Ancaman Justin Gaethje: Pensiun atau Gelar Juara Kelas Ringan UFC
Kamis, 10 Juli 2025 - 16:16 WIB
loading...
Petarung kelas ringan UFC, Justin Gaethje, secara terang-terangan menantang juara baru dua divisi, Ilia Topuria, untuk berhadapan memperebutkan gelar kelas ringan / Foto: talkSPORT
A
A
A
Petarung kelas ringan UFC, Justin Gaethje , secara terang-terangan menantang juara baru dua divisi, Ilia Topuria , untuk berhadapan memperebutkan gelar kelas ringan pada bulan November di Madison Square Garden, New York. Gaethje bahkan tak ragu mengancam akan pensiun dari olahraga ini jika permintaannya untuk pertarungan gelar berikutnya tidak dikabulkan.
Setelah bangkit dari kekalahan KO brutal di UFC 300 dari Max Holloway, Gaethje kembali ke jalur kemenangan dengan mengalahkan Rafael Fiziev di UFC 313 Maret lalu. Kemenangan ini membuat The Highlight bertengger di peringkat keempat dalam juara kelas ringan.
"Saya tidak peduli siapa yang menang. Saya hanya ingin melawan pemenangnya," kata Gaethje kepada Austin Keen menjelang UFC 317, laga pemungkas antara Topuria melawan Charles Oliveira yang memperebutkan gelar kelas ringan yang kosong.
Baca Juga: Naoya Inoue vs Murodjon Akhmadaliev 14 September: Duel Juara Tak Terbantahkan
Keinginan Gaethje terkabul. Ilia Topuria sukses mengalahkan Oliveira di ronde pertama, sekaligus menjadi juara UFC dua divisi dan petarung pound-for-pound nomor satu. Topuria kini telah menumbangkan petarung seperti Alexander Volkanovski, Holloway, dan Oliveira dalam tiga pertarungan terakhirnya.
"Topuria adalah nama besar saat ini, sombong," lanjut Gaethje dengan nada menantang. "Saya ingin sekali mengalahkannya... Saya tidak peduli siapa yang menang. Saya harap salah satu dari mereka ditidurkan dan saya bisa melawan pemenangnya pada bulan November di Madison Square Garden."
Ancaman pensiun Gaethje bukanlah isapan jempol belaka. Petarung berusia 36 tahun ini baru saja memenangkan hadiah fantastis sebesar USD400.000 (sekitar Rp6,5 miliar). Uang tunai itu diperolehnya setelah finis di posisi kedua di ajang perdana Fanatic Games di New York City bulan lalu, di mana ia bersaing dengan 50 selebritas dan 50 penggemar dalam berbagai tantangan berbasis keterampilan.
Baca Juga: Kisah Katie Taylor: Nyamar Laki-laki, Ratu Tinju, Inspirasi Duel di Olimpiade
Awalnya, ia memenangkan Ferrari 812 GTS, namun ia memilih untuk menukar kuncinya dengan sejumlah besar uang tunai. Kini, dengan pundi-pundi yang melimpah, Gaethje punya posisi tawar yang kuat. Ia sebelumnya memang telah menyatakan akan gantung sarung tangan jika pertarungan berikutnya bukan untuk memperebutkan gelar UFC.
Namun, tantangan Gaethje nampaknya belum menarik minat sang juara. Ilia Topuria justru menunjukkan minat yang lebih besar untuk menghadapi Paddy Pimblett, di tengah rumor pertarungan besar yang akan datang. "Bertarung melawan Justin Gaethje, saya rasa itu bukan sesuatu yang menarik bagi para penggemar," ujar Topuria kepada ESPN setelah UFC 317.
"Kita membutuhkan darah baru di divisi ini. Kita membutuhkan wajah-wajah baru yang datang lebih bersemangat daripada orang-orang yang biasa kita lihat di masa lalu," tegasnya.
Pertemuan panas antara Topuria dan Pimblett pasca-UFC 317 semakin memanaskan rumor tersebut, meskipun CEO UFC, Dana White, menyayangkan insiden tersebut. Pertarungan Topuria vs Pimblett dinilai lebih menarik, terutama di tengah negosiasi hak siar UFC dengan raksasa seperti Netflix dan Amazon.
Namun, para petinggi UFC kini dihadapkan pada dilema, apakah akan memenuhi tuntutan Gaethje untuk pertarungan gelar yang berpotensi mencegahnya pensiun, ataukah mengikuti keinginan Topuria yang lebih condong ke pertarungan blockbuster melawan Pimblett?
