Drama UFC 317: Dana White Kecam Konfrontasi Ilia Topuria vs Paddy Pimblett
Minggu, 29 Juni 2025 - 17:07 WIB
loading...
Konfrontasi panas pasca-pertarungan antara Raja kelas ringan dengan rival lamanya, Paddy Pimblett, menuai kritik pedas dari Presiden UFC, Dana White / Foto: talkSPORT
A
A
A
Euforia kemenangan Ilia Topuria di UFC 317 sedikit tercoreng. Pasalnya, konfrontasi panas pasca-pertarungan antara Raja kelas ringan dengan rival lamanya, Paddy Pimblett, menuai kritik pedas dari Presiden UFC, Dana White .
White menegaskan insiden tersebut seharusnya tidak pernah terjadi. Topuria, yang baru saja mencetak KO epik atas Charles Oliveira untuk merebut gelar juara kelas ringan UFC, langsung dihadapkan dengan Pimblett di dalam Octagon.
Momen ini terjadi tak lama setelah El Matador menepati janjinya untuk menjatuhkan petarung Brasil itu dengan kombinasi dahsyat di ronde pertama. Kemenangan ini menobatkan Topuria sebagai salah satu dari segelintir juara dua divisi dalam sejarah UFC, menyamai pencapaian Conor McGregor dan Jon Jones yang juga pernah memegang sabuk kelas bulu.
Baca Juga: Jake Paul Menang Angka Mutlak Lawan Chavez Jr, Penonton Kecewa
Banyak penggemar MMA berharap melihat "El Matador" menghadapi Pimblett berikutnya, mengingat sejarah panjang perseteruan keduanya yang berawal dari pertengkaran di sebuah hotel di London pada tahun 2022. Ketika Pimblett masuk ke dalam Octagon, ia langsung melancarkan psywar.
"Bagus sekali, itu KO yang hebat, aku akan memberimu itu, rasa hormat. Tapi kamu tidak akan pernah bisa mengalahkanku. Kamu tidak bisa mengalahkanku," kata Pimblett kepada Topuria.
Topuria pun membalas: "Kamu akan tersingkir, kamu akan tersingkir bahkan sebelum pertarungan," timpalnya.
Baca Juga: Ilia Topuria Cetak Sejarah, KO Charles Oliveira di Ronde Pertama
Pimblett melanjutkan: "Aku akan menghabisimu, bocah kecil," sebelum Topuria mendorongnya. Topuria sendiri kemudian mengungkapkan keinginannya untuk menghadapi Pimblett, bahkan mengatakan ia akan sangat menikmatinya.
Meski konfrontasi tersebut menyulut antusiasme penggemar, Dana White justru tak terkesan. Dalam konferensi pers pasca-UFC 317, White menyayangkan insiden tersebut.
"Saya tidak tahu siapa yang mengizinkannya masuk ke sana, itu seharusnya tidak pernah terjadi. Mari kita mulai dari sana. Saya sudah kembali ke kamar saya, atau itu tidak akan pernah terjadi," tegas White.
White menambahkan bahwa kehadiran istri dan anak Topuria di dalam Octagon saat kejadian tersebut juga menjadi perhatian. "Itu bukan pertarungannya... itu seharusnya tidak terjadi. Itu bukan yang sebenarnya kita lakukan.
"Saya tidak peduli apakah itu menyenangkan untuk ditonton atau tidak. Ditambah lagi, ia memenangkan gelar kedua di divisi yang lebih tinggi, itu hanya keputusan yang buruk dari siapa pun yang mengizinkan mereka masuk ke sana," imbuhnya.
Dengan Islam Makhachev yang dikabarkan akan naik ke kelas welter, sabuk juara kelas ringan kini dipegang oleh Topuria. Nama-nama seperti Pimblett, Justin Gaethje, dan Arman Tsarukyan mencuat sebagai kandidat kuat untuk menjadi penantang berikutnya.
Meskipun bentrokan pasca-pertarungan dengan Pimblett seolah membuka jalan bagi pertarungan besar, White tampaknya lebih cenderung ke arah pertarungan dengan petarung peringkat satu kelas ringan, Tsarukyan. Tsarukyan, yang seharusnya bertarung memperebutkan sabuk melawan Makhachev di UFC 311 pada Januari namun mundur karena cedera, berhasil mencapai berat badan di UFC 317 sebagai petarung cadangan.
White menyebutnya sebagai langkah ke arah yang benar bagi petarung Armenia tersebut. Sementara itu, Justin Gaethje juga menyatakan hanya akan melawan pemenang Topuria vs Oliveira, merasa promotor berutang budi padanya.
Namun, White menanggapi komentar Gaethje sebagai cukup aneh, bahkan menyarankan jika petarung berusia 36 tahun itu ingin pensiun, ia mungkin harus melakukannya. Topuria sendiri tampaknya memiliki preferensi.
