Biodata dan Agama James Rodriguez, Pesona Lapangan Hijau yang Penuh Drama
Rabu, 11 Juni 2025 - 10:08 WIB
loading...
A
A
A
Total, pemilik nama lengkap James David Rodrguez Rubio itu bermain 51 pertandingan dan mencetak 10 gol, termasuk gol ikonik ke gawang rival klasik, Lanus. Dari Argentina, James terbang ke Portugal, bergabung dengan FC Porto pada 2010 dengan nilai transfer 7,4 juta euro.
Baca Juga: Kapan Jadwal Babak 4 Kuakifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia?
Di bawah asuhan Jesualdo Ferreira dan Andre Villas-Boas, ia sukses besar. Bersama rekannya seperti Freddy Guarín dan Radamel Falcao Garcia, James meraih segudang gelar (tiga gelar liga, satu Taca de Portugal, satu Piala Liga, tiga Piala Super Portugis, dan yang paling prestisius, juara Liga Europa pada 2011). Ia mencatatkan 107 pertandingan dan 32 gol sebelum hijrah ke Monaco pada 2013.
Bergabung dengan AS Monaco seharga 45 juta euro, James kembali bereuni dengan Falcao. Awalnya sempat kesulitan beradaptasi, namun lambat laun ia menemukan ritmenya dan menjadi top assist di Ligue 1 musim 2013-2014, mengakhiri musim sebagai runner-up liga.
Piala Dunia 2014 menjadi panggung bagi James. Ia tampil memukau dan meraih Sepatu Emas dengan mengoleksi enam gol. Performa brilian ini menarik perhatian Real Madrid yang langsung memboyongnya seharga 80 juta euro. Di bawah Carlo Ancelotti, musim pertamanya berjalan gemilang.
James menjadi starter reguler di lini tengah bersama Luka Modric dan Toni Kroos, tampil 46 kali dengan sumbangan 17 gol dan 17 assist. Namun, drama dimulai di musim berikutnya.
Konflik dengan pelatih Rafa Benítez membuatnya terpinggirkan. Kedatangan Zinedine Zidane pun tak banyak membantu, James tetap kesulitan mendapatkan kontinuitas bermain. Selama periode pertamanya di Real Madrid (hingga 2017), ia bermain 111 kali, mencetak 36 gol, dan 39 assist, serta meraih dua Liga Champions UEFA, dua Piala Super Eropa, dua Piala Dunia Antarklub, satu Liga Spanyol, dan satu Piala Super Spanyol.
Baca Juga: Kapan Jadwal Babak 4 Kuakifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia?
Di bawah asuhan Jesualdo Ferreira dan Andre Villas-Boas, ia sukses besar. Bersama rekannya seperti Freddy Guarín dan Radamel Falcao Garcia, James meraih segudang gelar (tiga gelar liga, satu Taca de Portugal, satu Piala Liga, tiga Piala Super Portugis, dan yang paling prestisius, juara Liga Europa pada 2011). Ia mencatatkan 107 pertandingan dan 32 gol sebelum hijrah ke Monaco pada 2013.
Bergabung dengan AS Monaco seharga 45 juta euro, James kembali bereuni dengan Falcao. Awalnya sempat kesulitan beradaptasi, namun lambat laun ia menemukan ritmenya dan menjadi top assist di Ligue 1 musim 2013-2014, mengakhiri musim sebagai runner-up liga.
Puncak Karier di Real Madrid
Piala Dunia 2014 menjadi panggung bagi James. Ia tampil memukau dan meraih Sepatu Emas dengan mengoleksi enam gol. Performa brilian ini menarik perhatian Real Madrid yang langsung memboyongnya seharga 80 juta euro. Di bawah Carlo Ancelotti, musim pertamanya berjalan gemilang.
James menjadi starter reguler di lini tengah bersama Luka Modric dan Toni Kroos, tampil 46 kali dengan sumbangan 17 gol dan 17 assist. Namun, drama dimulai di musim berikutnya.
Konflik dengan pelatih Rafa Benítez membuatnya terpinggirkan. Kedatangan Zinedine Zidane pun tak banyak membantu, James tetap kesulitan mendapatkan kontinuitas bermain. Selama periode pertamanya di Real Madrid (hingga 2017), ia bermain 111 kali, mencetak 36 gol, dan 39 assist, serta meraih dua Liga Champions UEFA, dua Piala Super Eropa, dua Piala Dunia Antarklub, satu Liga Spanyol, dan satu Piala Super Spanyol.
Lihat Juga :