Jadwal Timnas Indonesia vs Irak Berubah! PSSI Berhasil Lobi AFC demi Recovery Pemain
Kamis, 24 Juli 2025 - 16:19 WIB
loading...
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengumumkan perubahan jadwal pertandingan penting Timnas Indonesia pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia / Foto: iNews Media Group
A
A
A
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir , mengumumkan perubahan jadwal pertandingan penting Timnas Indonesia pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Laga krusial kontra Timnas Irak yang sedianya digelar Sabtu (11/10/2025) pukul 22.00 WIB, kini resmi diundur menjadi Minggu (12/10/2025) pukul 02.30 WIB.
Perubahan jadwal ini merupakan hasil upaya lobi intensif PSSI kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Erick Thohir menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjunjung tinggi sportivitas dan memberikan waktu pemulihan yang cukup bagi skuad Garuda.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/7/2025), Erick Thohir membeberkan alasan di balik pengajuan banding tersebut. "Kami sejak mendapatkan informasi dan surat tertulis, ditunjukkan bahwa Timnas Indonesia akan bermain pukul 20.15 (waktu setempat) untuk game pertama dan jam 18.00 untuk game kedua. Kami langsung diskusi internal dengan tim kepelatihan bahwa kita harus coba bicara sportivitas kepada AFC," ujar Erick.
Baca Juga: Gerald Vanenburg Pastikan Timnas Indonesia U-23 Siap Tempur Hadapi Thailand di Semifinal Piala AFF U-23 2025
Jadwal awal yang sangat mepet menjadi perhatian utama. Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Arab Saudi pada Kamis (9/10/2025) pukul 00.15 WIB. Lalu, kurang dari dua hari kemudian, mereka harus langsung bertanding melawan Irak.
Waktu istirahat yang kurang dari 24 jam ini jelas sangat merugikan Thom Haye dan kawan-kawan. "Kami perlu recovery, ditambah lagi kami negara dengan penerbangan paling jauh. Jadi kita mengirimkan surat kepada AFC. Tentunya kami berkoordinasi dengan pihak MNC sebagai media yang menayangkan pertandingan, terima kasih Bu Angela (Tanoesoedibjo) telah mendukung. Lalu kita melobi beberapa hari dan alhamdulillah AFC merespons dengan baik," lanjut pria berusia 55 tahun itu.
Respons positif dari AFC sangat diapresiasi PSSI. "Hasilnya pertandingan kedua dimundurkan dari jam 18.00 menjadi 22.30 (waktu setempat). Kita recovery-nya jadi cukup waktu. Kita terima kasih kepada AFC. Kami juga pernah melakukan hal yang sama sebagai tuan rumah, ketika pihak Jepang meminta mundur satu hari," tegas Erick Thohir.
Baca Juga: Dari Gang Sempit Tangerang Menuju Panggung Internasional: Kisah Yardan Yafi, Senjata Rahasia Garuda Muda
Mundurnya jadwal sekitar 4,5 jam ini diharapkan bisa memberikan jeda yang cukup berarti bagi kebugaran tim asuhan Patrick Kluivert. Perubahan jadwal ini membawa sedikit angin segar bagi Timnas Indonesia dalam upaya mereka mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026.
Untuk lolos otomatis ke putaran final, Timnas Indonesia wajib finis sebagai juara Grup B. Ini berarti mereka harus memenangkan kedua laga, baik melawan Irak maupun Arab Saudi. Lalu, bagaimana jika Timnas Indonesia hanya mampu finis sebagai runner-up grup?
Jika skenario ini terjadi, Timnas Indonesia masih memiliki kesempatan melalui jalur playoff. Mereka akan menantang runner-up Grup A di playoff Asia. Pemenang dari playoff Asia ini kemudian akan melaju ke playoff antar-konfederasi, sebuah babak yang melibatkan enam negara dari berbagai konfederasi untuk memperebutkan dua slot tersisa di Piala Dunia 2026.
