Transformasi Tubuh Deontay Wilder Jelang Comeback Lawan Tyrrell Herndon: Semakin Kekar, Bobot Naik
Jum'at, 27 Juni 2025 - 20:14 WIB
loading...
Transformasi Tubuh Deontay Wilder Jelang Comeback Lawan Tyrrell Herndon: Semakin Kekar, Bobot Naik
A
A
A
LAS VEGAS - Deontay Wilder kembali naik ring dengan misi membungkam para pengkritik dan membuktikan bahwa “The Bronze Bomber” belum habis. Dalam sesi timbang badan jelang duel melawan Tyrrell Herndon, Jumat (28/6/2025) waktu setempat, Wilder tampil mengesankan dengan tubuh berotot dan perut six-pack yang mencolok.
Petinju asal Alabama itu tercatat memiliki bobot 225,5 pon (102,3 kg)—naik 11 pon dibanding pertarungan terakhirnya melawan Zhilei Zhang pada Juni 2024. Saat itu, Wilder bertarung dengan berat 214,5 pon dan mengalami kekalahan KO brutal.
Di sisi lain, lawannya Herndon justru turun bobot secara signifikan. Petinju asal Texas itu menyusut dari 235 pon menjadi 218,3 pon (99 kg), tampaknya demi mengejar kelincahan di atas ring.
Baca juga: Osleys Iglesias Tampil di Eliminasi Final IBF, Duel Sengit Lawan Shishkin atau Simpson Menanti?
Wilder (43-4-1, 42 KO) mengalami kemerosotan performa sejak kalah dari Tyson Fury dalam trilogi legendaris mereka. Setelah menang mudah atas Robert Helenius pada 2022, ia justru takluk dari Joseph Parker lewat angka, lalu tumbang ke kanvas saat menghadapi Zhilei Zhang.
Kini, di usia 39 tahun, Wilder kembali mencoba menyalakan bara kariernya. Lawan yang dihadapi kali ini dianggap banyak pihak sebagai batu loncatan ideal: Tyrrell Herndon (24-5), petinju yang dikenal mampu mengalahkan petinju level bawah tapi kerap roboh saat naik kelas.
Petinju seperti Richard Torrez Jr dan Efe Ajagba telah menghentikan Herndon hanya dalam dua ronde. Maka tak heran jika Wilder dijagokan menyelesaikan pertarungan ini sebelum bel berbunyi panjang.
Meski dianggap sebagai "korban kurban" oleh banyak pihak, Herndon justru tampil percaya diri dalam wawancara dengan talkSPORT.
“Bagi banyak orang ini mungkin terdengar mustahil, tapi di kepala saya, ini sudah saya bayangkan sejak lama,” ucap Herndon. “Saya tahu mereka akan bilang Wilder sudah habis jika saya menang. Tapi saya tidak peduli. Saya di sini, dan saya akan melakukan sesuatu yang mustahil.”
Laga ini bisa jadi menjadi penentuan bagi masa depan Wilder di dunia tinju. Jika tampil meyakinkan dan menang cepat, peluang besar kembali masuk persaingan kelas berat terbuka lebar. Namun jika terpeleset, bukan tak mungkin duel melawan Herndon menjadi akhir dari legenda KO ini.
Apakah Wilder akan kembali garang seperti dulu, atau justru memberi panggung kejutan untuk Herndon? Jawabannya akan hadir malam ini saat Deontay Wilder vs Tyrrell Herndon dimulai.
Petinju asal Alabama itu tercatat memiliki bobot 225,5 pon (102,3 kg)—naik 11 pon dibanding pertarungan terakhirnya melawan Zhilei Zhang pada Juni 2024. Saat itu, Wilder bertarung dengan berat 214,5 pon dan mengalami kekalahan KO brutal.
Di sisi lain, lawannya Herndon justru turun bobot secara signifikan. Petinju asal Texas itu menyusut dari 235 pon menjadi 218,3 pon (99 kg), tampaknya demi mengejar kelincahan di atas ring.
Baca juga: Osleys Iglesias Tampil di Eliminasi Final IBF, Duel Sengit Lawan Shishkin atau Simpson Menanti?
Wilder (43-4-1, 42 KO) mengalami kemerosotan performa sejak kalah dari Tyson Fury dalam trilogi legendaris mereka. Setelah menang mudah atas Robert Helenius pada 2022, ia justru takluk dari Joseph Parker lewat angka, lalu tumbang ke kanvas saat menghadapi Zhilei Zhang.
Kini, di usia 39 tahun, Wilder kembali mencoba menyalakan bara kariernya. Lawan yang dihadapi kali ini dianggap banyak pihak sebagai batu loncatan ideal: Tyrrell Herndon (24-5), petinju yang dikenal mampu mengalahkan petinju level bawah tapi kerap roboh saat naik kelas.
Petinju seperti Richard Torrez Jr dan Efe Ajagba telah menghentikan Herndon hanya dalam dua ronde. Maka tak heran jika Wilder dijagokan menyelesaikan pertarungan ini sebelum bel berbunyi panjang.
Meski dianggap sebagai "korban kurban" oleh banyak pihak, Herndon justru tampil percaya diri dalam wawancara dengan talkSPORT.
“Bagi banyak orang ini mungkin terdengar mustahil, tapi di kepala saya, ini sudah saya bayangkan sejak lama,” ucap Herndon. “Saya tahu mereka akan bilang Wilder sudah habis jika saya menang. Tapi saya tidak peduli. Saya di sini, dan saya akan melakukan sesuatu yang mustahil.”
Laga ini bisa jadi menjadi penentuan bagi masa depan Wilder di dunia tinju. Jika tampil meyakinkan dan menang cepat, peluang besar kembali masuk persaingan kelas berat terbuka lebar. Namun jika terpeleset, bukan tak mungkin duel melawan Herndon menjadi akhir dari legenda KO ini.
Apakah Wilder akan kembali garang seperti dulu, atau justru memberi panggung kejutan untuk Herndon? Jawabannya akan hadir malam ini saat Deontay Wilder vs Tyrrell Herndon dimulai.
(sto)
Lihat Juga :