Direktur Teknik FFI Kecam Kericuhan Final Futsal Porprov di Kota Malang: Menodai Semangat Olahraga!
Sabtu, 28 Juni 2025 - 13:02 WIB
loading...
Direktur Teknik FFI Kecam Kericuhan Final Futsal Porprov di Kota Malang: Menodai Semangat Olahraga!
A
A
A
MALANG - Direktur Teknik Federasi Futsal Indonesia ( FFI ) Hector Souto mengecam aksi kericuhan di laga final futsal Porprov Jawa Timur di Kota Malang. Hector Souto memang memberikan perhatian lebih usai laga final antara Kota Malang dan Kota Surabaya di Graha Polinema, Kota Malang, pada Jumat sore (27/6/2025) berakhir ricuh.
Hector Souto mengungkapkan, futsal haruslah menjadi ruang untuk semangat, hormat, dan fair play. Kekerasan dalam olahraga disebut Hector, tidak hanya merusak pengalaman bagi pemain, suporter, dan penyelenggara, tapi juga mencerminkan lemahnya budaya olahraga hingga menghambat target besar lolos ke Piala Dunia.
"Kasus Porprov Jatim adalah contoh memilukan bagaimana aksi kekerasan menodai semangat olahraga," kata Hector Souto, dalam unggahan story di Instagram pribadinya @souto.h.
Baca Juga: FFI Umumkan Peran Strategis Hector Souto sebagai Pelatih Kepala & Direktur Teknik Futsal Indonesia
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan, pentingnya mempromosikan nilai-nilai hormat, disiplin, dan kerja tim sejak dini. Ia pun meminta pemberian sanksi, tidak ada toleransi terhadap kekerasan di tribun maupun di lapangan.
"Berikan sanksi tegas nol toleransi terhadap kekerasan, baik di lapangan maupun tribun. Edukasi suporter, dukungan harus penuh semangat dan riang, bukan agresif," tegasnya.
"Futsal seharusnya mempersatukan, bukan memecah belah. Mari terus berjuang untuk budaya olahraga yang sehat dan membangun," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, insiden kericuhan terjadi di laga final futsal pria Porprov Jawa Timur antara Kota Malang melawan Kota Surabaya. Laga yang berlangsung sejak pukul 13.30 WIB, Jumat siang (27/6/2025) sudah berlangsung panas, diperparah dengan atmosfer suporter yang menyanyikan lagu umpatan ke lawan, layaknya di laga Arema FC melawan Persebaya
Laga terpaksa dihentikan saat menyisakan 11 menit pertandingan akibat penonton yang masuk ke lapangan. Sejumlah penonton juga melemparkan beberapa benda salah satunya minuman plastik ke lapangan.
Hector Souto mengungkapkan, futsal haruslah menjadi ruang untuk semangat, hormat, dan fair play. Kekerasan dalam olahraga disebut Hector, tidak hanya merusak pengalaman bagi pemain, suporter, dan penyelenggara, tapi juga mencerminkan lemahnya budaya olahraga hingga menghambat target besar lolos ke Piala Dunia.
"Kasus Porprov Jatim adalah contoh memilukan bagaimana aksi kekerasan menodai semangat olahraga," kata Hector Souto, dalam unggahan story di Instagram pribadinya @souto.h.
Baca Juga: FFI Umumkan Peran Strategis Hector Souto sebagai Pelatih Kepala & Direktur Teknik Futsal Indonesia
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan, pentingnya mempromosikan nilai-nilai hormat, disiplin, dan kerja tim sejak dini. Ia pun meminta pemberian sanksi, tidak ada toleransi terhadap kekerasan di tribun maupun di lapangan.
"Berikan sanksi tegas nol toleransi terhadap kekerasan, baik di lapangan maupun tribun. Edukasi suporter, dukungan harus penuh semangat dan riang, bukan agresif," tegasnya.
"Futsal seharusnya mempersatukan, bukan memecah belah. Mari terus berjuang untuk budaya olahraga yang sehat dan membangun," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, insiden kericuhan terjadi di laga final futsal pria Porprov Jawa Timur antara Kota Malang melawan Kota Surabaya. Laga yang berlangsung sejak pukul 13.30 WIB, Jumat siang (27/6/2025) sudah berlangsung panas, diperparah dengan atmosfer suporter yang menyanyikan lagu umpatan ke lawan, layaknya di laga Arema FC melawan Persebaya
Laga terpaksa dihentikan saat menyisakan 11 menit pertandingan akibat penonton yang masuk ke lapangan. Sejumlah penonton juga melemparkan beberapa benda salah satunya minuman plastik ke lapangan.
(sto)
Lihat Juga :