5 Pertarungan Wanita Paling Epik di MMA, Dari Kejayaan Rousey hingga Saga Nunes-Harrison!
Jum'at, 13 Juni 2025 - 19:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Khabib Nurmagomedov dan Misi Sebar Filosofi Latihan Abdulmanap
Kekalahan pertama Ronda Rousey di UFC adalah momen yang menggemparkan dunia, terjadi di hadapan 56.214 penggemar di Melbourne, Australia. UFC 193 pada 14 November 2015, yang menampilkan dua pertandingan utama wanita, memecahkan rekor penonton UFC. Ini adalah pertahanan gelar ketujuh dan terakhir Rousey melawan mantan juara tinju, Holly Holm.
Holm, yang kala itu menjadi underdog besar melawan juara tak terkalahkan (12-0), justru tampil dominan. Ia benar-benar mengungguli Rousey dalam pertarungan striking, menjatuhkannya dengan tendangan kepala yang sempurna di ronde kedua untuk merebut gelar. KO Holm atas Rousey bisa dibilang merupakan kejutan terbesar dalam sejarah UFC.
Jauh sebelum UFC, pada tahun 2009, dua pionir MMA wanita, Gina Carano (yang kemudian menjadi aktris Hollywood) dan Cris Cyborg (juara grand slam), berduel dalam pertarungan super pertama dalam sejarah MMA wanita di Strikeforce. Duel ini adalah kali pertama wanita menjadi bintang utama acara MMA besar, dan lebih dari setengah juta orang menyaksikan di Showtime.
Pertarungan mendebarkan ini secara signifikan mengangkat popularitas MMA wanita. Dalam pertarungan terakhirnya sebelum mengejar karier akting, Carano harus merelakan rekor tak terkalahkannya kepada Cyborg yang meraih kemenangan KO dramatis di menit-menit akhir. Cyborg memenangkan gelar dunia pertamanya dari lima gelar di Strikeforce pada 15 Agustus 2009, di San Jose, California.
Pertarungan Amanda Nunes melawan Ronda Rousey di UFC 207, pada 30 Desember 2016, menjadi penutup daftar ini. Rousey, juara kelas bantam wanita UFC pertama dan superstar terbesar di UFC bahkan setelah kekalahan dari Holly Holm, mendapatkan kesempatan untuk langsung merebut kembali gelarnya saat kembali ke Octagon setelah setahun absen.
Sebelumnya, Rousey telah berhasil mempertahankan gelarnya enam kali berturut-turut di UFC dan mengalahkan semua lawannya di ronde pertama. Namun, di UFC 207, ia menghadapi juara baru Nunes, yang sebelumnya telah mencekik rival terbesarnya Miesha Tate di UFC 200. Acara utama ini hanya berlangsung selama 48 detik. Nunes secara brutal mengalahkan Rousey dengan TKO, menandai dimulainya era baru tidak hanya di divisi bantamweight, tetapi juga di seluruh kancah MMA wanita.
3. Ronda Rousey vs. Holly Holm: Kejatuhan Sang Ratu
Kekalahan pertama Ronda Rousey di UFC adalah momen yang menggemparkan dunia, terjadi di hadapan 56.214 penggemar di Melbourne, Australia. UFC 193 pada 14 November 2015, yang menampilkan dua pertandingan utama wanita, memecahkan rekor penonton UFC. Ini adalah pertahanan gelar ketujuh dan terakhir Rousey melawan mantan juara tinju, Holly Holm.
Holm, yang kala itu menjadi underdog besar melawan juara tak terkalahkan (12-0), justru tampil dominan. Ia benar-benar mengungguli Rousey dalam pertarungan striking, menjatuhkannya dengan tendangan kepala yang sempurna di ronde kedua untuk merebut gelar. KO Holm atas Rousey bisa dibilang merupakan kejutan terbesar dalam sejarah UFC.
4. Gina Carano vs. Cris Cyborg: Pembuka Jalan MMA Wanita
Jauh sebelum UFC, pada tahun 2009, dua pionir MMA wanita, Gina Carano (yang kemudian menjadi aktris Hollywood) dan Cris Cyborg (juara grand slam), berduel dalam pertarungan super pertama dalam sejarah MMA wanita di Strikeforce. Duel ini adalah kali pertama wanita menjadi bintang utama acara MMA besar, dan lebih dari setengah juta orang menyaksikan di Showtime.
Pertarungan mendebarkan ini secara signifikan mengangkat popularitas MMA wanita. Dalam pertarungan terakhirnya sebelum mengejar karier akting, Carano harus merelakan rekor tak terkalahkannya kepada Cyborg yang meraih kemenangan KO dramatis di menit-menit akhir. Cyborg memenangkan gelar dunia pertamanya dari lima gelar di Strikeforce pada 15 Agustus 2009, di San Jose, California.
5. Amanda Nunes vs. Ronda Rousey: Akhir Sebuah Era
Pertarungan Amanda Nunes melawan Ronda Rousey di UFC 207, pada 30 Desember 2016, menjadi penutup daftar ini. Rousey, juara kelas bantam wanita UFC pertama dan superstar terbesar di UFC bahkan setelah kekalahan dari Holly Holm, mendapatkan kesempatan untuk langsung merebut kembali gelarnya saat kembali ke Octagon setelah setahun absen.
Sebelumnya, Rousey telah berhasil mempertahankan gelarnya enam kali berturut-turut di UFC dan mengalahkan semua lawannya di ronde pertama. Namun, di UFC 207, ia menghadapi juara baru Nunes, yang sebelumnya telah mencekik rival terbesarnya Miesha Tate di UFC 200. Acara utama ini hanya berlangsung selama 48 detik. Nunes secara brutal mengalahkan Rousey dengan TKO, menandai dimulainya era baru tidak hanya di divisi bantamweight, tetapi juga di seluruh kancah MMA wanita.
(yov)
Lihat Juga :