5 Petinju dengan IQ Tarung Tertinggi Sepanjang Sejarah Versi AI!
Rabu, 23 Juli 2025 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Biasanya bertarung dengan kuda-kuda Philly Shell, B-Hop meminimalkan pukulan yang masuk dengan menekuk dagu dan menggunakan teknik shoulder roll untuk menjaga jarak. Hopkins adalah counter puncher ulung yang ahli memilih pukulannya untuk efek maksimal. Seiring bertambahnya usia, kemampuannya untuk memaksa lawan bertarung sesuai kecepatannya sangat penting. Namun, ketika kesempatan untuk memberikan kerusakan datang, 'The Executioner' selalu menemukan pukulan yang jitu, seperti yang bisa dibuktikan oleh Oscar De La Hoya, Kelly Pavlik, dan Jean Pascal.
Baca Juga: Devin Haney Tolak Tantangan Duel Jaron Ennis di Kelas 68,9 Kg
Otak tinju petarung Ukraina yang luar biasa ini terlihat jelas dalam pertandingan tersebut, karena ia berulang kali menggunakan footwork dan ringcraft yang tajam untuk menetralkan tekanan dari lawannya yang lebih muda. Setiap kali Dubois melihat Usyk dalam posisi rentan, juara Olimpiade itu akan berputar keluar dari bahaya dan melanjutkan serangannya sendiri. Bukan hanya Dubois yang kesulitan menghadapi superstar tak terkalahkan ini. Anthony Joshua dan Tyson Fury sama-sama telah berbagi 24 ronde dengan petarung berusia 38 tahun itu dan hanya meraih sedikit keberhasilan.
Menggunakan putaran bahu dan gerakan kepala yang halus untuk menghindari pukulan lawan, peraih medali emas Olimpiade dua kali ini menghadirkan teka-teki yang hanya sedikit orang bisa pecahkan. Meskipun ia menjadi sedikit lebih mudah dipukul seiring naiknya berat badan, juara dunia tiga divisi ini tampaknya mampu memancing lawan-lawannya untuk membuat kesalahan dengan mudah. Ketika kesalahan itu datang, Lomachenko siap menghukum mereka dengan kecepatan tangannya yang luar biasa.
'The Greatest' gemar mempermainkan pikiran di atas ring, memanfaatkan gaya bersandar dan taktik rope-a-dope-nya yang terkenal untuk mendorong lawan agar memukul diri mereka sendiri. Setelah lawan cukup lelah, Ali akan menerkam dengan kombinasi serangan yang tajam dan mengambil kembali keunggulan. Kekuatan mentalnya membuatnya jarang goyah selama pertarungan dan mampu dengan cepat mengubah rencana permainannya ketika pertarungan tidak berjalan sesuai rencana.
Baca Juga: Devin Haney Tolak Tantangan Duel Jaron Ennis di Kelas 68,9 Kg
3. Oleksandr Usyk (Rekor: 24-0, 15 KO)
Salah satu dari sedikit petarung aktif dalam daftar ini, juara bertahan kelas berat tak terbantahkan, Oleksandr Usyk, begitu tangguh hingga ia membuat olahraga ini terlihat mudah. Setelah menjadi juara tak terbantahkan di kelas penjelajah, 'The Cat' kini telah mencapai prestasi yang sama di kelas berat sebanyak dua kali, periode ketiganya sebagai juara tak terbantahkan setelah mengalahkan Daniel Dubois.Otak tinju petarung Ukraina yang luar biasa ini terlihat jelas dalam pertandingan tersebut, karena ia berulang kali menggunakan footwork dan ringcraft yang tajam untuk menetralkan tekanan dari lawannya yang lebih muda. Setiap kali Dubois melihat Usyk dalam posisi rentan, juara Olimpiade itu akan berputar keluar dari bahaya dan melanjutkan serangannya sendiri. Bukan hanya Dubois yang kesulitan menghadapi superstar tak terkalahkan ini. Anthony Joshua dan Tyson Fury sama-sama telah berbagi 24 ronde dengan petarung berusia 38 tahun itu dan hanya meraih sedikit keberhasilan.
4. Vasyl Lomachenko (Rekor: 18-3, 12 KO)
Dengan latar belakang kelas tari sejak usia dini, Vasyl Lomachenko meletakkan fondasi bagi karier tinju elitnya sejak kecil. Kemampuannya untuk berputar dan menciptakan sudut untuk melancarkan pukulan sangat luar biasa, tetapi petinju Ukraina itu juga unggul dalam bertahan.Menggunakan putaran bahu dan gerakan kepala yang halus untuk menghindari pukulan lawan, peraih medali emas Olimpiade dua kali ini menghadirkan teka-teki yang hanya sedikit orang bisa pecahkan. Meskipun ia menjadi sedikit lebih mudah dipukul seiring naiknya berat badan, juara dunia tiga divisi ini tampaknya mampu memancing lawan-lawannya untuk membuat kesalahan dengan mudah. Ketika kesalahan itu datang, Lomachenko siap menghukum mereka dengan kecepatan tangannya yang luar biasa.
5. Muhammad Ali (Rekor: 56–5, 37 KO)
Mantra Ali "melayang seperti kupu-kupu, menyengat seperti lebah" lebih dari sekadar slogan yang disukai penonton. Legenda kelas berat ini memiliki gerak kaki yang sangat cepat dan paham cara mengepung lawan agar terhindar dari serangan. Jab-nya yang tajam seringkali mencegah lawan untuk maju menyerang, dan ia adalah ahli bertahan saat berada di bawah tekanan.'The Greatest' gemar mempermainkan pikiran di atas ring, memanfaatkan gaya bersandar dan taktik rope-a-dope-nya yang terkenal untuk mendorong lawan agar memukul diri mereka sendiri. Setelah lawan cukup lelah, Ali akan menerkam dengan kombinasi serangan yang tajam dan mengambil kembali keunggulan. Kekuatan mentalnya membuatnya jarang goyah selama pertarungan dan mampu dengan cepat mengubah rencana permainannya ketika pertarungan tidak berjalan sesuai rencana.
(yov)
Lihat Juga :