Petualangan Baru Mark Magsayo di Kelas Bulu Super 58,9 Kg
Kamis, 26 Juni 2025 - 17:12 WIB
loading...
Petualangan Baru Mark Magsayo di Kelas Bulu Super 58,9 Kg/Boxing Scene
A
A
A
Petualangan baru mantan juara kelas bulu WBC Mark Magsayo di persaingan tinju kelas bulu super 58,9 kilogram menghadapi Jorge Mata Cuellar. Hanya kurang dari satu bulan sebelum malam pertandingan, Mark Magsayo berada pada berat badan sekitar 64,6 kilogram, 5,8 kilogram di atas batas berat badan untuk divisi barunya, kelas bulu super 58,9 kg.
Biasanya, saat ia berlaga sebagai petinju kelas bulu, Mark Magsayo tidak akan mencapai berat badan ini sampai sekitar dua minggu sebelum pertandingan, yang berarti ia akan mengalami kesulitan untuk menurunkan berat badannya. Walau selalu ada kilasan dari kekuatan eksplosif dan kecepatannya, bagian tersulitnya adalah mempertahankan kecepatan tersebut dalam sebuah laga yang panjang.
Kini, dengan bertarung di divisi yang lebih sesuai dan berlatih mendekati berat badan tarungnya, Magsayo mengatakan bahwa ia merasa lebih berenergi menjelang laga 19 Juli melawan Jorge Mata Cuellar dalam laga pendukung utama Mario Barrios vs Manny Pacquiao di MGM Grand, Las Vegas. ''Ini adalah perbedaan besar sejak saya naik kelas, karena saya merasa lebih kuat, lebih cepat dan lebih rileks saat bertarung di kelas 58,9 kg,” ujar Mark Magsayo, 27-2 (18 KO).
Baca Juga: Tubuh Kecil Terence Crawford Sulit Kalahkan Canelo di Kelas 76,2 Kg
Mantan pemegang gelar kelas bulu WBC ini berbicara kepada BoxingScene setelah delapan ronde sparring pada hari Sabtu di Wild Card Boxing, Los Angeles, melawan dua lawan yang berbeda, termasuk petinju profesional yang belum terkalahkan, Brandon McCarthy dan seorang atlet amatir yang lebih muda. "Sangat mudah, meskipun saya bertarung selama delapan ronde, saya tidak melemah. Jadi saya merasa kuat sampai delapan ronde. Mungkin minggu depan saya sudah 100 persen, sekarang mungkin 80-90 persen."
Pelatih kepala Marvin Somodio mengatakan bahwa ia juga melihat perbedaan pada penampilan rekan senegaranya dari provinsi Bohol, Filipina, sejak Magsayo membuat keputusan pada tahun 2023 untuk meninggalkan divisi dimana ia berlaga sejak ia menjadi atlet profesional pada usia 17 tahun, satu dekade sebelumnya.
''Saya rasa apa yang terjadi di kelas 57,1 kg, ia tidak ingin hal itu terjadi lagi karena ia berjuang dan kesulitan untuk menaikkan berat badannya,” kata Somodio. “Anda melihat penampilannya, sparringnya, pekerjaan sarung tangannya, itu jauh lebih baik.”
Magsayo akan membutuhkan seluruh energinya untuk menghadapi Mata, 21-2-2 (13 KO), seorang petarung yang penuh aksi dari Jalisco, Meksiko. Mata datang dengan lima kemenangan beruntun sejak kekalahan angka terbelah dari Jose Luis Vazquez Hernandez pada tahun 2023.
Petinju berusia 24 tahun ini hanya pernah dihentikan satu kali, saat menghadapi Eduardo Hernandez - penantang berbobot 58,9 kilogram yang diperintahkan oleh WBC untuk bertarung dalam laga perebutan gelar sebelum Hernandez mengundurkan diri karena masalah medis. "Jorge Mata adalah petarung yang baik, dia bertarung dengan Eduardo Hernandez, dia bertarung dengan baik. Saya tahu gayanya, dia bagus, dan saya telah mempersiapkan diri untuk itu sejak pertarungan terakhir saya," kata Magsayo.
