Peserta Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 Cetak Rekor Tertinggi
Minggu, 29 Juni 2025 - 06:06 WIB
loading...
Sebanyak 876 atlet muda panahan dari 28 provinsi berkumpul di Supersoccer Arena untuk mengukir sejarah di Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 / Foto: Ist
A
A
A
Sebanyak 876 atlet muda panahan dari 28 provinsi berkumpul di Supersoccer Arena untuk mengukir sejarah di Archery Challenge Kejurnas Junior 2025. Turnamen akbar ini berlangsung 28 Juni hingga 5 Juli 2025.
Acara pembukaan, Sabtu (28/6/2025) kemarin, turut dihadiri Ketua Panitia Pelaksana Abdul Razak, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Menpora Ario Bimo Nandito Ariotedjo dan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris. Menpora Dito, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas sinergi antara Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dan Bakti Olahraga Djarum Foundation. Menurutnya, kolaborasi ini krusial untuk meningkatkan minat masyarakat dan memastikan regenerasi atlet panahan terus berjalan.
"Pemerintah memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk cabang olahraga panahan. Saya juga berterima kasih karena kami mendapat dukungan dari federasi yang berintegrasi dan perusahaan swasta besar yang mencintai olahraga," tegas Menpora Dito.
Menpora Dito menambahkan bahwa hasil kolaborasi ini sudah terlihat nyata, dengan jumlah peserta Kejurnas Panahan Junior 2025 yang mencapai rekor tertinggi, di atas 850 atlet. "Panahan adalah cabang olahraga unggulan Indonesia di setiap multi event bergengsi dunia karena selalu meloloskan wakil Tanah Air bahkan di Olimpiade. Saya yakin generasi muda akan terbangun lebih baik dan prestasi olahraga termasuk panahan akan menjulang lebih tinggi," pungkasnya optimistis.
Ketua Umum PB Perpani, Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat, menyatakan bahwa Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 adalah langkah awal menuju kejayaan panahan Indonesia di kancah global. Ia percaya bahwa pembinaan atlet junior yang berkelanjutan adalah kunci masa depan olahraga ini.
"MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 adalah langkah serius dari Perpani, Pengprov, klub, dan sponsor dalam membangun ekosistem panahan nasional yang terstruktur dan berkelanjutan," ujar Arsjad.
Arsjad berpesan kepada para atlet untuk terus bersemangat berlatih. "Kejurnas ini akan menjadi pintu untuk langkah selanjutnya, baik itu pelatnas, SEA Games, atau bahkan Olimpiade," tambahnya.
Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menjelaskan bahwa event ini merupakan upaya nyata untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap panahan. Yoppy menekankan pentingnya pemassalan olahraga secara berkesinambungan untuk menjaga ekosistem dan meningkatkan prestasi.
"Kami menyambut baik MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 ini. Selain dapat memotivasi para atlet junior, para atlet usia dini dapat turut mempunyai kesempatan untuk mengamati dan mempelajari panahan dari jarak dekat," kata Yoppy.
Yoppy berharap upaya konsisten ini akan melahirkan bibit-bibit atlet kelas dunia dan suatu hari nanti membawa pulang medali emas Olimpiade, melanjutkan jejak sejarah perak di Olimpiade Seoul 1988 oleh tiga srikandi legendaris: Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani. Pihaknya juga berkomitmen mendukung promosi sport tourism di Kudus dengan menghadirkan berbagai turnamen nasional, mulai dari Bulu Tangkis, Sepak Bola Putri, Atletik, hingga Panahan.
Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 mempertandingkan tiga nomor Utama, yakni Divisi Recurve, Divisi Compound, dan Divisi Nasional (standard bow). Peserta dibagi berdasarkan kelompok usia: U-13, U-15, dan U-18, dengan tambahan kategori U-10 khusus untuk Divisi Nasional.
Provinsi Jawa Tengah menjadi kontingen terbesar dengan 80 atlet junior, diikuti DKI Jakarta (79 atlet) dan Jawa Barat (77 atlet). Total 321 medali (107 emas, 107 perak, 107 perunggu) akan diperebutkan melalui babak kualifikasi hingga eliminasi untuk kategori perorangan, beregu, dan beregu campuran. Sistem penilaian mengadopsi standar federasi panahan dunia, dengan set system untuk Divisi Recurve dan Nasional (pemanah pertama mencapai 6 poin dinyatakan pemenang), serta akumulasi skor untuk Divisi Compound (skor tertinggi menjadi pemenang).
Kejurnas Panahan Junior terus berkembang setiap tahun, dari Yogyakarta (2022), Jawa Barat (2023), Batam (2024), hingga kini di Kudus. Perpani juga terus berinovasi, memperluas kategori usia dari U-15 dan U-18 di tahun 2023, menambahkan U-13 di tahun lalu, hingga kini menyertakan kategori U-10 untuk mengakomodasi lebih banyak bakat muda Tanah Air. Mampukah para pemanah muda ini mengukir prestasi gemilang dan menjadi penerus srikandi dan panahan Indonesia di kancah dunia?
