2 Kejuaraan Sepeda Gunung Siap Gemparkan Yogyakarta!
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 19:12 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, meskipun baru pertama kali diadakan, 76 Indonesian Cross-country 2025 sudah terdaftar dalam agenda resmi Union Cycliste Internationale (UCI) kategori Class 2 (C2). Hal ini berarti, para pembalap tidak hanya memperebutkan gelar juara nasional, tetapi juga bisa mengumpulkan poin internasional yang sangat berharga.
Juara pertama akan mendapatkan 30 poin, diikuti 20 poin untuk juara kedua dan 15 poin untuk juara ketiga. Sejumlah nama besar di kancah balap cross-country nasional telah mengonfirmasi kehadiran mereka, termasuk Zaenal Fanani (Thrill Factory Team) serta Sayu Bela dan Feri Yudoyono (Asia Union TCS). Total ada 9 kelas yang akan dilombakan dalam kejuaraan cross-country ini.
Andy Prayoga sendiri merasa optimistis bisa mempertahankan posisinya, apalagi ia memiliki kenangan manis sebagai juara di Bukit Klangon tahun lalu. "Di seri kedua ini saya akan menggunakan sepeda yang berbeda. Dengan tunggangan baru ini, saya semakin bersemangat dan optimistis," ungkap Andy.
Tak hanya di kelas elit, persaingan di kelas Men Junior juga patut disimak. Pembalap muda berbakat seperti Dimas Aradhana dari 76 Rider DH Squad menunjukkan potensi cemerlang. Bahkan, catatan waktu Dimas di seri pertama mampu bersaing dengan tiga pembalap tercepat di kelas Men Elite. Dimas pun bertekad untuk kembali meraih podium di Yogyakarta.
"Menjadi juara seri perdana menjadi motivasi besar buat saya untuk mempertahankannya," ujarnya.
Juara pertama akan mendapatkan 30 poin, diikuti 20 poin untuk juara kedua dan 15 poin untuk juara ketiga. Sejumlah nama besar di kancah balap cross-country nasional telah mengonfirmasi kehadiran mereka, termasuk Zaenal Fanani (Thrill Factory Team) serta Sayu Bela dan Feri Yudoyono (Asia Union TCS). Total ada 9 kelas yang akan dilombakan dalam kejuaraan cross-country ini.
Perebutan Gelar Panas di Kategori Elit
Di kategori downhill, persaingan di kelas Men Elite diprediksi akan kembali memanas. Andy Prayoga dari Jepara, yang saat ini memimpin klasemen dengan 240 poin, harus ekstra waspada. Pembalap andalan 76 Rider DH Squad, Khoiful Mukhib, menempel ketat di posisi kedua dengan selisih poin yang sangat tipis.Andy Prayoga sendiri merasa optimistis bisa mempertahankan posisinya, apalagi ia memiliki kenangan manis sebagai juara di Bukit Klangon tahun lalu. "Di seri kedua ini saya akan menggunakan sepeda yang berbeda. Dengan tunggangan baru ini, saya semakin bersemangat dan optimistis," ungkap Andy.
Tak hanya di kelas elit, persaingan di kelas Men Junior juga patut disimak. Pembalap muda berbakat seperti Dimas Aradhana dari 76 Rider DH Squad menunjukkan potensi cemerlang. Bahkan, catatan waktu Dimas di seri pertama mampu bersaing dengan tiga pembalap tercepat di kelas Men Elite. Dimas pun bertekad untuk kembali meraih podium di Yogyakarta.
"Menjadi juara seri perdana menjadi motivasi besar buat saya untuk mempertahankannya," ujarnya.
(yov)
Lihat Juga :