Arab Saudi dan Qatar Jadi Tuan Rumah Babak 4: Sengaja Diloloskan ke Piala Dunia 2026?
Senin, 16 Juni 2025 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Soha.vn menyebut, “Memainkan dua pertandingan di kandang sendiri adalah keuntungan besar bagi Qatar dan Arab Saudi untuk mengunci puncak grup.”
Kebetulan (atau justru tidak?), keduanya adalah tim unggulan dan ditempatkan di pot atas dalam undian yang akan dilakukan pada 17 Juli. Jika mereka menang dua kali, otomatis langsung lolos ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
“Bagi Indonesia, bermain di kandang lawan adalah tantangan besar. Semua kemenangan hanya terjadi di tanah suci mereka sendiri, GBK,” tulis Soha.vn.
Kini, dengan semua laga diadakan di "rumah orang", peluang Indonesia otomatis semakin berat. Bersama Irak, Oman, dan UEA, mereka harus melawan bukan hanya lawan, tetapi juga atmosfer stadion dan tekanan publik tuan rumah.
Ketika semua negara meminta keadilan, AFC justru menunjuk dua negara yang memiliki kekuatan finansial besar dan pengaruh kuat di sepak bola Asia. Meski Indonesia juga mengajukan diri, mereka kalah dalam pemilihan yang disebut sejumlah media sebagai “proses tanpa transparansi.”
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mencoba meredam polemik. Ia menyatakan, “Kami menghormati dan menyambut baik keputusan AFC... Kami percaya pertandingan akan berlangsung secara fair, profesional, dan menjunjung tinggi semangat sportivitas.”
Kebetulan (atau justru tidak?), keduanya adalah tim unggulan dan ditempatkan di pot atas dalam undian yang akan dilakukan pada 17 Juli. Jika mereka menang dua kali, otomatis langsung lolos ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Indonesia dalam Posisi Sulit
Timnas Indonesia, salah satu kontestan di babak keempat, praktis dirugikan. Skuad Garuda memiliki catatan buruk saat bertandang. Di fase sebelumnya, dari lima laga tandang, hanya dua poin yang bisa diraih. Sementara semua kemenangan diraih di Stadion Gelora Bung Karno.“Bagi Indonesia, bermain di kandang lawan adalah tantangan besar. Semua kemenangan hanya terjadi di tanah suci mereka sendiri, GBK,” tulis Soha.vn.
Kini, dengan semua laga diadakan di "rumah orang", peluang Indonesia otomatis semakin berat. Bersama Irak, Oman, dan UEA, mereka harus melawan bukan hanya lawan, tetapi juga atmosfer stadion dan tekanan publik tuan rumah.
Ketika semua negara meminta keadilan, AFC justru menunjuk dua negara yang memiliki kekuatan finansial besar dan pengaruh kuat di sepak bola Asia. Meski Indonesia juga mengajukan diri, mereka kalah dalam pemilihan yang disebut sejumlah media sebagai “proses tanpa transparansi.”
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mencoba meredam polemik. Ia menyatakan, “Kami menghormati dan menyambut baik keputusan AFC... Kami percaya pertandingan akan berlangsung secara fair, profesional, dan menjunjung tinggi semangat sportivitas.”
Lihat Juga :