Kental Drama dan Emosi, SDUT Bumi Kartini Jepara Pertahankan Gelar Juara MLSC Seri 1 2025-2026
Minggu, 03 Agustus 2025 - 20:30 WIB
loading...
Kapten tim SD 3 Bulungcangkring, Putri Lestari melepaskan tembakan di pertandingan final KU 10 pada MLSC / Foto: Ist
A
A
A
Partai final Milklife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 1 2025-2026 di Supersoccer Arena, Minggu (3/8), berlangsung dramatis dan penuh kejutan. SDUT Bumi Kartini Jepara berhasil mempertahankan supremasinya dengan merebut gelar juara Kelompok Umur (KU) 12 kelima secara beruntun dengan skor 3-2.
Rara, yang menjadi motor serangan tim, mengaku bersyukur atas pencapaian ini. Ia juga berhasil mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak dengan 43 gol.
"Menurut saya, lawan bermain sangat baik, terutama dalam bertahan. Tapi berkat kekompakan dan kesabaran, akhirnya kami bisa meraih kemenangan," ujar Rara.
"Saya sangat senang bisa membantu tim menjadi juara untuk kelima kalinya. Semoga saya bisa terus meraih lebih banyak prestasi yang membanggakan orang tua," tambahnya.
Sementara itu, SD 3 Bulungcangkring sukses menciptakan sejarah baru dengan menyingkirkan juara bertahan di KU 10 dengan skor 2-1.
Putri, yang juga dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak KU 10 dengan 54 gol, mengungkapkan rasa syukurnya. "Saya tidak menyangka bisa mencetak gol sebanyak ini dan menjadi penentu kemenangan di final. Saya ingin mempersembahkan kemenangan ini buat semua teman, guru, dan terutama kedua orangtua," ucapnya haru.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyambut positif turnamen ini. Ia menilai tingginya animo peserta, yang mencapai 1.370 siswi dari 92 SD dan MI, menunjukkan potensi besar di Kudus. Ia berharap turnamen ini bisa melahirkan pesepakbola putri profesional yang mampu bersaing di level nasional dan internasional.
Pelatih Kepala MLSC, Yayat Hidayat, juga menilai bahwa kualitas pesepakbola putri di Kudus semakin meningkat dan merata. Tim talent scouting telah mengantongi 50 nama dari KU 10 dan 20 nama dari KU 12 untuk mengikuti program latihan intensif, MilkLife Soccer Extra Training.
"Ini menjadi angin segar karena banyak bibit-bibit potensial baru yang muncul. Mereka akan kami latih secara rutin di Supersoccer Arena untuk nantinya terpilih mewakili skuad Kudus pada MLSC All Stars 2026," jelas Yayat.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, juga menegaskan bahwa Kudus adalah lumbung talenta sepak bola putri. Ia mendorong para atlet untuk terus mengasah kemampuan dengan bergabung ke Sekolah Sepak Bola (SSB) agar bisa terus berkembang dan mengukur kemampuan melalui turnamen berjenjang.
Tiga SSB, yaitu Arema Malang Cabang Semarang, Sultan Kudus United (SKU), dan Lysandra Demak, membuka pendaftaran langsung di lokasi turnamen, memberikan peluang bagi para siswi untuk memulai karier profesional mereka.
Rara, yang menjadi motor serangan tim, mengaku bersyukur atas pencapaian ini. Ia juga berhasil mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak dengan 43 gol.
"Menurut saya, lawan bermain sangat baik, terutama dalam bertahan. Tapi berkat kekompakan dan kesabaran, akhirnya kami bisa meraih kemenangan," ujar Rara.
"Saya sangat senang bisa membantu tim menjadi juara untuk kelima kalinya. Semoga saya bisa terus meraih lebih banyak prestasi yang membanggakan orang tua," tambahnya.
Sementara itu, SD 3 Bulungcangkring sukses menciptakan sejarah baru dengan menyingkirkan juara bertahan di KU 10 dengan skor 2-1.
Putri, yang juga dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak KU 10 dengan 54 gol, mengungkapkan rasa syukurnya. "Saya tidak menyangka bisa mencetak gol sebanyak ini dan menjadi penentu kemenangan di final. Saya ingin mempersembahkan kemenangan ini buat semua teman, guru, dan terutama kedua orangtua," ucapnya haru.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyambut positif turnamen ini. Ia menilai tingginya animo peserta, yang mencapai 1.370 siswi dari 92 SD dan MI, menunjukkan potensi besar di Kudus. Ia berharap turnamen ini bisa melahirkan pesepakbola putri profesional yang mampu bersaing di level nasional dan internasional.
Pelatih Kepala MLSC, Yayat Hidayat, juga menilai bahwa kualitas pesepakbola putri di Kudus semakin meningkat dan merata. Tim talent scouting telah mengantongi 50 nama dari KU 10 dan 20 nama dari KU 12 untuk mengikuti program latihan intensif, MilkLife Soccer Extra Training.
"Ini menjadi angin segar karena banyak bibit-bibit potensial baru yang muncul. Mereka akan kami latih secara rutin di Supersoccer Arena untuk nantinya terpilih mewakili skuad Kudus pada MLSC All Stars 2026," jelas Yayat.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, juga menegaskan bahwa Kudus adalah lumbung talenta sepak bola putri. Ia mendorong para atlet untuk terus mengasah kemampuan dengan bergabung ke Sekolah Sepak Bola (SSB) agar bisa terus berkembang dan mengukur kemampuan melalui turnamen berjenjang.
Tiga SSB, yaitu Arema Malang Cabang Semarang, Sultan Kudus United (SKU), dan Lysandra Demak, membuka pendaftaran langsung di lokasi turnamen, memberikan peluang bagi para siswi untuk memulai karier profesional mereka.
(yov)
Lihat Juga :