Di Balik Kekalahan Brutal Daniel Dubois, Ada Pesta Terlarang Sebelum Lawan Oleksandr Usyk
Selasa, 22 Juli 2025 - 20:28 WIB
loading...
Di Balik Kekalahan Brutal Daniel Dubois, Ada Pesta Terlarang Sebelum Lawan Oleksandr Usyk
A
A
A
Kekalahan Daniel Dubois dari Oleksandr Usyk di laga perebutan gelar juara dunia kelas berat tak hanya menjadi sorotan karena hasil KO di ronde kelima, tapi juga karena atmosfer tidak biasa yang menyelimuti hari pertarungan. Kini, sorotan mengarah pada sebuah "pesta sebelum tanding" yang digelar di rumah Dubois—dan peran ayahnya di balik kekacauan tersebut.
Menurut laporan talkSPORT, sebuah pesta—atau yang disebut "gathering" oleh pelatih Don Charles—digelar di rumah Dubois hanya beberapa jam sebelum pertandingan besar di Wembley Stadium. Pesta itu diorganisir oleh ayah Dubois dan dihadiri banyak tamu, meski tak jelas apakah sang petinju mengenal semua yang hadir.
“Itu bukan pesta, tapi lebih ke pertemuan untuk membangun energi positif. Kami pernah melakukannya sebelum kemenangan atas Anthony Joshua,” ungkap Don Charles, berusaha meluruskan narasi yang menyudutkan.
Baca juga: Oleksandr Usyk: Terima Kasih Ivan, Pukulan Kiri Penghancur Daniel Dubois
Namun yang menjadi masalah, Dubois tiba di venue kurang dari dua jam sebelum naik ring, dan menurut banyak pengamat, kondisi itu jauh dari ideal untuk pertarungan sekelas perebutan sabuk juara dunia.
Charles membela strategi ini dengan mengklaim pendekatan serupa telah membawa kesuksesan sebelumnya, dan mereka hanya mencoba mengulangi formula yang pernah berhasil.
"Energi dari 'gathering' itu yang mendorong penampilan luar biasa saat melawan AJ. Kali ini, kami hanya mencoba memperbesar energinya dengan lebih banyak orang," jelas Charles.
Namun kenyataan di atas ring jauh dari harapan. Usyk tampil dominan, menjatuhkan Dubois dengan kombinasi pukulan cerdas dan teknik tinggi. Banyak pihak menilai Dubois tampil di bawah performa terbaiknya—hanya 25% dari potensi, kata Charles.
Situasi jadi makin pelik ketika terungkap bahwa Dubois datang ke stadion terlambat dalam rombongan besar, disusul kekacauan logistik menjelang pertarungan. Bahkan beberapa sumber menyebutkan bahwa momen persiapan di ruang ganti terasa padat dan tak fokus, walau Charles bersikeras semuanya terlihat normal.
“Saya tidak melihat tanda-tanda negatif di ruang ganti. Tapi jelas kami gagal mengeksekusi rencana. Itu bukan karena pesta, tapi karena Usyk terlalu hebat.”
Daripada menyalahkan kegagalan pada suasana pra-pertarungan, Charles memilih untuk mengakui kehebatan Usyk sebagai faktor utama kekalahan. Petinju Ukraina itu kini mulai dibandingkan dengan legenda seperti Muhammad Ali dan Lennox Lewis karena kemampuannya mengalahkan lawan dengan gaya dan kontrol yang luar biasa.
“Kami kalah dari jenius tinju. Itu sebab utamanya. Bukan pesta, bukan telat datang, tapi karena Usyk adalah petarung spesial.”
Meskipun Don Charles mencoba mempertahankan bahwa pertemuan pra-pertarungan bukan penyebab kekalahan Dubois, dunia tinju tampaknya tak sepenuhnya setuju. Banyak yang menilai bahwa profesionalisme telah dikorbankan demi suasana yang ‘terlalu santai’ untuk ajang sebesar pertarungan gelar dunia.
Menurut laporan talkSPORT, sebuah pesta—atau yang disebut "gathering" oleh pelatih Don Charles—digelar di rumah Dubois hanya beberapa jam sebelum pertandingan besar di Wembley Stadium. Pesta itu diorganisir oleh ayah Dubois dan dihadiri banyak tamu, meski tak jelas apakah sang petinju mengenal semua yang hadir.
“Itu bukan pesta, tapi lebih ke pertemuan untuk membangun energi positif. Kami pernah melakukannya sebelum kemenangan atas Anthony Joshua,” ungkap Don Charles, berusaha meluruskan narasi yang menyudutkan.
Baca juga: Oleksandr Usyk: Terima Kasih Ivan, Pukulan Kiri Penghancur Daniel Dubois
Namun yang menjadi masalah, Dubois tiba di venue kurang dari dua jam sebelum naik ring, dan menurut banyak pengamat, kondisi itu jauh dari ideal untuk pertarungan sekelas perebutan sabuk juara dunia.
Charles membela strategi ini dengan mengklaim pendekatan serupa telah membawa kesuksesan sebelumnya, dan mereka hanya mencoba mengulangi formula yang pernah berhasil.
"Energi dari 'gathering' itu yang mendorong penampilan luar biasa saat melawan AJ. Kali ini, kami hanya mencoba memperbesar energinya dengan lebih banyak orang," jelas Charles.
Namun kenyataan di atas ring jauh dari harapan. Usyk tampil dominan, menjatuhkan Dubois dengan kombinasi pukulan cerdas dan teknik tinggi. Banyak pihak menilai Dubois tampil di bawah performa terbaiknya—hanya 25% dari potensi, kata Charles.
Situasi jadi makin pelik ketika terungkap bahwa Dubois datang ke stadion terlambat dalam rombongan besar, disusul kekacauan logistik menjelang pertarungan. Bahkan beberapa sumber menyebutkan bahwa momen persiapan di ruang ganti terasa padat dan tak fokus, walau Charles bersikeras semuanya terlihat normal.
“Saya tidak melihat tanda-tanda negatif di ruang ganti. Tapi jelas kami gagal mengeksekusi rencana. Itu bukan karena pesta, tapi karena Usyk terlalu hebat.”
Usyk, Faktor Penentu Sebenarnya?
Daripada menyalahkan kegagalan pada suasana pra-pertarungan, Charles memilih untuk mengakui kehebatan Usyk sebagai faktor utama kekalahan. Petinju Ukraina itu kini mulai dibandingkan dengan legenda seperti Muhammad Ali dan Lennox Lewis karena kemampuannya mengalahkan lawan dengan gaya dan kontrol yang luar biasa.
“Kami kalah dari jenius tinju. Itu sebab utamanya. Bukan pesta, bukan telat datang, tapi karena Usyk adalah petarung spesial.”
Meskipun Don Charles mencoba mempertahankan bahwa pertemuan pra-pertarungan bukan penyebab kekalahan Dubois, dunia tinju tampaknya tak sepenuhnya setuju. Banyak yang menilai bahwa profesionalisme telah dikorbankan demi suasana yang ‘terlalu santai’ untuk ajang sebesar pertarungan gelar dunia.
(sto)
Lihat Juga :