Kisah Charles Oliveira: Sang Pemecah Rekor Bonus UFC, Siap Rebut Juara Kelas Ringan
Kamis, 26 Juni 2025 - 18:38 WIB
loading...
Mantan juara kelas ringan UFC, Charles Do Bronx Oliveira, kembali ke Octagon untuk menghadapi Ilia Topuria di UFC 317, di T-Mobile Arena, Las Vegas, akhir pekan ini / Foto: The Independent
A
A
A
Mantan juara kelas ringan UFC , Charles "Do Bronx" Oliveira, kembali ke Octagon untuk menghadapi Ilia Topuria di UFC 317, di T-Mobile Arena, Las Vegas, akhir pekan ini. Oliveira, yang pernah dicap sebagai petarung bermental "menyerah" di pertarungan besar, kini telah bertransformasi menjadi salah satu petarung paling fenomenal dan pemecah rekor di sejarah UFC.
Karier awal Do Bronx di UFC, yang dimulai pada 2010, memang penuh pasang surut. Ia mencatat rekor 2-4 (1) dalam tujuh pertarungan pertamanya, bolak-balik antara divisi kelas bulu dan kelas ringan. Kekalahan dari nama-nama besar seperti Jim Miller, Donald Cerrone, Cub Swanson, dan Frankie Edgar sempat membentuk reputasinya sebagai petarung yang menghibur namun memiliki kekurangan fundamental.
Namun, titik baliknya terjadi pada 2018 ketika ia mengalahkan Clay Guida via submission. Kemenangan itu menandai dimulainya rentetan 11 kemenangan beruntun, yang berpuncak pada kemenangan atas Michael Chandler pada 2021, mengantarkannya menjadi juara kelas ringan yang kala itu lowong.
Baca Juga: Islam Makhachev Paksa Dana White untuk Duel Gelar Ganda di Madison Square Garden: Ini Bukan Soal!
Petarung berusia 35 tahun asal Sao Paulo ini kini memegang rekor MMA profesional 35-10 (dengan satu no contest). Lebih mencengangkan lagi, Oliveira memegang rekor bonus performa terbanyak dalam sejarah UFC dengan 20 bonus. Bonus-bonus ini, yang merupakan penghargaan uang tunai terpisah dari Dana White, mencakup Fight of the Night (FOTN), Knockout of the Night, Submission of the Night, dan Performance of the Night (POTN).
Oliveira telah mengumpulkan tiga Knockout of the Night, empat penghargaan Fight of the Night, dan 13 insentif Performance of the Night sepanjang kariernya yang gemilang. Dengan KO dominannya atas Beneil Dariush di UFC 289 tahun lalu, ia meraih bonus ke-19, melampaui rekor Donald Cerrone (18).
Bonus ke-20 didapatkan saat mengalahkan Chandler di UFC 309 pada November lalu. Total, Oliveira telah mengantongi USD1.000.000 atau Rp16 miliar hanya dari bonus saja.
Baca Juga: Khabib Nurmagomedov Kirim Pesan Menyentuh untuk Jon Jones: Selamat Legenda!
Meski sempat memegang sabuk juara kelas ringan, kekuasaan Oliveira tak bertahan lama. Ia dilucuti dari gelarnya di UFC 274 tahun 2022 setelah kelebihan berat badan 0,5 pound jelang pertarungan melawan Justin Gaethje. Namun, hal itu tak menghentikannya untuk tetap mengalahkan Gaethje via rear naked choke di ronde pertama.
Kemenangan itu membawanya pada pertarungan gelar melawan murid tak terkalahkan Khabib Nurmagomedov, Islam Makhachev. Sayangnya, Oliveira kalah via arm triangle choke di ronde kedua, kehilangan sabuknya. Ia bangkit dengan kemenangan melawan Dariush, sebelum kalah tipis via split decision dari Arman Tsarukyan di UFC 300 awal tahun ini.
Kini, Oliveira kembali ke jalur kemenangan dengan mengalahkan Chandler di UFC 309, memberinya kesempatan untuk mengukuhkan warisannya di UFC 317. Meskipun ia mungkin berharap untuk membalas dendam atas kekalahan dari Makhachev, petarung Rusia itu telah naik divisi.
Ini berarti Oliveira akan berhadapan dengan mantan juara kelas bulu, Ilia Topuria, yang telah naik ke kelas ringan untuk pertandingan utama di Las Vegas. Ditanya mengenai gaya Topuria, Oliveira menjawab: "Pada kenyataannya, saya tidak terlalu fokus pada apa yang telah [Topuria] lakukan, tetapi [lebih] pada apa yang bisa kami dapatkan dan ambil. Tim saya akan memetakan Topuria sehingga kami dapat melihat permainan mana yang dapat kami mainkan, tetapi seluruh perhatian, pada kenyataannya, adalah apa yang dapat saya bawa ke dalam [pertarungan]."