Perjalanan Timnas Indonesia di kualifikasi ini memang tidak mudah, namun dukungan penuh dari PSSI, penyesuaian jadwal, dan semangat juang para pemain diharapkan mampu membawa Garuda terbang lebih tinggi.
Perubahan jadwal ini merupakan hasil upaya lobi intensif PSSI kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Erick Thohir menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjunjung tinggi sportivitas dan memberikan waktu pemulihan yang cukup bagi skuad Garuda.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/7/2025), Erick Thohir membeberkan alasan di balik pengajuan banding tersebut. "Kami sejak mendapatkan informasi dan surat tertulis, ditunjukkan bahwa Timnas Indonesia akan bermain pukul 20.15 (waktu setempat) untuk game pertama dan jam 18.00 untuk game kedua. Kami langsung diskusi internal dengan tim kepelatihan bahwa kita harus coba bicara sportivitas kepada AFC," ujar Erick.
Baca Juga: Gerald Vanenburg Pastikan Timnas Indonesia U-23 Siap Tempur Hadapi Thailand di Semifinal Piala AFF U-23 2025
Jadwal awal yang sangat mepet menjadi perhatian utama. Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Arab Saudi pada Kamis (9/10/2025) pukul 00.15 WIB. Lalu, kurang dari dua hari kemudian, mereka harus langsung bertanding melawan Irak.
Waktu istirahat yang kurang dari 24 jam ini jelas sangat merugikan Thom Haye dan kawan-kawan. "Kami perlu recovery, ditambah lagi kami negara dengan penerbangan paling jauh. Jadi kita mengirimkan surat kepada AFC. Tentunya kami berkoordinasi dengan pihak MNC sebagai media yang menayangkan pertandingan, terima kasih Bu Angela (Tanoesoedibjo) telah mendukung. Lalu kita melobi beberapa hari dan alhamdulillah AFC merespons dengan baik," lanjut pria berusia 55 tahun itu.
Respons positif dari AFC sangat diapresiasi PSSI. "Hasilnya pertandingan kedua dimundurkan dari jam 18.00 menjadi 22.30 (waktu setempat). Kita recovery-nya jadi cukup waktu. Kita terima kasih kepada AFC. Kami juga pernah melakukan hal yang sama sebagai tuan rumah, ketika pihak Jepang meminta mundur satu hari," tegas Erick Thohir.
Baca Juga: Dari Gang Sempit Tangerang Menuju Panggung Internasional: Kisah Yardan Yafi, Senjata Rahasia Garuda Muda
Mundurnya jadwal sekitar 4,5 jam ini diharapkan bisa memberikan jeda yang cukup berarti bagi kebugaran tim asuhan Patrick Kluivert. Perubahan jadwal ini membawa sedikit angin segar bagi Timnas Indonesia dalam upaya mereka mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026.
Untuk lolos otomatis ke putaran final, Timnas Indonesia wajib finis sebagai juara Grup B. Ini berarti mereka harus memenangkan kedua laga, baik melawan Irak maupun Arab Saudi. Lalu, bagaimana jika Timnas Indonesia hanya mampu finis sebagai runner-up grup?
Jika skenario ini terjadi, Timnas Indonesia masih memiliki kesempatan melalui jalur playoff. Mereka akan menantang runner-up Grup A di playoff Asia. Pemenang dari playoff Asia ini kemudian akan melaju ke playoff antar-konfederasi, sebuah babak yang melibatkan enam negara dari berbagai konfederasi untuk memperebutkan dua slot tersisa di Piala Dunia 2026.
Perjalanan Timnas Indonesia di kualifikasi ini memang tidak mudah, namun dukungan penuh dari PSSI, penyesuaian jadwal, dan semangat juang para pemain diharapkan mampu membawa Garuda terbang lebih tinggi.
(yov)
Lihat Juga :