarkan kartu. Di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia sendiri, Kim Jong Hyeok baru sekali memimpin laga.
Baca Juga: Head to Head Jepang vs Indonesia: Menelusuri Jejak Sejarah dan Menanti Kejutan di Suita!
Itu terjadi saat Uni Emirat Arab dikalahkan Iran 0-1 di Hazza bin Zayed pada 10 September 2024. Dengan latar belakang ini, penunjukan Kim Jong Hyeok (jika benar), akan menjadi sorotan utama. Apakah kehadirannya akan menguntungkan atau justru merugikan Timnas Indonesia dalam upaya membalaskan kekalahan 0-4 di pertemuan sebelumnya?

(yov)
Lihat Juga :