Thanongsak Simsri Terjatuh, Comeback Rebut Sabuk Juara IBF
Jum'at, 20 Juni 2025 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
Namun, ia berdiri di posisi yang tepat bagi Araneta untuk menyarangkan sebuah serangan balik ke arah kiri untuk mencetak knockdown satu-satunya dalam laga ini. Simsri mengalahkan hitungan dan berhasil melewati ronde tersebut. Tidak butuh waktu lama bagi dirinya untuk menyesuaikan diri, karena Araneta, 30, gagal membangun momentumnya dengan menyarangkan pukulan ke arah kepala.
Araneta kemudian menemukan solusi pada ronde-ronde pertengahan. Ia mampu membaca pergerakan Simsri dan mendaratkan beberapa pukulan kiri jarak jauh dari sisi luar. Simsri mencoba menjawab dengan kombinasi, namun pertahanan tinggi Araneta mampu mementahkan sebagian besar serangan itu.
Simsri menemukan kesuksesan saat ia bertarung dengan posisi bertahan pada ronde kedua. Momen terbaik Araneta terjadi saat ia mampu menyarangkan jab ke arah dalam dan melontarkan pukulan kiri dari belakang. Momen tersebut tidak terlalu sering terjadi, karena Simsri bermain dengan baik dalam pertahanan, sampai-sampai ia harus mewaspadai kekuatan Araneta.
Kedua petarung ini meraih kesuksesan pada akhir ronde kesembilan. Simsri mendaratkan sebuah pukulan kanan, namun dimentahkan oleh tinju kiri dari Araneta. Sebuah serangan lanjutan dari petinju Filipina itu berujung pada benturan kepala, yang membuka luka kecil di mata kanan Araneta, yang melengkapi luka yang lebih panjang di kelopak mata kirinya.
Aksi ini melambat pada ronde ke-10 dan ke-11, dimana tiap penantang dapat menggunakan momen tersebut untuk memisahkan diri dari lawannya. Simsri cukup puas berlaga secara konservatif, yang berhasil pada ronde ke-10 karena kurangnya aktivitas dari Araneta.
Araneta kemudian menemukan solusi pada ronde-ronde pertengahan. Ia mampu membaca pergerakan Simsri dan mendaratkan beberapa pukulan kiri jarak jauh dari sisi luar. Simsri mencoba menjawab dengan kombinasi, namun pertahanan tinggi Araneta mampu mementahkan sebagian besar serangan itu.
Simsri menemukan kesuksesan saat ia bertarung dengan posisi bertahan pada ronde kedua. Momen terbaik Araneta terjadi saat ia mampu menyarangkan jab ke arah dalam dan melontarkan pukulan kiri dari belakang. Momen tersebut tidak terlalu sering terjadi, karena Simsri bermain dengan baik dalam pertahanan, sampai-sampai ia harus mewaspadai kekuatan Araneta.
Kedua petarung ini meraih kesuksesan pada akhir ronde kesembilan. Simsri mendaratkan sebuah pukulan kanan, namun dimentahkan oleh tinju kiri dari Araneta. Sebuah serangan lanjutan dari petinju Filipina itu berujung pada benturan kepala, yang membuka luka kecil di mata kanan Araneta, yang melengkapi luka yang lebih panjang di kelopak mata kirinya.
Aksi ini melambat pada ronde ke-10 dan ke-11, dimana tiap penantang dapat menggunakan momen tersebut untuk memisahkan diri dari lawannya. Simsri cukup puas berlaga secara konservatif, yang berhasil pada ronde ke-10 karena kurangnya aktivitas dari Araneta.
Lihat Juga :