Acara pembukaan, Sabtu (28/6/2025) kemarin, turut dihadiri Ketua Panitia Pelaksana Abdul Razak, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Menpora Ario Bimo Nandito Ariotedjo dan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris. Menpora Dito, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas sinergi antara Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dan Bakti Olahraga Djarum Foundation. Menurutnya, kolaborasi ini krusial untuk meningkatkan minat masyarakat dan memastikan regenerasi atlet panahan terus berjalan.
"Pemerintah memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk cabang olahraga panahan. Saya juga berterima kasih karena kami mendapat dukungan dari federasi yang berintegrasi dan perusahaan swasta besar yang mencintai olahraga," tegas Menpora Dito.
Menpora Dito menambahkan bahwa hasil kolaborasi ini sudah terlihat nyata, dengan jumlah peserta Kejurnas Panahan Junior 2025 yang mencapai rekor tertinggi, di atas 850 atlet. "Panahan adalah cabang olahraga unggulan Indonesia di setiap multi event bergengsi dunia karena selalu meloloskan wakil Tanah Air bahkan di Olimpiade. Saya yakin generasi muda akan terbangun lebih baik dan prestasi olahraga termasuk panahan akan menjulang lebih tinggi," pungkasnya optimistis.
Ketua Umum PB Perpani, Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat, menyatakan bahwa Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 adalah langkah awal menuju kejayaan panahan Indonesia di kancah global. Ia percaya bahwa pembinaan atlet junior yang berkelanjutan adalah kunci masa depan olahraga ini.
"MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 adalah langkah serius dari Perpani, Pengprov, klub, dan sponsor dalam membangun ekosistem panahan nasional yang terstruktur dan berkelanjutan," ujar Arsjad.
Arsjad berpesan kepada para atlet untuk terus bersemangat berlatih. "Kejurnas ini akan menjadi pintu untuk langkah selanjutnya, baik itu pelatnas, SEA Games, atau bahkan Olimpiade," tambahnya.
Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menjelaskan bahwa event ini merupakan upaya nyata untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap panahan. Yoppy menekankan pentingnya pemassalan olahraga secara berkesinambungan untuk menjaga ekosistem dan meningkatkan prestasi.
"Kami menyambut baik MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 ini. Selain dapat memotivasi para atlet junior, para atlet usia dini dapat turut mempunyai kesempatan untuk mengamati dan mempelajari panahan dari jarak dekat," kata Yoppy.
Yoppy berharap upaya konsisten ini akan melahirkan bibit-bibit atlet kelas dunia dan suatu hari nanti membawa pulang medali emas Olimpiade, melanjutkan jejak sejarah perak di Olimpiade Seoul 1988 oleh tiga srikandi legendaris: Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani. Pihaknya juga berkomitmen mendukung promosi sport tourism di Kudus dengan menghadirkan berbagai turnamen nasional, mulai dari Bulu Tangkis, Sepak Bola Putri, Atletik, hingga Panahan.
Pertarungan Sengit di Tiga Divisi, Total 321 Medali Menanti!
Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 mempertandingkan tiga nomor Utama, yakni Divisi Recurve, Divisi Compound, dan Divisi Nasional (standard bow). Peserta dibagi berdasarkan kelompok usia: U-13, U-15, dan U-18, dengan tambahan kategori U-10 khusus untuk Divisi Nasional.
Provinsi Jawa Tengah menjadi kontingen terbesar dengan 80 atlet junior, diikuti DKI Jakarta (79 atlet) dan Jawa Barat (77 atlet). Total 321 medali (107 emas, 107 perak, 107 perunggu) akan diperebutkan melalui babak kualifikasi hingga eliminasi untuk kategori perorangan, beregu, dan beregu campuran. Sistem penilaian mengadopsi standar federasi panahan dunia, dengan set system untuk Divisi Recurve dan Nasional (pemanah pertama mencapai 6 poin dinyatakan pemenang), serta akumulasi skor untuk Divisi Compound (skor tertinggi menjadi pemenang).
Kejurnas Panahan Junior terus berkembang setiap tahun, dari Yogyakarta (2022), Jawa Barat (2023), Batam (2024), hingga kini di Kudus. Perpani juga terus berinovasi, memperluas kategori usia dari U-15 dan U-18 di tahun 2023, menambahkan U-13 di tahun lalu, hingga kini menyertakan kategori U-10 untuk mengakomodasi lebih banyak bakat muda Tanah Air. Mampukah para pemanah muda ini mengukir prestasi gemilang dan menjadi penerus srikandi dan panahan Indonesia di kancah dunia?
(yov)
Lihat Juga :