MLSC 2025-2026 Siap Guncang 10 Kota, Target Lahirkan Bintang Sepak Bola Putri Timnas!
Kamis, 31 Juli 2025 - 15:57 WIB
loading...
A
A
A
Terbukti, animo di Kudus sudah luar biasa. MLSC Kudus Seri 1 2025 saat ini diikuti oleh 1.370 peserta dari 92 SD dan MI dari Kudus dan sekitarnya. Pemilihan Malang dan Bekasi sebagai kota tambahan bukan tanpa alasan. Teddy menilai kedua kota tersebut memiliki sejarah panjang dalam sepak bola dan populasi penduduk yang besar.
Survei juga menunjukkan minat sepak bola putri yang tinggi di sana. "Harapannya pada MLSC kali ini secara kualitas peserta semakin meningkat, dan dari sisi kuantitas juga mengalami penambahan dari gelaran sebelumnya,” imbuh Teddy.
Baca Juga: Jay Idzes Bingung: Antara Bertahan di Venezia Atau Pindah ke Klub Serie A?
Bekasi misalnya, dikenal dengan Persikasi Bekasi (berdiri 1961) dan FC Bekasi City (kini di Liga 2). Sementara Malang, memiliki akar sepak bola sejak masa penjajahan Belanda dengan klub tertua MVB (Malangsche Voetbal Bond) yang berdiri pada 1928, dan PSIM (Persatoean Sepakbola Indonesia Malang) atau Persema yang telah menjadi bagian penting sejak 1953.
Penyelenggaraan turnamen sepak bola putri mendapatkan dukungan dari Vivin Cahyani Sungkono, Exco PSSI. Ia menyambut gembira MLSC yang rutin dan berkelanjutan. Menurutnya, turnamen ini adalah "cikal bakal lahirnya pesepak bola putri profesional" dan selaras dengan program pembinaan PSSI.
Survei juga menunjukkan minat sepak bola putri yang tinggi di sana. "Harapannya pada MLSC kali ini secara kualitas peserta semakin meningkat, dan dari sisi kuantitas juga mengalami penambahan dari gelaran sebelumnya,” imbuh Teddy.
Baca Juga: Jay Idzes Bingung: Antara Bertahan di Venezia Atau Pindah ke Klub Serie A?
Bekasi misalnya, dikenal dengan Persikasi Bekasi (berdiri 1961) dan FC Bekasi City (kini di Liga 2). Sementara Malang, memiliki akar sepak bola sejak masa penjajahan Belanda dengan klub tertua MVB (Malangsche Voetbal Bond) yang berdiri pada 1928, dan PSIM (Persatoean Sepakbola Indonesia Malang) atau Persema yang telah menjadi bagian penting sejak 1953.
Penyelenggaraan turnamen sepak bola putri mendapatkan dukungan dari Vivin Cahyani Sungkono, Exco PSSI. Ia menyambut gembira MLSC yang rutin dan berkelanjutan. Menurutnya, turnamen ini adalah "cikal bakal lahirnya pesepak bola putri profesional" dan selaras dengan program pembinaan PSSI.
Lihat Juga :