Timnas Indonesia Butuh Mauro Zijlstra dan Pelapis Thom Haye
Kamis, 03 Juli 2025 - 11:05 WIB
loading...
Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan berat pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada 8-14 Oktober 2025 / Foto: Tangkapan layar Instagram @maurozijlstra
A
A
A
Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan berat pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada 8-14 Oktober 2025. Enam tim akan bersaing memperebutkan dua tiket langsung ke Piala Dunia 2026, sementara runner-up akan memperebutkan satu tempat di Putaran Kelima.
Menjelang ajang krusial ini, pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, menyoroti pentingnya pembenahan di sektor lini depan dan tengah Skuad Garuda. Sekadar informasi, PSSI saat ini tengah mengebut proses naturalisasi Mauro Zijlstra.
Akmal Marhali menyambut baik kabar dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengenai rencana naturalisasi Mauro Zijlstra. Menurutnya, kehadiran penyerang muda FC Volendam sangat dibutuhkan untuk menambah kekuatan di lini serang Timnas Indonesia.
Baca Juga: PSSI Ngebut Proses 4 Pemain Naturalisasi untuk Timnas Indonesia: Ada Mauro Zijlstra!
"Artinya kami berharap Mauro Zijlstra bisa menjadi pesaing Ole Romeny. Karena, Timnas Indonesia masih sangat lemah di lini depan," kata Akmal Marhali kepada iNews Media Group, kemarin.
Akmal menambahkan bahwa kualitas Ole Romeny, yang saat ini menjadi bomber andalan, belum cukup untuk bersaing menghadapi lawan dengan pertahanan kuat seperti Jepang. Ia mencontohkan kekalahan telak 0-6 Timnas Indonesia dari Jepang di Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Saat itu, Timnas Indonesia sama sekali tidak mencatatkan tembakan ke gawang lawan. "Ketika menghadapi pertahanan yang sangat kuat ternyata Ole belum juga bisa menunjukkan kelasnya sebagai seorang striker. Dan saya pikir salah satu kebutuhannya," tegas Akmal.
Baca Juga: Asa Timnas Putri Indonesia ke Piala Asia 2026 Terancam, Satoru Mochizuki: Kami Ingin Bangkit!
Selain lini depan, sektor lini tengah juga menjadi perhatian Akmal Marhali. Ia menekankan perlunya PSSI mencari pelapis untuk Thom Haye, gelandang senior Timnas Indonesia.
"Termasuk kebutuhan di sektor gelandang. Butuh pelapis Thom Haye karena usia tidak muda lagi. Saat melawan Jepang, Thom Haye kehabisan stamina," ucapnya.
Menjelang ajang krusial ini, pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, menyoroti pentingnya pembenahan di sektor lini depan dan tengah Skuad Garuda. Sekadar informasi, PSSI saat ini tengah mengebut proses naturalisasi Mauro Zijlstra.
Akmal Marhali menyambut baik kabar dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengenai rencana naturalisasi Mauro Zijlstra. Menurutnya, kehadiran penyerang muda FC Volendam sangat dibutuhkan untuk menambah kekuatan di lini serang Timnas Indonesia.
Baca Juga: PSSI Ngebut Proses 4 Pemain Naturalisasi untuk Timnas Indonesia: Ada Mauro Zijlstra!
"Artinya kami berharap Mauro Zijlstra bisa menjadi pesaing Ole Romeny. Karena, Timnas Indonesia masih sangat lemah di lini depan," kata Akmal Marhali kepada iNews Media Group, kemarin.
Akmal menambahkan bahwa kualitas Ole Romeny, yang saat ini menjadi bomber andalan, belum cukup untuk bersaing menghadapi lawan dengan pertahanan kuat seperti Jepang. Ia mencontohkan kekalahan telak 0-6 Timnas Indonesia dari Jepang di Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Saat itu, Timnas Indonesia sama sekali tidak mencatatkan tembakan ke gawang lawan. "Ketika menghadapi pertahanan yang sangat kuat ternyata Ole belum juga bisa menunjukkan kelasnya sebagai seorang striker. Dan saya pikir salah satu kebutuhannya," tegas Akmal.
Baca Juga: Asa Timnas Putri Indonesia ke Piala Asia 2026 Terancam, Satoru Mochizuki: Kami Ingin Bangkit!
Selain lini depan, sektor lini tengah juga menjadi perhatian Akmal Marhali. Ia menekankan perlunya PSSI mencari pelapis untuk Thom Haye, gelandang senior Timnas Indonesia.
"Termasuk kebutuhan di sektor gelandang. Butuh pelapis Thom Haye karena usia tidak muda lagi. Saat melawan Jepang, Thom Haye kehabisan stamina," ucapnya.
(yov)
Lihat Juga :