Legenda Tinju Teddy Atlas Samakan Ilia Topuria dengan Muhammad Ali dan Sugar Ray Robinson
Rabu, 30 Juli 2025 - 09:01 WIB
loading...
Ilia Topuria disebut-sebut memiliki kemiripan dengan legenda tinju Muhammad Ali dan Sugar Ray Robinson / Foto: Givemesport
A
A
A
Ilia Topuria disebut-sebut memiliki kemiripan dengan legenda tinju Muhammad Ali dan 'Sugar Ray' Robinson. Pernyataan mengejutkan ini datang dari Teddy Atlas, mantan pelatih Mike Tyson yang kini menjadi analis olahraga tarung ternama.
Sejak debutnya di UFC pada tahun 2020, setelah sebelumnya mencuri perhatian di Cage Warriors dan Brave CF, Topuria telah menorehkan prestasi luar biasa dalam waktu singkat. Bintang UFC yang sedang naik daun itu berhasil mengalahkan nama-nama besar seperti Alexander Volkanovski, Max Holloway, dan Charles Oliveira untuk meraih gelar juara UFC di dua divisi, yaitu kelas bulu dan ringan.
Namun, Topuria tampaknya belum puas. Ia berambisi untuk memenangkan gelar di kelas welter, bahkan kemungkinan besar akan menghadapi rival abadinya, Islam Makhachev. Jika ini terwujud, Topuria bisa menjadi petarung pertama dalam sejarah MMA yang meraih gelar juara di tiga kelas berbeda.
Baca Juga: Kenshiro Teraji vs Ricardo Sandoval Pertaruhan 2 Sabuk sang Juara
Pola pikir ambisius inilah yang menurut Atlas, setara dengan mentalitas Ali dan Robinson. Berbicara kepada BetVictor Online Casinos, Atlas menyoroti apa yang membuat Topuria begitu istimewa hingga tetap tak terkalahkan dalam 17 pertarungan seni bela diri campuran di semua organisasi.
Baginya, rahasianya terletak pada kepercayaan diri yang luar biasa yang disebutnya sebagai sesuatu yang sangat langka. "Jika seseorang pernah mendapatkan kepercayaan diri yang luar biasa, itu membuatnya sangat langka," jelas Atlas.
Atlas menambahkan bahwa tingkat kepercayaan diri tersebut membuat mereka sangat sulit dikalahkan. Ia mengungkapkan bahwa mentornya, Cus d'Amato (pelatih legendaris Mike Tyson), hanya mengenal dua petarung yang memiliki kepercayaan diri setinggi itu: Sugar Ray Robinson, yang dianggap sebagai petarung kelas welter dan menengah terhebat sepanjang masa, serta Muhammad Ali, raja kelas berat tiga kali di masa jayanya.
Baca Juga: Jejak Oleksandr Usyk dari Amatir hingga Juara Dunia 2 Divisi Tak Terbantahkan
"Artinya, ini sebuah kemampuan, bukan sekadar kepercayaan diri, tetapi keyakinan bahwa Anda tak terkalahkan," tegas Atlas, menggambarkan kedalaman mentalitas tersebut.
Pola pikir tak terkalahkan inilah yang menjadi tantangan bagi Makhachev jika mereka benar-benar bertemu di Octagon. Persaingan ini semakin memanas setelah Makhachev baru-baru ini melepas gelar kelas ringannya untuk pindah ke divisi kelas welter. Keputusan ini membuka jalan bagi Topuria untuk naik ke kelas 155 pound dan menantang Oliveira untuk sabuk yang kosong.
Meskiev belum melakukan debutnya di divisi 170 pound, namun secara luas diakui bahwa ia akan menjadi lawan pertama bagi Jack Della Maddalena yang baru saja memenangkan gelar juara di divisi tersebut. Pertarungan antara Topuria dan Makhachev, jika terealisasi, dipastikan akan menjadi salah satu duel paling dinanti dalam sejarah UFC, mengadu dua mentalitas juara yang tak tergoyahkan.
Sejak debutnya di UFC pada tahun 2020, setelah sebelumnya mencuri perhatian di Cage Warriors dan Brave CF, Topuria telah menorehkan prestasi luar biasa dalam waktu singkat. Bintang UFC yang sedang naik daun itu berhasil mengalahkan nama-nama besar seperti Alexander Volkanovski, Max Holloway, dan Charles Oliveira untuk meraih gelar juara UFC di dua divisi, yaitu kelas bulu dan ringan.
Namun, Topuria tampaknya belum puas. Ia berambisi untuk memenangkan gelar di kelas welter, bahkan kemungkinan besar akan menghadapi rival abadinya, Islam Makhachev. Jika ini terwujud, Topuria bisa menjadi petarung pertama dalam sejarah MMA yang meraih gelar juara di tiga kelas berbeda.
Baca Juga: Kenshiro Teraji vs Ricardo Sandoval Pertaruhan 2 Sabuk sang Juara
Pola pikir ambisius inilah yang menurut Atlas, setara dengan mentalitas Ali dan Robinson. Berbicara kepada BetVictor Online Casinos, Atlas menyoroti apa yang membuat Topuria begitu istimewa hingga tetap tak terkalahkan dalam 17 pertarungan seni bela diri campuran di semua organisasi.
Baginya, rahasianya terletak pada kepercayaan diri yang luar biasa yang disebutnya sebagai sesuatu yang sangat langka. "Jika seseorang pernah mendapatkan kepercayaan diri yang luar biasa, itu membuatnya sangat langka," jelas Atlas.
Atlas menambahkan bahwa tingkat kepercayaan diri tersebut membuat mereka sangat sulit dikalahkan. Ia mengungkapkan bahwa mentornya, Cus d'Amato (pelatih legendaris Mike Tyson), hanya mengenal dua petarung yang memiliki kepercayaan diri setinggi itu: Sugar Ray Robinson, yang dianggap sebagai petarung kelas welter dan menengah terhebat sepanjang masa, serta Muhammad Ali, raja kelas berat tiga kali di masa jayanya.
Baca Juga: Jejak Oleksandr Usyk dari Amatir hingga Juara Dunia 2 Divisi Tak Terbantahkan
"Artinya, ini sebuah kemampuan, bukan sekadar kepercayaan diri, tetapi keyakinan bahwa Anda tak terkalahkan," tegas Atlas, menggambarkan kedalaman mentalitas tersebut.
Duel Impian Topuria vs. Makhachev Makin Panas?
Pola pikir tak terkalahkan inilah yang menjadi tantangan bagi Makhachev jika mereka benar-benar bertemu di Octagon. Persaingan ini semakin memanas setelah Makhachev baru-baru ini melepas gelar kelas ringannya untuk pindah ke divisi kelas welter. Keputusan ini membuka jalan bagi Topuria untuk naik ke kelas 155 pound dan menantang Oliveira untuk sabuk yang kosong.
Meskiev belum melakukan debutnya di divisi 170 pound, namun secara luas diakui bahwa ia akan menjadi lawan pertama bagi Jack Della Maddalena yang baru saja memenangkan gelar juara di divisi tersebut. Pertarungan antara Topuria dan Makhachev, jika terealisasi, dipastikan akan menjadi salah satu duel paling dinanti dalam sejarah UFC, mengadu dua mentalitas juara yang tak tergoyahkan.
(yov)
Lihat Juga :