Pengakuan Jujur Jens Raven Sulit Bongkar Pertahanan Vietnam U-23
Rabu, 30 Juli 2025 - 11:11 WIB
loading...
Jens Raven tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah Timnas Indonesia U-23 takluk 0-1 dari Vietnam di final Piala AFF U-23 / Foto: Aldhi Chandra Setiawan
A
A
A
Jens Raven tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah Timnas Indonesia U-23 takluk 0-1 dari Vietnam di final Piala AFF U-23 . Dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (29/7/2025) malam WIB, penyerang muda berusia 19 tahun itu mengakui dirinya dibuat mati kutu oleh solidnya lini pertahanan Vietnam, membuatnya kesulitan menunjukkan performa terbaik dan mencetak gol.
Kekalahan ini membuat Timnas Indonesia U-23 gagal meraih gelar juara Piala AFF U-23 untuk kedua kalinya secara beruntun di tangan Vietnam. Pada edisi 2023, Indonesia juga harus mengakui keunggulan Vietnam lewat adu penalti (0-0, 5-6).
Di sisi lain, kemenangan ini mengukuhkan dominasi Vietnam yang kini mengoleksi tiga gelar juara Piala AFF U-23 berturut-turut (2022, 2023, 2025). Menurut Jens Raven, kunci sukses Vietnam meredam serangan Timnas Indonesia U-23 terletak pada kekompakan lini belakang mereka.
Baca Juga: Kim Sang-sik Ungkap Taktik Rahasia Botol Air dan Handuk Ajaib di Final Piala AFF U-23
Kondisi ini membuat aliran bola ke dirinya sebagai ujung tombak sering terputus, sehingga sulit menciptakan peluang berbahaya. "Vietnam bermain sangat kompak di pertahanan," kata Jens Raven.
Pemain berposisi penyerang ini juga menjelaskan bahwa setiap pergerakannya selalu mendapatkan pengawalan ketat dari beberapa pemain Vietnam. Hal ini sangat menyulitkannya untuk memberikan kontribusi maksimal bagi Timnas Indonesia U-23.
Baca Juga: Daftar 13 Pemain Timnas Indonesia yang Bermain di Liga Top Eropa
"Jadi, sangat sulit bagi saya untuk mendapatkan banyak peluang di depan gawang atau mendapatkan bola. Jadi, itu sangat sulit bagi saya. Jadi, begitulah adanya," imbuhnya.
Meski demikian, perjuangan Timnas Indonesia U-23 di final ini tetap patut diapresiasi, meskipun hasil akhir belum berpihak kepada mereka. Kini, Skuad Garuda Muda harus segera berbenah dan fokus menatap turnamen berikutnya.
Kekalahan ini membuat Timnas Indonesia U-23 gagal meraih gelar juara Piala AFF U-23 untuk kedua kalinya secara beruntun di tangan Vietnam. Pada edisi 2023, Indonesia juga harus mengakui keunggulan Vietnam lewat adu penalti (0-0, 5-6).
Di sisi lain, kemenangan ini mengukuhkan dominasi Vietnam yang kini mengoleksi tiga gelar juara Piala AFF U-23 berturut-turut (2022, 2023, 2025). Menurut Jens Raven, kunci sukses Vietnam meredam serangan Timnas Indonesia U-23 terletak pada kekompakan lini belakang mereka.
Baca Juga: Kim Sang-sik Ungkap Taktik Rahasia Botol Air dan Handuk Ajaib di Final Piala AFF U-23
Kondisi ini membuat aliran bola ke dirinya sebagai ujung tombak sering terputus, sehingga sulit menciptakan peluang berbahaya. "Vietnam bermain sangat kompak di pertahanan," kata Jens Raven.
Pemain berposisi penyerang ini juga menjelaskan bahwa setiap pergerakannya selalu mendapatkan pengawalan ketat dari beberapa pemain Vietnam. Hal ini sangat menyulitkannya untuk memberikan kontribusi maksimal bagi Timnas Indonesia U-23.
Baca Juga: Daftar 13 Pemain Timnas Indonesia yang Bermain di Liga Top Eropa
"Jadi, sangat sulit bagi saya untuk mendapatkan banyak peluang di depan gawang atau mendapatkan bola. Jadi, itu sangat sulit bagi saya. Jadi, begitulah adanya," imbuhnya.
Meski demikian, perjuangan Timnas Indonesia U-23 di final ini tetap patut diapresiasi, meskipun hasil akhir belum berpihak kepada mereka. Kini, Skuad Garuda Muda harus segera berbenah dan fokus menatap turnamen berikutnya.
(yov)
Lihat Juga :