7 Negara dengan Timnas Sepak Bola Termahal di Asia: Indonesia Peringkat Berapa?
Senin, 04 Agustus 2025 - 13:16 WIB
loading...
7 Negara dengan Timnas Sepak Bola Termahal di Asia: Indonesia Peringkat Berapa?
A
A
A
Timnas Indonesia terus menunjukkan geliat positif, tidak hanya di lapangan hijau, tetapi juga dari sisi nilai pasar para pemainnya. Berdasarkan data dari Transfermarkt, Agustus 2025, Indonesia saat ini menempati peringkat keempat sebagai tim nasional dengan nilai pasar tertinggi di kawasan Asia (AFC), mengungguli beberapa raksasa seperti Iran, Jepang, dan Arab Saudi.
Dalam daftar yang dirilis oleh Transfermarkt, berikut adalah tujuh besar negara dengan timnas paling mahal di Asia:
1. Uzbekistan – €69,58 juta (sekitar Rp1,05 triliun)
2. Uni Emirat Arab – €55,40 juta (sekitar Rp835,2 miliar)
3. Australia – €36,13 juta (sekitar Rp544,6 miliar)
4. Indonesia – €34,90 juta (sekitar Rp527,5 miliar)
5. Iran – €30,95 juta (sekitar Rp468,6 miliar)
6. Jepang – €26,13 juta (sekitar Rp395,6 miliar)
7. Arab Saudi – €25,20 juta (sekitar Rp381,5 miliar)
Bek tengah klub Serie A, Venezia, ini menjadi pemain termahal timnas Indonesia dengan nilai pasar sekitar Rp130,36 miliar. Pemain kelahiran Belanda ini tampil konsisten di Italia dan menjadi incaran klub-klub top Eropa, termasuk dari Liga Inggris.
Mees Hilgers
Pemain berusia 24 tahun yang bermain untuk FC Twente di Eredivisie ini memiliki nilai pasar sekitar Rp112,97 miliar. Sama seperti Idzes, Mees juga memilih membela Indonesia meski lahir di Belanda.
Kevin Diks
Bek kanan Borussia Mönchengladbach ini resmi menjalani debut bersama timnas Indonesia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Jepang. Dengan nilai pasar sekitar Rp86,91 miliar, Diks berada di posisi ketiga sebagai pemain paling berharga di skuad Garuda.
Kehadiran pemain-pemain ini membawa dampak signifikan terhadap pamor dan kekuatan timnas Indonesia. Tak hanya dari sisi teknis, tapi juga dari segi ekonomi dan nilai komersial.
Melesatnya nilai pasar timnas Indonesia mencerminkan tren positif pembinaan sepak bola nasional yang mulai menampakkan hasil. Kehadiran pelatih anyar Patrick Kluivert , regenerasi pemain lokal, serta naturalisasi pemain diaspora menjadi kombinasi yang diharapkan efektif untuk mendorong Garuda ke level yang lebih tinggi di Asia.
Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan nilai tersebut lewat prestasi nyata di kompetisi besar, seperti Kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia. Dengan materi skuad yang kian bernilai, harapan publik terhadap kebangkitan sepak bola Indonesia pun semakin tinggi.
Dalam daftar yang dirilis oleh Transfermarkt, berikut adalah tujuh besar negara dengan timnas paling mahal di Asia:
1. Uzbekistan – €69,58 juta (sekitar Rp1,05 triliun)
2. Uni Emirat Arab – €55,40 juta (sekitar Rp835,2 miliar)
3. Australia – €36,13 juta (sekitar Rp544,6 miliar)
4. Indonesia – €34,90 juta (sekitar Rp527,5 miliar)
5. Iran – €30,95 juta (sekitar Rp468,6 miliar)
6. Jepang – €26,13 juta (sekitar Rp395,6 miliar)
7. Arab Saudi – €25,20 juta (sekitar Rp381,5 miliar)
3Pemain Termahal di Skuad Garuda
Jay IdzesBek tengah klub Serie A, Venezia, ini menjadi pemain termahal timnas Indonesia dengan nilai pasar sekitar Rp130,36 miliar. Pemain kelahiran Belanda ini tampil konsisten di Italia dan menjadi incaran klub-klub top Eropa, termasuk dari Liga Inggris.
Mees Hilgers
Pemain berusia 24 tahun yang bermain untuk FC Twente di Eredivisie ini memiliki nilai pasar sekitar Rp112,97 miliar. Sama seperti Idzes, Mees juga memilih membela Indonesia meski lahir di Belanda.
Kevin Diks
Bek kanan Borussia Mönchengladbach ini resmi menjalani debut bersama timnas Indonesia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Jepang. Dengan nilai pasar sekitar Rp86,91 miliar, Diks berada di posisi ketiga sebagai pemain paling berharga di skuad Garuda.
Kehadiran pemain-pemain ini membawa dampak signifikan terhadap pamor dan kekuatan timnas Indonesia. Tak hanya dari sisi teknis, tapi juga dari segi ekonomi dan nilai komersial.
Melesatnya nilai pasar timnas Indonesia mencerminkan tren positif pembinaan sepak bola nasional yang mulai menampakkan hasil. Kehadiran pelatih anyar Patrick Kluivert , regenerasi pemain lokal, serta naturalisasi pemain diaspora menjadi kombinasi yang diharapkan efektif untuk mendorong Garuda ke level yang lebih tinggi di Asia.
Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan nilai tersebut lewat prestasi nyata di kompetisi besar, seperti Kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia. Dengan materi skuad yang kian bernilai, harapan publik terhadap kebangkitan sepak bola Indonesia pun semakin tinggi.
(sto)
Lihat Juga :