Jake Paul Masuk Peringkat WBA Tuai Kecaman, Disebut Lecehkan Petinju Top
Senin, 07 Juli 2025 - 12:55 WIB
loading...
Jake Paul Masuk Peringkat WBA Tuai Kecaman, Disebut Lecehkan Petinju Top
A
A
A
MADRID – - Petinju sekaligus selebritas internet itu mungkin hanya akan sebentar bercokol di daftar elite, karena WBA dilaporkan akan meninjau ulang keputusannya menyusul gelombang protes dari para petinju profesional.
WBA dijadwalkan menggelar konvensi regional di Madrid, Spanyol pada 15–18 Juli 2025, dan posisi Jake Paul akan menjadi salah satu topik hangat yang dibahas.
Kontroversi Kemenangan atas Julio Cesar Chavez Jr .
Jake Paul (12-1, 7 KO) mendapat posisi peringkat ke-14 di WBA kelas penjelajah usai meraih kemenangan angka mutlak atas mantan juara dunia kelas menengah Julio Cesar Chavez Jr. pada 28 Juni lalu di Anaheim, California. Pertarungan itu digelar dalam format 10 ronde di kelas cruiserweight.
Baja Juga: Resmi, Jake Paul Masuk Peringkat Tinju Dunia Kelas Penjelajah WBA
Namun, banyak yang mempertanyakan nilai kemenangan tersebut. Chavez Jr. (54-7-1, 34 KO), yang kini berusia 39 tahun, belum pernah meraih kemenangan signifikan sejak 2014. Satu-satunya kemenangan di kelas cruiserweight pun hanya didapat atas David Zegarra, petinju dengan catatan 1-6-1 dan enam kekalahan KO dalam tiga ronde, serta Uriah Hall, mantan petarung UFC yang baru dua kali naik ring tinju profesional.
Masuknya nama Jake Paul di daftar 15 besar WBA membuat banyak petinju profesional gerah. Mereka menilai bahwa Paul belum mengalahkan petinju aktif yang relevan di divisinya, dan keberadaannya hanya karena popularitas semata.
Langkah ini juga dicurigai sebagai manuver untuk membuka jalan bagi Paul menghadapi juara dunia bersatu WBA dan WBO, Gilberto “Zurdo” Ramirez (48-1, 30 KO), yang bertarung di malam yang sama dan menang angka atas Yuniel Dorticos dalam duel perebutan gelar.
Masuknya Jake Paul ke peringkat WBA bukanlah kali pertama sebuah badan tinju memberikan tempat istimewa bagi petinju yang belum sepenuhnya layak. Nama besar, atensi media, dan potensi pendapatan dianggap ikut memengaruhi.
Namun, para pengamat dan mantan petinju menyebut, kemenangan atas Chavez Jr. dan duel eksibisi dengan Mike Tyson yang berusia 58 tahun bukanlah dasar yang cukup untuk memasukkan Paul ke jajaran elite dunia.
“Ini seperti melecehkan petinju-petinju yang telah bertahun-tahun naik turun ring demi satu tempat di peringkat dunia,” ujar salah satu kontender yang enggan disebutkan namanya.
Walau banyak tekanan, masih belum jelas apakah WBA akan mencabut peringkat Jake Paul. Di satu sisi, kehadirannya bisa membawa eksposur dan keuntungan komersial, namun di sisi lain, integritas olahraga tinju profesional juga dipertaruhkan.
Keputusan resmi WBA kemungkinan akan diumumkan setelah konvensi Eropa di Madrid. Yang pasti, drama Jake Paul di dunia tinju belum berakhir — baik di atas ring maupun di balik meja rapat federasi.
WBA dijadwalkan menggelar konvensi regional di Madrid, Spanyol pada 15–18 Juli 2025, dan posisi Jake Paul akan menjadi salah satu topik hangat yang dibahas.
Kontroversi Kemenangan atas Julio Cesar Chavez Jr .
Jake Paul (12-1, 7 KO) mendapat posisi peringkat ke-14 di WBA kelas penjelajah usai meraih kemenangan angka mutlak atas mantan juara dunia kelas menengah Julio Cesar Chavez Jr. pada 28 Juni lalu di Anaheim, California. Pertarungan itu digelar dalam format 10 ronde di kelas cruiserweight.
Baja Juga: Resmi, Jake Paul Masuk Peringkat Tinju Dunia Kelas Penjelajah WBA
Namun, banyak yang mempertanyakan nilai kemenangan tersebut. Chavez Jr. (54-7-1, 34 KO), yang kini berusia 39 tahun, belum pernah meraih kemenangan signifikan sejak 2014. Satu-satunya kemenangan di kelas cruiserweight pun hanya didapat atas David Zegarra, petinju dengan catatan 1-6-1 dan enam kekalahan KO dalam tiga ronde, serta Uriah Hall, mantan petarung UFC yang baru dua kali naik ring tinju profesional.
Masuknya nama Jake Paul di daftar 15 besar WBA membuat banyak petinju profesional gerah. Mereka menilai bahwa Paul belum mengalahkan petinju aktif yang relevan di divisinya, dan keberadaannya hanya karena popularitas semata.
Langkah ini juga dicurigai sebagai manuver untuk membuka jalan bagi Paul menghadapi juara dunia bersatu WBA dan WBO, Gilberto “Zurdo” Ramirez (48-1, 30 KO), yang bertarung di malam yang sama dan menang angka atas Yuniel Dorticos dalam duel perebutan gelar.
Masuknya Jake Paul ke peringkat WBA bukanlah kali pertama sebuah badan tinju memberikan tempat istimewa bagi petinju yang belum sepenuhnya layak. Nama besar, atensi media, dan potensi pendapatan dianggap ikut memengaruhi.
Namun, para pengamat dan mantan petinju menyebut, kemenangan atas Chavez Jr. dan duel eksibisi dengan Mike Tyson yang berusia 58 tahun bukanlah dasar yang cukup untuk memasukkan Paul ke jajaran elite dunia.
“Ini seperti melecehkan petinju-petinju yang telah bertahun-tahun naik turun ring demi satu tempat di peringkat dunia,” ujar salah satu kontender yang enggan disebutkan namanya.
Walau banyak tekanan, masih belum jelas apakah WBA akan mencabut peringkat Jake Paul. Di satu sisi, kehadirannya bisa membawa eksposur dan keuntungan komersial, namun di sisi lain, integritas olahraga tinju profesional juga dipertaruhkan.
Keputusan resmi WBA kemungkinan akan diumumkan setelah konvensi Eropa di Madrid. Yang pasti, drama Jake Paul di dunia tinju belum berakhir — baik di atas ring maupun di balik meja rapat federasi.
(sto)
Lihat Juga :