Putra Ardiansyah Pratama Penguasa Kelas Vario 160cc, Bawa Pulang Rp12,5 juta
Minggu, 15 Juni 2025 - 16:06 WIB
loading...
A
A
A
"Pengalaman pertama saya main di HDC Kalimantan. Perasaannya senang ya karena HDC berlangsung di luar pulau Jawa. Biasanya kan saya ikut yang di Jawa, jadi ini pengalaman yang cukup menantang juga karena soalnya lawan-lawannya yang biasa saya lawan di Jawa," beber Fisichella.
Pembalap berhijab itu menuturkan mengenai perbedaan membalap di Jawa dan Kalimantan. Sebenarnya tidak jauh berbeda, terutama dengan lay out arena balap kuda besinya.
Baca Juga: Honda Dream Cup Samarinda 2025: Menggali Potensi Pembalap Kota Tepian di Lintasan Balap
Hanya saja, kata Fisichella, adaptasi mengenai cuaca dan lingkungan menjadi salah satu perbedaannya. "Sebenarnya sama saja dari tipe sirkuit. Mungkin karena kan kalau orang Jawa (pembalap Jawa) kita sudah saling tahu setiap minggu kita berhadapan dengan mereka, taktiknya sudah tahu. Nah, kalau di sini tuh harus beradaptasi dengan cuaca dan orang-orangnya, pokoknya beda," kata Fisichella.
Disinggung mau dibuat apa hadiah dari HDC Samarinda 2025? Fisichella mengaku akan disimpan. "Di simpan saja," singkatnya.
Pembalap berhijab itu menuturkan mengenai perbedaan membalap di Jawa dan Kalimantan. Sebenarnya tidak jauh berbeda, terutama dengan lay out arena balap kuda besinya.
Baca Juga: Honda Dream Cup Samarinda 2025: Menggali Potensi Pembalap Kota Tepian di Lintasan Balap
Hanya saja, kata Fisichella, adaptasi mengenai cuaca dan lingkungan menjadi salah satu perbedaannya. "Sebenarnya sama saja dari tipe sirkuit. Mungkin karena kan kalau orang Jawa (pembalap Jawa) kita sudah saling tahu setiap minggu kita berhadapan dengan mereka, taktiknya sudah tahu. Nah, kalau di sini tuh harus beradaptasi dengan cuaca dan orang-orangnya, pokoknya beda," kata Fisichella.
Disinggung mau dibuat apa hadiah dari HDC Samarinda 2025? Fisichella mengaku akan disimpan. "Di simpan saja," singkatnya.
Lihat Juga :