1. Islam Makhachev
2. Arman Tsarukyan
3. Charles Oliveira
4. Justin Gaethje
5. Max Holloway
6. Dustin Poirier
7. Dan Hooker
8. Mateusz Gamrot
9. Beneil Dariush
10. Paddy Pimblett
11. Rafael Fiziev
12, Renato Moicano
13. Michael Chandler
14. Benoit Saint-Denis
15. Grant Dawson
Setelah bangkit dari kekalahan KO brutal di UFC 300 dari Max Holloway, Gaethje kembali ke jalur kemenangan dengan mengalahkan Rafael Fiziev di UFC 313 Maret lalu. Kemenangan ini membuat The Highlight bertengger di peringkat keempat dalam juara kelas ringan.
"Saya tidak peduli siapa yang menang. Saya hanya ingin melawan pemenangnya," kata Gaethje kepada Austin Keen menjelang UFC 317, laga pemungkas antara Topuria melawan Charles Oliveira yang memperebutkan gelar kelas ringan yang kosong.
Baca Juga: Naoya Inoue vs Murodjon Akhmadaliev 14 September: Duel Juara Tak Terbantahkan
Keinginan Gaethje terkabul. Ilia Topuria sukses mengalahkan Oliveira di ronde pertama, sekaligus menjadi juara UFC dua divisi dan petarung pound-for-pound nomor satu. Topuria kini telah menumbangkan petarung seperti Alexander Volkanovski, Holloway, dan Oliveira dalam tiga pertarungan terakhirnya.
"Topuria adalah nama besar saat ini, sombong," lanjut Gaethje dengan nada menantang. "Saya ingin sekali mengalahkannya... Saya tidak peduli siapa yang menang. Saya harap salah satu dari mereka ditidurkan dan saya bisa melawan pemenangnya pada bulan November di Madison Square Garden."
Ancaman pensiun Gaethje bukanlah isapan jempol belaka. Petarung berusia 36 tahun ini baru saja memenangkan hadiah fantastis sebesar USD400.000 (sekitar Rp6,5 miliar). Uang tunai itu diperolehnya setelah finis di posisi kedua di ajang perdana Fanatic Games di New York City bulan lalu, di mana ia bersaing dengan 50 selebritas dan 50 penggemar dalam berbagai tantangan berbasis keterampilan.
Baca Juga: Kisah Katie Taylor: Nyamar Laki-laki, Ratu Tinju, Inspirasi Duel di Olimpiade
Awalnya, ia memenangkan Ferrari 812 GTS, namun ia memilih untuk menukar kuncinya dengan sejumlah besar uang tunai. Kini, dengan pundi-pundi yang melimpah, Gaethje punya posisi tawar yang kuat. Ia sebelumnya memang telah menyatakan akan gantung sarung tangan jika pertarungan berikutnya bukan untuk memperebutkan gelar UFC.
Namun, tantangan Gaethje nampaknya belum menarik minat sang juara. Ilia Topuria justru menunjukkan minat yang lebih besar untuk menghadapi Paddy Pimblett, di tengah rumor pertarungan besar yang akan datang. "Bertarung melawan Justin Gaethje, saya rasa itu bukan sesuatu yang menarik bagi para penggemar," ujar Topuria kepada ESPN setelah UFC 317.
"Kita membutuhkan darah baru di divisi ini. Kita membutuhkan wajah-wajah baru yang datang lebih bersemangat daripada orang-orang yang biasa kita lihat di masa lalu," tegasnya.
Pertemuan panas antara Topuria dan Pimblett pasca-UFC 317 semakin memanaskan rumor tersebut, meskipun CEO UFC, Dana White, menyayangkan insiden tersebut. Pertarungan Topuria vs Pimblett dinilai lebih menarik, terutama di tengah negosiasi hak siar UFC dengan raksasa seperti Netflix dan Amazon.
Namun, para petinggi UFC kini dihadapkan pada dilema, apakah akan memenuhi tuntutan Gaethje untuk pertarungan gelar yang berpotensi mencegahnya pensiun, ataukah mengikuti keinginan Topuria yang lebih condong ke pertarungan blockbuster melawan Pimblett?
Peringkat Kelas Ringan UFC
Juara: Ilia Topuria1. Islam Makhachev
2. Arman Tsarukyan
3. Charles Oliveira
4. Justin Gaethje
5. Max Holloway
6. Dustin Poirier
7. Dan Hooker
8. Mateusz Gamrot
9. Beneil Dariush
10. Paddy Pimblett
11. Rafael Fiziev
12, Renato Moicano
13. Michael Chandler
14. Benoit Saint-Denis
15. Grant Dawson
(yov)
Lihat Juga :