Manajer Khabib Nurmagomedov Sindir Conor McGregor Soal Pertarungan Gedung Putih dan Tes Narkoba
Selasa, 08 Juli 2025 - 06:39 WIB
loading...
Ide gila Conor McGregor untuk bertarung di Gedung Putih sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Amerika ke-250 tahun depan langsung ditanggapi sinis Ali Abdelaziz / Foto: AOL
A
A
A
Ide gila Conor McGregor untuk bertarung di Gedung Putih sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Amerika ke-250 tahun depan langsung ditanggapi sinis oleh musuh bebuyutannya, Khabib Nurmagomedov , melalui manajernya, Ali Abdelaziz. Menurut Abdelaziz, McGregor takkan lolos tes narkoba yang ketat di Gedung Putih.
Presiden Donald Trump pada Kamis lalu mengumumkan rencana perhelatan UFC di halaman Gedung Putih. McGregor, dengan gayanya yang khas, langsung mencalonkan diri.
"4 Juli tahun depan adalah hari Sabtu, mengenai acara UFC Gedung Putih Presiden Trump. Saya akan menjadi Presiden Irlandia yang berkuasa [dalam] waktu kurang dari 1 tahun ketika saya melangkah keluar di halaman Gedung Putih untuk bertarung. Proporsi yang epik! Atau seperti yang saya suka menyebutkan, Selasa di kantor. Pilih McGregor," tulis McGregor di X.
"Satu-satunya tempat di mana perselisihan benar-benar diselesaikan. Gedung Putih!"
Baca Juga: Poster Epik UFC 319 Resmi Dirilis: Du Plessis vs Chimaev, Pertarungan Terbesar Tahun Ini!
Tak butuh waktu lama bagi Ali Abdelaziz, manajer lama Khabib Nurmagomedov, untuk membalas dengan sindiran pedas. "Saya diberi tahu bahwa Gedung Putih akan memiliki kebijakan tes narkoba jalanan yang ketat, dan kita semua tahu Anda tidak dapat lolos dari itu, mungkin Anda dapat bertarung di kartu China, tidak ada kokain di Gedung Putih lagi," tulis Abdelaziz dikutip dari Sunday World, Selasa (7/7/2025).
Persaingan sengit antara McGregor dan Khabib dimulai setelah insiden bus yang terkenal pada 2018. Saat itu McGregor melemparkan truk tangan ke bus yang membawa beberapa petarung UFC, termasuk Nurmagomedov.
Insiden itu berujung pada pertarungan panas di UFC Oktober 2018. Khabib menaklukkan The Notorious dengan submission di ronde keempat. Klaim McGregor untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Irlandia memang banyak dipertanyakan, meskipun pada Maret lalu ia sempat mengunjungi Gedung Putih.
Baca Juga: Damai! Perseteruan 8 Tahun Conor McGregor dan 50 Cent Berakhir di Pesta Pub
Di sana, ia mengkritik pemerintah Irlandia dalam upaya meningkatkan kesadaran akan "masalah yang dihadapi rakyat Irlandia. "Pemerintah kita telah lama mengabaikan suara rakyat Irlandia, dan sudah saatnya Amerika menyadari apa yang sedang terjadi di Irlandia," katanya saat tampil bersama sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada 20 Maret. "Apa yang sedang terjadi di Irlandia adalah sebuah tragedi. Pemerintah kita adalah pemerintah yang tidak bertindak dan tidak bertanggung jawab."
McGregor sendiri belum bertarung sejak 2021, ketika ia kalah dari Dustin Poirier setelah kakinya patah. Ia menyatakan hanya akan kembali bertarung di acara yang digelar di stadion besar. "Saya hanya akan kembali ke stadion," tulisnya di X setelah WrestleMania 41, yang diadakan di Stadion Allegiant di Las Vegas.
Ia sempat dijadwalkan melawan Michael Chandler di UFC 303 pada Juni lalu, namun pertarungan itu dibatalkan setelah ia mengalami patah jari kaki saat latihan.
Presiden Donald Trump pada Kamis lalu mengumumkan rencana perhelatan UFC di halaman Gedung Putih. McGregor, dengan gayanya yang khas, langsung mencalonkan diri.
"4 Juli tahun depan adalah hari Sabtu, mengenai acara UFC Gedung Putih Presiden Trump. Saya akan menjadi Presiden Irlandia yang berkuasa [dalam] waktu kurang dari 1 tahun ketika saya melangkah keluar di halaman Gedung Putih untuk bertarung. Proporsi yang epik! Atau seperti yang saya suka menyebutkan, Selasa di kantor. Pilih McGregor," tulis McGregor di X.
"Satu-satunya tempat di mana perselisihan benar-benar diselesaikan. Gedung Putih!"
Baca Juga: Poster Epik UFC 319 Resmi Dirilis: Du Plessis vs Chimaev, Pertarungan Terbesar Tahun Ini!
Tak butuh waktu lama bagi Ali Abdelaziz, manajer lama Khabib Nurmagomedov, untuk membalas dengan sindiran pedas. "Saya diberi tahu bahwa Gedung Putih akan memiliki kebijakan tes narkoba jalanan yang ketat, dan kita semua tahu Anda tidak dapat lolos dari itu, mungkin Anda dapat bertarung di kartu China, tidak ada kokain di Gedung Putih lagi," tulis Abdelaziz dikutip dari Sunday World, Selasa (7/7/2025).
Persaingan sengit antara McGregor dan Khabib dimulai setelah insiden bus yang terkenal pada 2018. Saat itu McGregor melemparkan truk tangan ke bus yang membawa beberapa petarung UFC, termasuk Nurmagomedov.
Insiden itu berujung pada pertarungan panas di UFC Oktober 2018. Khabib menaklukkan The Notorious dengan submission di ronde keempat. Klaim McGregor untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Irlandia memang banyak dipertanyakan, meskipun pada Maret lalu ia sempat mengunjungi Gedung Putih.
Baca Juga: Damai! Perseteruan 8 Tahun Conor McGregor dan 50 Cent Berakhir di Pesta Pub
Di sana, ia mengkritik pemerintah Irlandia dalam upaya meningkatkan kesadaran akan "masalah yang dihadapi rakyat Irlandia. "Pemerintah kita telah lama mengabaikan suara rakyat Irlandia, dan sudah saatnya Amerika menyadari apa yang sedang terjadi di Irlandia," katanya saat tampil bersama sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada 20 Maret. "Apa yang sedang terjadi di Irlandia adalah sebuah tragedi. Pemerintah kita adalah pemerintah yang tidak bertindak dan tidak bertanggung jawab."
McGregor sendiri belum bertarung sejak 2021, ketika ia kalah dari Dustin Poirier setelah kakinya patah. Ia menyatakan hanya akan kembali bertarung di acara yang digelar di stadion besar. "Saya hanya akan kembali ke stadion," tulisnya di X setelah WrestleMania 41, yang diadakan di Stadion Allegiant di Las Vegas.
Ia sempat dijadwalkan melawan Michael Chandler di UFC 303 pada Juni lalu, namun pertarungan itu dibatalkan setelah ia mengalami patah jari kaki saat latihan.
(yov)
Lihat Juga :