Kritik Pedas Harry Brent: Piala Dunia Antarklub Cuma Sirkus Penghambur Uang
Kamis, 03 Juli 2025 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
Brent menyamakan turnamen tersebut dengan pesta pengungkapan jenis kelamin: "Banyak kegembiraan yang dibuat-buat atas sesuatu yang sama sekali tidak berarti dan sangat mahal."
Brent mengkritik suasana stadion yang kosong dan tanpa atmosfer. Meskipun tim-tim terlihat antusias, Brent masih saja memandang turnamen ini dengan nada yang sinis. "Siapa pun bisa berpura-pura antusias dengan gaji, lihat saja para pemain yang menandatangani kontrak dengan Tottenham."
Baca Juga: Timnas Indonesia Butuh Mauro Zijlstra dan Pelapis Thom Haye
Brent menambahkan bahwa para pemain tampak muak dan lelah dan hanya menunggu untuk bisa pergi, menyamakannya dengan kehidupan di Manchester United. "Gengsi diperoleh, bukan dibuat-buat," tegas Brent, mengkritik FIFA yang telah melupakan pelajaran ini.
"Turnamen ini bukan tentang memahkotai klub terbaik di dunia. Ini tentang FIFA dan kawan-kawan mereka yang bersetelan jas memeras keringat permainan sampai lebih kering daripada wawancara pascapertandingan Graham Potter."
Tak hanya Piala Dunia Antarklub, Brent juga meluapkan kekesalannya terhadap pemain sepak bola yang menempelkan nama depan atau nama panggilan di punggung jersey mereka. "Pesepak bola yang menempelkan nama depan atau nama panggilan di bagian belakang jersey mereka membuat saya marah, lebih banyak wasit yang melakukan pekerjaan mereka membuat Jude Bellingham marah," ujarnya.
Ia mencontohkan Trent Alexander-Arnold yang hanya menggunakan Trent di jersey Real Madrid-nya. "Tentu, nama belakangnya panjang, tetapi begitu juga dengan chicken tikka masala, dan saya tidak pernah menyingkatnya seperti aksi penghormatan Rio Ferdinand pada krisis paruh baya," canda Brent.
Brent mengkritik suasana stadion yang kosong dan tanpa atmosfer. Meskipun tim-tim terlihat antusias, Brent masih saja memandang turnamen ini dengan nada yang sinis. "Siapa pun bisa berpura-pura antusias dengan gaji, lihat saja para pemain yang menandatangani kontrak dengan Tottenham."
Baca Juga: Timnas Indonesia Butuh Mauro Zijlstra dan Pelapis Thom Haye
Brent menambahkan bahwa para pemain tampak muak dan lelah dan hanya menunggu untuk bisa pergi, menyamakannya dengan kehidupan di Manchester United. "Gengsi diperoleh, bukan dibuat-buat," tegas Brent, mengkritik FIFA yang telah melupakan pelajaran ini.
"Turnamen ini bukan tentang memahkotai klub terbaik di dunia. Ini tentang FIFA dan kawan-kawan mereka yang bersetelan jas memeras keringat permainan sampai lebih kering daripada wawancara pascapertandingan Graham Potter."
Ketika Nama Punggung Jadi Ajang Pamer Kuda Poni
Tak hanya Piala Dunia Antarklub, Brent juga meluapkan kekesalannya terhadap pemain sepak bola yang menempelkan nama depan atau nama panggilan di punggung jersey mereka. "Pesepak bola yang menempelkan nama depan atau nama panggilan di bagian belakang jersey mereka membuat saya marah, lebih banyak wasit yang melakukan pekerjaan mereka membuat Jude Bellingham marah," ujarnya.
Ia mencontohkan Trent Alexander-Arnold yang hanya menggunakan Trent di jersey Real Madrid-nya. "Tentu, nama belakangnya panjang, tetapi begitu juga dengan chicken tikka masala, dan saya tidak pernah menyingkatnya seperti aksi penghormatan Rio Ferdinand pada krisis paruh baya," canda Brent.
Lihat Juga :