Kejuaraan Domino Nasional Digelar, Mengangkat Warisan Budaya dan Kearifan Lokal
Selasa, 01 Juli 2025 - 16:37 WIB
loading...
A
A
A
Untuk meningkatkan gengsi acara dan perhatian publik, panitia telah mengonfirmasi kehadiran Menpora Dito Ariotedjo dalam upacara pembukaan. Kehadiran Menpora ini memiliki makna strategis sebagai simbol dukungan negara terhadap olahraga berbasis kecerdasan, serta diharapkan dapat menyampaikan pidato penting tentang perhatian pemerintah terhadap pengembangan olahraga berbasis budaya lokal.
Jika memungkinkan, Menteri juga akan membagikan kenangan pribadinya tentang bermain domino, membangun ikatan emosional dengan masyarakat dan memperkuat identitas domino sebagai permainan intelektual bangsa. Dalam pelaksanaan acara, PORDI dan HGI tidak hanya berperan sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai pelopor dalam membangun ekosistem olahraga intelektual berbasis kearifan lokal.
Selama ini, HGI aktif mendorong pengembangan domino baik secara digital maupun tradisional, serta memiliki visi jangka panjang untuk menjadikan domino sebagai media pembentukan logika dan karakter bagi seluruh masyarakat. Kejuaraan ini juga menjadi momentum penting untuk mengangkat domino ke ranah olahraga profesional.Baca juga: Menpora Dito Apresiasi Program Pemuda Pelopor Siaga Membangun Desa 2025 Bangun Sarana Olahraga
Domino tak lagi hanya identik dengan warung kopi, halaman rumah, atau simpang jalan di desa, tapi kini diangkat sebagai cabang olahraga kecerdasan yang dihormati. Dengan profesionalisasi berkelanjutan, di masa depan diharapkan muncul atlet nasional, sistem liga resmi, bahkan kemungkinan berkompetisi di tingkat internasional sebagai perwakilan Indonesia dalam ajang olahraga intelektual dunia.
”Pada akhirnya, kejuaraan ini adalah tentang identitas budaya dan kebanggaan nasional. Sebuah simbol budaya rakyat yang kini tampil dalam sorotan acara nasional, dengan semangat kolaborasi, pemikiran cerdas, dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia,” lanjut.
Jika memungkinkan, Menteri juga akan membagikan kenangan pribadinya tentang bermain domino, membangun ikatan emosional dengan masyarakat dan memperkuat identitas domino sebagai permainan intelektual bangsa. Dalam pelaksanaan acara, PORDI dan HGI tidak hanya berperan sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai pelopor dalam membangun ekosistem olahraga intelektual berbasis kearifan lokal.
Selama ini, HGI aktif mendorong pengembangan domino baik secara digital maupun tradisional, serta memiliki visi jangka panjang untuk menjadikan domino sebagai media pembentukan logika dan karakter bagi seluruh masyarakat. Kejuaraan ini juga menjadi momentum penting untuk mengangkat domino ke ranah olahraga profesional.Baca juga: Menpora Dito Apresiasi Program Pemuda Pelopor Siaga Membangun Desa 2025 Bangun Sarana Olahraga
Domino tak lagi hanya identik dengan warung kopi, halaman rumah, atau simpang jalan di desa, tapi kini diangkat sebagai cabang olahraga kecerdasan yang dihormati. Dengan profesionalisasi berkelanjutan, di masa depan diharapkan muncul atlet nasional, sistem liga resmi, bahkan kemungkinan berkompetisi di tingkat internasional sebagai perwakilan Indonesia dalam ajang olahraga intelektual dunia.
”Pada akhirnya, kejuaraan ini adalah tentang identitas budaya dan kebanggaan nasional. Sebuah simbol budaya rakyat yang kini tampil dalam sorotan acara nasional, dengan semangat kolaborasi, pemikiran cerdas, dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia,” lanjut.
(poe)
Lihat Juga :