Somodio menambahkan: "Ini adalah laga yang sangat bagus karena ia suka bertarung, Mark juga suka bertarung, maka saya rasa ini akan menjadi laga yang menyenangkan untuk ditonton. Saya rasa gaya bertarung Mark sangat cocok untuknya."
Walau laga ini tidak akan ditayangkan di televisi dalam pay-per-view PBC, Magsayo memiliki motivasi yang tinggi untuk menghadapi laga 10 ronde ini. Pertarungan ini akan berada di undercard Barrios vs Pacquiao, memberikan Magsayo kesempatan yang lebih besar untuk tampil di laga tambahan dari petinju Filipina yang paling sukses dan populer sepanjang masa.
Kembalinya Pacquiao ke atas ring setelah empat tahun tidak aktif telah membawa perhatian yang lebih besar bagi para petinju Filipina, termasuk Magsayo. ''Sebuah kehormatan bisa bertarung bersama petinju legendaris seperti Manny Pacquiao,” ujar Magsayo, yang telah menang tiga kali berturut-turut sejak kalah angka mutlak dari Rey Vargas.
"Dia adalah pahlawan saya, dia adalah mentor saya, dia adalah alasan saya mulai bertinju. Ia selalu memberi saya motivasi setiap kali berlatih dan bertanding. Sekarang saya berada di laga tambahan untuk kedua kalinya, jadi merupakan kehormatan bagi saya untuk bertarung dengannya. Setiap kali kami berlari bersama, berlatih bersama, ia memotivasi kami dan menginspirasi kami untuk berlatih dan bekerja lebih keras. Ia menularkan mentalitas Mamba itu."
Walau ini bukanlah laga perebutan gelar, ada banyak hal yang dipertaruhkan bagi Magsayo. Jika ia menang, promotor Sean Gibbons mengatakan bahwa Magsayo akan diperintahkan oleh WBC untuk menghadapi penantang nomor 3, Michael Magnesi, 25-2 (13 KO), dari Lazio, Italia, dalam pertarungan eliminasi. Magsayo-Magnesi akan menentukan penantang wajib bagi pemenang antara pemegang gelar O'Shaquie Foster dan Stephen Fulton, yang akan berlangsung pada tanggal 16 Agustus dalam laga tambahan dari pertandingan ulang Gervonta Davis vs Lamont Roach.
Baca Juga: Khabib Nurmagomedov Kirim Pesan Menyentuh untuk Jon Jones: Selamat Legenda!
Magnesi, 30 tahun, adalah seorang pemukul agresif seperti Mata dan telah memiliki dua kesempatan untuk naik ke divisi teratas, kalah angka terbelah pada tahun 2023 dari Anthony Cacace dan dihentikan pada 12 tahun lalu oleh Masanori Rikiishi - keduanya adalah mantan pemegang gelar juara kelas ringan junior IBF. Ia dipromosikan oleh Alessandra Branco, yang merupakan istrinya dan putri dari mantan pemegang gelar kelas berat ringan WBA, Silvio Branco.
"Kami sedang merundingkan pertarungan itu sekarang. Kami ingin melihatnya terjadi pada akhir September atau Oktober," kata Presiden MP Promotions, Gibbons. “Jika kami tidak dapat mencapai kesepakatan, maka ya, laga itu akan masuk ke dalam penawaran.”
Mengenai kesempatan perebutan gelar, Magsayo mengatakan bahwa ia lebih memilih untuk menghadapi pemenang dari laga Foster-Fulton - sebuah laga yang ia anggap sebagai laga pilihan - namun ia mengatakan bahwa ia akan menerima kesempatan mana pun yang datang terlebih dahulu.
