Ajang Lari 10K Kembali Digelar, Tekankan Strategi Pemulihan bagi Pelari
Jum'at, 04 Juli 2025 - 07:08 WIB
loading...
Ajang Lari 10K Kembali Digelar, Tekankan Strategi Pemulihan bagi Pelari. Foto: IST
A
A
A
JAKARTA - Ajang lari tahunan Salonpas Sport 10K akan kembali berlangsung. Rencananya, ajang tersebut akan digelar di kawasan Biomedical Campus BSD City, Tangerang Selatan, Minggu (12/10/2025).
Tahun ini, ajang tersebut mengangkat tema 'The Unstoppable Spirit', yang tak hanya mengajak masyarakat bergerak, tetapi juga mengedukasi pentingnya strategi pemulihan tubuh sebagai bagian dari performa olahraga.
Kategori yang dibuka tahun ini meliputi Kids Dash 400 dan 800 meter untuk anak usia 6–10 tahun, kategori 5K untuk usia pelajar dan umum, serta kategori 10K untuk pelari usia 14–65 tahun. Penyelenggara menargetkan 3.000 peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, pelajar, hingga pelari profesional.
Senior Product Manager Salonpas Let's Move, Desy Setiarini, menjelaskan bahwa strategi pemulihan atau recovery kini menjadi bagian utama dari pendekatan lomba tahun ini. Berdasarkan catatan mereka, sebanyak 60 persen keluhan pelari tahun lalu berkaitan dengan kram dan ketegangan otot akibat kurangnya pemanasan dan strategi pemulihan yang tepat.
"Recovery bukan tambahan, tapi bagian dari strategi utama performa berlari dari rangkaian latihan yang sudah maksimal. Kami ingin mengubah cara pandang pelari dalam mempersiapkan diri sebelum, saat, dan setelah race dengan mengetahui dan menjalankan strategi recovery yang tepat," ujar Desy, dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia dengan Berlari
Dari sisi medis, keselamatan pelari di ajang ini pun menjadi perhatian utama. Medical Director Salonpas Sport 10K 2025, dr. Andhika Raspati, SpKO, menegaskan penting bagi pelari untuk peka terhadap kondisi tubuh, tidak memaksakan diri, dan menjadikan pemulihan sebagai bagian dari kebiasaan sehat saat berolahraga.
"Kesehatan dan keselamatan pelari adalah prioritas utama dan itu tidak bisa ditawar. Namun lebih dari itu, kami juga ingin mengingatkan setiap pelari untuk memiliki dan menjalankan strategi recovery yang tepat," kata Andhika.
"Jangan hanya fokus pada teknik lari atau mengejar pace. Garis finish yang sesungguhnya adalah bisa kembali pulang dan berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat," tegasnya.
Selain penambahan marshal dan titik-titik penyegaran seperti water station, isotonic, dan semprotan pendingin, panitia juga menyiapkan jalur sorak sorai yang tersebar di sepanjang lintasan. Hal itu untuk menciptakan atmosfer yang mendukung semua kalangan.
"Kami ingin menciptakan race yang inklusif dan menyemangati semua orang. Salonpas Sport 10K 2025 tidak hanya menghadirkan tantangan yang kompetitif, tetapi juga atmosfer sehat yang mendukung dan memotivasi setiap pelari dalam menyelesaikan lomba dengan aman dan percaya diri," ujar Race Director Salonpas Sport 10K 2025, Pandu Bagus Buntaran.
Sebgagai informasi, pendaftaran akan dibuka mulai 5 Juli 2025 secara daring dengan biaya Rp150 ribu untuk Kids Dash, Rp300 ribu untuk 5K, dan Rp350 ribu untuk 10K. Total hadiah senilai Rp150 juta disiapkan untuk para pemenang.
Tahun ini, ajang tersebut mengangkat tema 'The Unstoppable Spirit', yang tak hanya mengajak masyarakat bergerak, tetapi juga mengedukasi pentingnya strategi pemulihan tubuh sebagai bagian dari performa olahraga.
Kategori yang dibuka tahun ini meliputi Kids Dash 400 dan 800 meter untuk anak usia 6–10 tahun, kategori 5K untuk usia pelajar dan umum, serta kategori 10K untuk pelari usia 14–65 tahun. Penyelenggara menargetkan 3.000 peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, pelajar, hingga pelari profesional.
Senior Product Manager Salonpas Let's Move, Desy Setiarini, menjelaskan bahwa strategi pemulihan atau recovery kini menjadi bagian utama dari pendekatan lomba tahun ini. Berdasarkan catatan mereka, sebanyak 60 persen keluhan pelari tahun lalu berkaitan dengan kram dan ketegangan otot akibat kurangnya pemanasan dan strategi pemulihan yang tepat.
"Recovery bukan tambahan, tapi bagian dari strategi utama performa berlari dari rangkaian latihan yang sudah maksimal. Kami ingin mengubah cara pandang pelari dalam mempersiapkan diri sebelum, saat, dan setelah race dengan mengetahui dan menjalankan strategi recovery yang tepat," ujar Desy, dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia dengan Berlari
Dari sisi medis, keselamatan pelari di ajang ini pun menjadi perhatian utama. Medical Director Salonpas Sport 10K 2025, dr. Andhika Raspati, SpKO, menegaskan penting bagi pelari untuk peka terhadap kondisi tubuh, tidak memaksakan diri, dan menjadikan pemulihan sebagai bagian dari kebiasaan sehat saat berolahraga.
"Kesehatan dan keselamatan pelari adalah prioritas utama dan itu tidak bisa ditawar. Namun lebih dari itu, kami juga ingin mengingatkan setiap pelari untuk memiliki dan menjalankan strategi recovery yang tepat," kata Andhika.
"Jangan hanya fokus pada teknik lari atau mengejar pace. Garis finish yang sesungguhnya adalah bisa kembali pulang dan berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat," tegasnya.
Selain penambahan marshal dan titik-titik penyegaran seperti water station, isotonic, dan semprotan pendingin, panitia juga menyiapkan jalur sorak sorai yang tersebar di sepanjang lintasan. Hal itu untuk menciptakan atmosfer yang mendukung semua kalangan.
"Kami ingin menciptakan race yang inklusif dan menyemangati semua orang. Salonpas Sport 10K 2025 tidak hanya menghadirkan tantangan yang kompetitif, tetapi juga atmosfer sehat yang mendukung dan memotivasi setiap pelari dalam menyelesaikan lomba dengan aman dan percaya diri," ujar Race Director Salonpas Sport 10K 2025, Pandu Bagus Buntaran.
Sebgagai informasi, pendaftaran akan dibuka mulai 5 Juli 2025 secara daring dengan biaya Rp150 ribu untuk Kids Dash, Rp300 ribu untuk 5K, dan Rp350 ribu untuk 10K. Total hadiah senilai Rp150 juta disiapkan untuk para pemenang.
(sto)
Lihat Juga :