Terence Crawford Pertimbangkan Pensiun usai Lawan Canelo: Akan Banyak Darah!
Rabu, 25 Juni 2025 - 06:25 WIB
loading...
Terence Crawford Pertimbangkan Pensiun usai Lawan Canelo: Akan Banyak Darah!
A
A
A
LAS VEGAS - Terence Crawford membuat pengakuan mengejutkan menjelang duel megabintang melawan Saul "Canelo" Alvarez pada 13 September 2025 mendatang. Petinju tak terkalahkan asal Amerika Serikat itu mengisyaratkan pertarungan melawan Canelo bisa menjadi yang terakhir dalam kariernya.
Hal ini diungkapkan oleh Turki Alalshikh , tokoh penting di balik digelarnya duel senilai USD2 miliar (sekitar Rp30 triliun) tersebut. Dalam wawancaranya dengan Ring Magazine, Alalshikh membeberkan isi pembicaraannya dengan Crawford sebelum rangkaian tur promosi dimulai.
“Dia datang menemuiku di London. Dia bilang, ‘Saya ingin ini jadi pertarungan pensiun saya’,” kata Alalshikh.
Baca Juga: Daftar 50 Petinju Legendaris dengan Rahang Terkuat dalam Sejarah Tinju
Crawford yang akan berusia 38 tahun pada bulan September, memang tak mengusahakan klausul rematch dalam kontraknya. Hal itu memperkuat spekulasi bahwa duel melawan Canelo adalah klimaks kariernya yang luar biasa—dengan catatan sempurna 41 kemenangan, 0 kekalahan, dan 19 pertarungan perebutan gelar dunia secara beruntun.
Petinju berjuluk “Bud” itu akan naik dua kelas untuk menantang Canelo di divisi super middleweight, tempat alami sang lawan. Pertarungan ini memperebutkan gelar tak terbantahkan milik Canelo, dan jika Crawford menang, ia akan mencetak sejarah sebagai petinju pria pertama yang menyandang status juara tak terbantahkan di tiga kelas berbeda.
Namun, jalan menuju rekor itu tidak mudah. Canelo, yang kini berusia 35 tahun, sudah 67 kali naik ring profesional dan menyandang 11 gelar dunia. Ia juga datang dengan pengalaman panjang, debut sejak usia 15 tahun. Meski sempat mendapat kritik karena penampilan membosankan saat menang angka atas William Scull bulan lalu, Canelo tetap jadi favorit berkat kekuatan pukulan dan mental baja.
Ketegangan makin meningkat saat jumpa pers di New York pekan lalu. Setelah saling melontarkan ejekan, Canelo tiba-tiba mendorong Crawford hingga nyaris memicu baku hantam di atas panggung.
"Saya yakin pertarungan ini akan penuh darah dan wajah bonyok. Inilah tinju!" kata Alalshikh penuh semangat, sambil mengumumkan insentif menarik berupa bonus tambahan bagi petinju yang menang KO.
Dana White, bos UFC, juga akan terlibat dalam promosi laga ini. Pertarungan ini bukan hanya tentang gelar dan sejarah, tapi juga gengsi dua nama besar dalam dunia olahraga tarung.
Apakah duel ini akan menjadi panggung terakhir bagi Crawford? Atau justru
gerbang menuju rekor baru dalam sejarah tinju dunia?
Jawabannya akan terungkap pada 13 September nanti, saat dua raja pound-for-pound naik ring untuk membuktikan siapa yang terbaik.
Hal ini diungkapkan oleh Turki Alalshikh , tokoh penting di balik digelarnya duel senilai USD2 miliar (sekitar Rp30 triliun) tersebut. Dalam wawancaranya dengan Ring Magazine, Alalshikh membeberkan isi pembicaraannya dengan Crawford sebelum rangkaian tur promosi dimulai.
“Dia datang menemuiku di London. Dia bilang, ‘Saya ingin ini jadi pertarungan pensiun saya’,” kata Alalshikh.
Baca Juga: Daftar 50 Petinju Legendaris dengan Rahang Terkuat dalam Sejarah Tinju
Crawford yang akan berusia 38 tahun pada bulan September, memang tak mengusahakan klausul rematch dalam kontraknya. Hal itu memperkuat spekulasi bahwa duel melawan Canelo adalah klimaks kariernya yang luar biasa—dengan catatan sempurna 41 kemenangan, 0 kekalahan, dan 19 pertarungan perebutan gelar dunia secara beruntun.
Petinju berjuluk “Bud” itu akan naik dua kelas untuk menantang Canelo di divisi super middleweight, tempat alami sang lawan. Pertarungan ini memperebutkan gelar tak terbantahkan milik Canelo, dan jika Crawford menang, ia akan mencetak sejarah sebagai petinju pria pertama yang menyandang status juara tak terbantahkan di tiga kelas berbeda.
Namun, jalan menuju rekor itu tidak mudah. Canelo, yang kini berusia 35 tahun, sudah 67 kali naik ring profesional dan menyandang 11 gelar dunia. Ia juga datang dengan pengalaman panjang, debut sejak usia 15 tahun. Meski sempat mendapat kritik karena penampilan membosankan saat menang angka atas William Scull bulan lalu, Canelo tetap jadi favorit berkat kekuatan pukulan dan mental baja.
Ketegangan makin meningkat saat jumpa pers di New York pekan lalu. Setelah saling melontarkan ejekan, Canelo tiba-tiba mendorong Crawford hingga nyaris memicu baku hantam di atas panggung.
"Saya yakin pertarungan ini akan penuh darah dan wajah bonyok. Inilah tinju!" kata Alalshikh penuh semangat, sambil mengumumkan insentif menarik berupa bonus tambahan bagi petinju yang menang KO.
Dana White, bos UFC, juga akan terlibat dalam promosi laga ini. Pertarungan ini bukan hanya tentang gelar dan sejarah, tapi juga gengsi dua nama besar dalam dunia olahraga tarung.
Apakah duel ini akan menjadi panggung terakhir bagi Crawford? Atau justru
gerbang menuju rekor baru dalam sejarah tinju dunia?
Jawabannya akan terungkap pada 13 September nanti, saat dua raja pound-for-pound naik ring untuk membuktikan siapa yang terbaik.
(sto)
Lihat Juga :