Somodio mengatakan bahwa pertarungan melawan Foster dan pemegang gelar WBO Emanuel Navarrete akan menjadi yang paling menarik bagi para penonton, namun ia yakin bahwa Magsayo dapat mengalahkan siapa pun dalam divisi ini. "Saya pikir semua juara saat ini, saya pikir Mark akan siap. Kami hanya harus memastikan bahwa kami akan memenangkan laga ini," kata Somodio. "Setelah laga ini, kami dapat melawan juara mana pun yang tersedia. Saya sangat yakin akan hal ini. Saya sangat bersemangat untuk menampilkan Mark Magsayo yang baru pada tanggal 19 Juli nanti.”
Biasanya, saat ia berlaga sebagai petinju kelas bulu, Mark Magsayo tidak akan mencapai berat badan ini sampai sekitar dua minggu sebelum pertandingan, yang berarti ia akan mengalami kesulitan untuk menurunkan berat badannya. Walau selalu ada kilasan dari kekuatan eksplosif dan kecepatannya, bagian tersulitnya adalah mempertahankan kecepatan tersebut dalam sebuah laga yang panjang.
Kini, dengan bertarung di divisi yang lebih sesuai dan berlatih mendekati berat badan tarungnya, Magsayo mengatakan bahwa ia merasa lebih berenergi menjelang laga 19 Juli melawan Jorge Mata Cuellar dalam laga pendukung utama Mario Barrios vs Manny Pacquiao di MGM Grand, Las Vegas. ''Ini adalah perbedaan besar sejak saya naik kelas, karena saya merasa lebih kuat, lebih cepat dan lebih rileks saat bertarung di kelas 58,9 kg,” ujar Mark Magsayo, 27-2 (18 KO).
Baca Juga: Tubuh Kecil Terence Crawford Sulit Kalahkan Canelo di Kelas 76,2 Kg
Mantan pemegang gelar kelas bulu WBC ini berbicara kepada BoxingScene setelah delapan ronde sparring pada hari Sabtu di Wild Card Boxing, Los Angeles, melawan dua lawan yang berbeda, termasuk petinju profesional yang belum terkalahkan, Brandon McCarthy dan seorang atlet amatir yang lebih muda. "Sangat mudah, meskipun saya bertarung selama delapan ronde, saya tidak melemah. Jadi saya merasa kuat sampai delapan ronde. Mungkin minggu depan saya sudah 100 persen, sekarang mungkin 80-90 persen."
Pelatih kepala Marvin Somodio mengatakan bahwa ia juga melihat perbedaan pada penampilan rekan senegaranya dari provinsi Bohol, Filipina, sejak Magsayo membuat keputusan pada tahun 2023 untuk meninggalkan divisi dimana ia berlaga sejak ia menjadi atlet profesional pada usia 17 tahun, satu dekade sebelumnya.
''Saya rasa apa yang terjadi di kelas 57,1 kg, ia tidak ingin hal itu terjadi lagi karena ia berjuang dan kesulitan untuk menaikkan berat badannya,” kata Somodio. “Anda melihat penampilannya, sparringnya, pekerjaan sarung tangannya, itu jauh lebih baik.”
Magsayo akan membutuhkan seluruh energinya untuk menghadapi Mata, 21-2-2 (13 KO), seorang petarung yang penuh aksi dari Jalisco, Meksiko. Mata datang dengan lima kemenangan beruntun sejak kekalahan angka terbelah dari Jose Luis Vazquez Hernandez pada tahun 2023.
Petinju berusia 24 tahun ini hanya pernah dihentikan satu kali, saat menghadapi Eduardo Hernandez - penantang berbobot 58,9 kilogram yang diperintahkan oleh WBC untuk bertarung dalam laga perebutan gelar sebelum Hernandez mengundurkan diri karena masalah medis. "Jorge Mata adalah petarung yang baik, dia bertarung dengan Eduardo Hernandez, dia bertarung dengan baik. Saya tahu gayanya, dia bagus, dan saya telah mempersiapkan diri untuk itu sejak pertarungan terakhir saya," kata Magsayo.
Somodio menambahkan: "Ini adalah laga yang sangat bagus karena ia suka bertarung, Mark juga suka bertarung, maka saya rasa ini akan menjadi laga yang menyenangkan untuk ditonton. Saya rasa gaya bertarung Mark sangat cocok untuknya."