Topuria menyatakan bahwa Pimblett adalah lawan idealnya berikutnya setelah dinobatkan sebagai juara kelas ringan baru, mengingat kebenciannya terhadap petarung Liverpool itu. Petarung berjuluk El Matador, mengaku bahwa ia berjuang sebelum pertarungan dengan Oliveira karena rasa hormatnya yang besar terhadap petarung Brasil itu.
White menegaskan insiden tersebut seharusnya tidak pernah terjadi. Topuria, yang baru saja mencetak KO epik atas Charles Oliveira untuk merebut gelar juara kelas ringan UFC, langsung dihadapkan dengan Pimblett di dalam Octagon.
Momen ini terjadi tak lama setelah El Matador menepati janjinya untuk menjatuhkan petarung Brasil itu dengan kombinasi dahsyat di ronde pertama. Kemenangan ini menobatkan Topuria sebagai salah satu dari segelintir juara dua divisi dalam sejarah UFC, menyamai pencapaian Conor McGregor dan Jon Jones yang juga pernah memegang sabuk kelas bulu.
Baca Juga: Jake Paul Menang Angka Mutlak Lawan Chavez Jr, Penonton Kecewa
Banyak penggemar MMA berharap melihat "El Matador" menghadapi Pimblett berikutnya, mengingat sejarah panjang perseteruan keduanya yang berawal dari pertengkaran di sebuah hotel di London pada tahun 2022. Ketika Pimblett masuk ke dalam Octagon, ia langsung melancarkan psywar.
"Bagus sekali, itu KO yang hebat, aku akan memberimu itu, rasa hormat. Tapi kamu tidak akan pernah bisa mengalahkanku. Kamu tidak bisa mengalahkanku," kata Pimblett kepada Topuria.
Topuria pun membalas: "Kamu akan tersingkir, kamu akan tersingkir bahkan sebelum pertarungan," timpalnya.
Baca Juga: Ilia Topuria Cetak Sejarah, KO Charles Oliveira di Ronde Pertama
Pimblett melanjutkan: "Aku akan menghabisimu, bocah kecil," sebelum Topuria mendorongnya. Topuria sendiri kemudian mengungkapkan keinginannya untuk menghadapi Pimblett, bahkan mengatakan ia akan sangat menikmatinya.
Meski konfrontasi tersebut menyulut antusiasme penggemar, Dana White justru tak terkesan. Dalam konferensi pers pasca-UFC 317, White menyayangkan insiden tersebut.
"Saya tidak tahu siapa yang mengizinkannya masuk ke sana, itu seharusnya tidak pernah terjadi. Mari kita mulai dari sana. Saya sudah kembali ke kamar saya, atau itu tidak akan pernah terjadi," tegas White.
White menambahkan bahwa kehadiran istri dan anak Topuria di dalam Octagon saat kejadian tersebut juga menjadi perhatian. "Itu bukan pertarungannya... itu seharusnya tidak terjadi. Itu bukan yang sebenarnya kita lakukan.
"Saya tidak peduli apakah itu menyenangkan untuk ditonton atau tidak. Ditambah lagi, ia memenangkan gelar kedua di divisi yang lebih tinggi, itu hanya keputusan yang buruk dari siapa pun yang mengizinkan mereka masuk ke sana," imbuhnya.
Siapa Lawan Berikutnya untuk 'El Matador'?
Dengan Islam Makhachev yang dikabarkan akan naik ke kelas welter, sabuk juara kelas ringan kini dipegang oleh Topuria. Nama-nama seperti Pimblett, Justin Gaethje, dan Arman Tsarukyan mencuat sebagai kandidat kuat untuk menjadi penantang berikutnya.
Meskipun bentrokan pasca-pertarungan dengan Pimblett seolah membuka jalan bagi pertarungan besar, White tampaknya lebih cenderung ke arah pertarungan dengan petarung peringkat satu kelas ringan, Tsarukyan. Tsarukyan, yang seharusnya bertarung memperebutkan sabuk melawan Makhachev di UFC 311 pada Januari namun mundur karena cedera, berhasil mencapai berat badan di UFC 317 sebagai petarung cadangan.
White menyebutnya sebagai langkah ke arah yang benar bagi petarung Armenia tersebut. Sementara itu, Justin Gaethje juga menyatakan hanya akan melawan pemenang Topuria vs Oliveira, merasa promotor berutang budi padanya.
Namun, White menanggapi komentar Gaethje sebagai cukup aneh, bahkan menyarankan jika petarung berusia 36 tahun itu ingin pensiun, ia mungkin harus melakukannya. Topuria sendiri tampaknya memiliki preferensi.
Topuria menyatakan bahwa Pimblett adalah lawan idealnya berikutnya setelah dinobatkan sebagai juara kelas ringan baru, mengingat kebenciannya terhadap petarung Liverpool itu. Petarung berjuluk El Matador, mengaku bahwa ia berjuang sebelum pertarungan dengan Oliveira karena rasa hormatnya yang besar terhadap petarung Brasil itu.
(yov)
Lihat Juga :