Dinasti Baru di Anfield, Liverpool Habiskan Rp5,2 Triliun Datangkan Pemain Anyar
Kamis, 24 Juli 2025 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
6. Armin Pecsi – Kiper muda 20 tahun, diboyong untuk proyek jangka panjang.
7. Freddie Woodman – Kiper cadangan berpengalaman, direkrut gratis dari Preston North End.
Dikutip dari Transfermarkt, Liverpool telah mengeluarkan total 308,68 juta euro sepanjang jendela transfer musim panas ini. Jumlah ini memecahkan rekor pengeluaran tertinggi sepanjang sejarah klub. Selain Hugo Ekitike, The Reds juga telah mendatangkan Florian Wirtz (125 juta euro), Milos Kerkez (46,9 juta euro), Jeremie Frimpong (40 juta euro), Armin Pecsi (1,78 juta euro), dan Freddie Woodman (free transfer).
Total belanja lebih dari Rp5 triliun ini menjadi sinyal bahwa Liverpool tak ingin sekadar bertahan di papan atas, tetapi membangun dinasti baru di bawah Arne Slot. Langkah ini juga memperlihatkan perubahan filosofi klub—dari era sabar membina, ke era yang menuntut hasil cepat dan efisiensi tinggi.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Liverpool bisa bersaing, tapi sejauh mana mereka bisa melaju dengan proyek barunya. Dengan skuad muda yang tajam dan fleksibel, Slot dan pasukannya tampak siap melanjutkan dominasi domestik—dan mungkin, kembali mengejar kejayaan di Eropa.
Apakah gelar Premier League ke-21 menanti di akhir musim? Waktu yang akan menjawab. Tapi satu hal pasti: Liverpool tidak lagi bermain aman, The Reds sedang membangun sesuatu yang besar.
7. Freddie Woodman – Kiper cadangan berpengalaman, direkrut gratis dari Preston North End.
Dinasti Baru di Anfield
Dikutip dari Transfermarkt, Liverpool telah mengeluarkan total 308,68 juta euro sepanjang jendela transfer musim panas ini. Jumlah ini memecahkan rekor pengeluaran tertinggi sepanjang sejarah klub. Selain Hugo Ekitike, The Reds juga telah mendatangkan Florian Wirtz (125 juta euro), Milos Kerkez (46,9 juta euro), Jeremie Frimpong (40 juta euro), Armin Pecsi (1,78 juta euro), dan Freddie Woodman (free transfer).
Total belanja lebih dari Rp5 triliun ini menjadi sinyal bahwa Liverpool tak ingin sekadar bertahan di papan atas, tetapi membangun dinasti baru di bawah Arne Slot. Langkah ini juga memperlihatkan perubahan filosofi klub—dari era sabar membina, ke era yang menuntut hasil cepat dan efisiensi tinggi.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Liverpool bisa bersaing, tapi sejauh mana mereka bisa melaju dengan proyek barunya. Dengan skuad muda yang tajam dan fleksibel, Slot dan pasukannya tampak siap melanjutkan dominasi domestik—dan mungkin, kembali mengejar kejayaan di Eropa.
Apakah gelar Premier League ke-21 menanti di akhir musim? Waktu yang akan menjawab. Tapi satu hal pasti: Liverpool tidak lagi bermain aman, The Reds sedang membangun sesuatu yang besar.
(sto)
Lihat Juga :