Walau laga ini tidak akan ditayangkan di televisi dalam pay-per-view PBC, Magsayo memiliki motivasi yang tinggi untuk menghadapi laga 10 ronde ini. Pertarungan ini akan berada di undercard Barrios vs Pacquiao, memberikan Magsayo kesempatan yang lebih besar untuk tampil di laga tambahan dari petinju Filipina yang paling sukses dan populer sepanjang masa.
Kembalinya Pacquiao ke atas ring setelah empat tahun tidak aktif telah membawa perhatian yang lebih besar bagi para petinju Filipina, termasuk Magsayo. ''Sebuah kehormatan bisa bertarung bersama petinju legendaris seperti Manny Pacquiao,” ujar Magsayo, yang telah menang tiga kali berturut-turut sejak kalah angka mutlak dari Rey Vargas.
"Dia adalah pahlawan saya, dia adalah mentor saya, dia adalah alasan saya mulai bertinju. Ia selalu memberi saya motivasi setiap kali berlatih dan bertanding. Sekarang saya berada di laga tambahan untuk kedua kalinya, jadi merupakan kehormatan bagi saya untuk bertarung dengannya. Setiap kali kami berlari bersama, berlatih bersama, ia memotivasi kami dan menginspirasi kami untuk berlatih dan bekerja lebih keras. Ia menularkan mentalitas Mamba itu."
Walau ini bukanlah laga perebutan gelar, ada banyak hal yang dipertaruhkan bagi Magsayo. Jika ia menang, promotor Sean Gibbons mengatakan bahwa Magsayo akan diperintahkan oleh WBC untuk menghadapi penantang nomor 3, Michael Magnesi, 25-2 (13 KO), dari Lazio, Italia, dalam pertarungan eliminasi. Magsayo-Magnesi akan menentukan penantang wajib bagi pemenang antara pemegang gelar O'Shaquie Foster dan Stephen Fulton, yang akan berlangsung pada tanggal 16 Agustus dalam laga tambahan dari pertandingan ulang Gervonta Davis vs Lamont Roach.
Baca Juga: Khabib Nurmagomedov Kirim Pesan Menyentuh untuk Jon Jones: Selamat Legenda!
Magnesi, 30 tahun, adalah seorang pemukul agresif seperti Mata dan telah memiliki dua kesempatan untuk naik ke divisi teratas, kalah angka terbelah pada tahun 2023 dari Anthony Cacace dan dihentikan pada 12 tahun lalu oleh Masanori Rikiishi - keduanya adalah mantan pemegang gelar juara kelas ringan junior IBF. Ia dipromosikan oleh Alessandra Branco, yang merupakan istrinya dan putri dari mantan pemegang gelar kelas berat ringan WBA, Silvio Branco.
"Kami sedang merundingkan pertarungan itu sekarang. Kami ingin melihatnya terjadi pada akhir September atau Oktober," kata Presiden MP Promotions, Gibbons. “Jika kami tidak dapat mencapai kesepakatan, maka ya, laga itu akan masuk ke dalam penawaran.”
Mengenai kesempatan perebutan gelar, Magsayo mengatakan bahwa ia lebih memilih untuk menghadapi pemenang dari laga Foster-Fulton - sebuah laga yang ia anggap sebagai laga pilihan - namun ia mengatakan bahwa ia akan menerima kesempatan mana pun yang datang terlebih dahulu.
Somodio mengatakan bahwa pertarungan melawan Foster dan pemegang gelar WBO Emanuel Navarrete akan menjadi yang paling menarik bagi para penonton, namun ia yakin bahwa Magsayo dapat mengalahkan siapa pun dalam divisi ini. "Saya pikir semua juara saat ini, saya pikir Mark akan siap. Kami hanya harus memastikan bahwa kami akan memenangkan laga ini," kata Somodio. "Setelah laga ini, kami dapat melawan juara mana pun yang tersedia. Saya sangat yakin akan hal ini. Saya sangat bersemangat untuk menampilkan Mark Magsayo yang baru pada tanggal 19 Juli nanti.”
(aww)
Lihat Juga :