"Kami lebih dari siap untuk pertarungan ini. [Topuria] adalah lawan yang tangguh, tetapi saya tahu kekuatan yang saya miliki. Saya akan mengerahkan segenap kemampuan, saya punya janji yang harus dipenuhi dan saya akan mendapatkan sabuk ini."
Karier awal Do Bronx di UFC, yang dimulai pada 2010, memang penuh pasang surut. Ia mencatat rekor 2-4 (1) dalam tujuh pertarungan pertamanya, bolak-balik antara divisi kelas bulu dan kelas ringan. Kekalahan dari nama-nama besar seperti Jim Miller, Donald Cerrone, Cub Swanson, dan Frankie Edgar sempat membentuk reputasinya sebagai petarung yang menghibur namun memiliki kekurangan fundamental.
Namun, titik baliknya terjadi pada 2018 ketika ia mengalahkan Clay Guida via submission. Kemenangan itu menandai dimulainya rentetan 11 kemenangan beruntun, yang berpuncak pada kemenangan atas Michael Chandler pada 2021, mengantarkannya menjadi juara kelas ringan yang kala itu lowong.
Baca Juga: Islam Makhachev Paksa Dana White untuk Duel Gelar Ganda di Madison Square Garden: Ini Bukan Soal!
Petarung berusia 35 tahun asal Sao Paulo ini kini memegang rekor MMA profesional 35-10 (dengan satu no contest). Lebih mencengangkan lagi, Oliveira memegang rekor bonus performa terbanyak dalam sejarah UFC dengan 20 bonus. Bonus-bonus ini, yang merupakan penghargaan uang tunai terpisah dari Dana White, mencakup Fight of the Night (FOTN), Knockout of the Night, Submission of the Night, dan Performance of the Night (POTN).
Oliveira telah mengumpulkan tiga Knockout of the Night, empat penghargaan Fight of the Night, dan 13 insentif Performance of the Night sepanjang kariernya yang gemilang. Dengan KO dominannya atas Beneil Dariush di UFC 289 tahun lalu, ia meraih bonus ke-19, melampaui rekor Donald Cerrone (18).
Bonus ke-20 didapatkan saat mengalahkan Chandler di UFC 309 pada November lalu. Total, Oliveira telah mengantongi USD1.000.000 atau Rp16 miliar hanya dari bonus saja.
Baca Juga: Khabib Nurmagomedov Kirim Pesan Menyentuh untuk Jon Jones: Selamat Legenda!
Jalan Berliku Menuju Puncak dan Ambisi Kembali Berkuasa
Meski sempat memegang sabuk juara kelas ringan, kekuasaan Oliveira tak bertahan lama. Ia dilucuti dari gelarnya di UFC 274 tahun 2022 setelah kelebihan berat badan 0,5 pound jelang pertarungan melawan Justin Gaethje. Namun, hal itu tak menghentikannya untuk tetap mengalahkan Gaethje via rear naked choke di ronde pertama.
Kemenangan itu membawanya pada pertarungan gelar melawan murid tak terkalahkan Khabib Nurmagomedov, Islam Makhachev. Sayangnya, Oliveira kalah via arm triangle choke di ronde kedua, kehilangan sabuknya. Ia bangkit dengan kemenangan melawan Dariush, sebelum kalah tipis via split decision dari Arman Tsarukyan di UFC 300 awal tahun ini.
Kini, Oliveira kembali ke jalur kemenangan dengan mengalahkan Chandler di UFC 309, memberinya kesempatan untuk mengukuhkan warisannya di UFC 317. Meskipun ia mungkin berharap untuk membalas dendam atas kekalahan dari Makhachev, petarung Rusia itu telah naik divisi.
Ini berarti Oliveira akan berhadapan dengan mantan juara kelas bulu, Ilia Topuria, yang telah naik ke kelas ringan untuk pertandingan utama di Las Vegas. Ditanya mengenai gaya Topuria, Oliveira menjawab: "Pada kenyataannya, saya tidak terlalu fokus pada apa yang telah [Topuria] lakukan, tetapi [lebih] pada apa yang bisa kami dapatkan dan ambil. Tim saya akan memetakan Topuria sehingga kami dapat melihat permainan mana yang dapat kami mainkan, tetapi seluruh perhatian, pada kenyataannya, adalah apa yang dapat saya bawa ke dalam [pertarungan]."
"Kami lebih dari siap untuk pertarungan ini. [Topuria] adalah lawan yang tangguh, tetapi saya tahu kekuatan yang saya miliki. Saya akan mengerahkan segenap kemampuan, saya punya janji yang harus dipenuhi dan saya akan mendapatkan sabuk ini."
(yov)
Lihat Juga :