Fornas Jadi Bukti Industri Olahraga Masyarakat Bisa Berikan Dampak Ekonomi
Senin, 04 Agustus 2025 - 13:53 WIB
loading...
A
A
A
Memang, geliat ekonomi tidak terfokus ke ibu kota NTB di Mataram, tetapi juga menyebar ke enam daerah lainnya seperti Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, dan Bima.
Dengan tersebarnya lokasi venue, maka potensi pemerataan perputaran keuangan juga terjadi. Sebab, dalam catatan Ibnu, banyak tenant di luar pameran UMKM yang juga mendapatkan berkah.
Radius keramaian karena kegiatan Fornas itu sekitar 1 kilometer dari venue. Dengan keramaian yang terasa, maka bukan hanya tenant resmi UMKM yang mendapatkan rezeki, tetapi pedagang kaki lima lain yang mangkal di sekitaran jalan yang dilalui maupun tempat parkir kendaraan, juga ramai dikunjungi.
Ibnu membeberkan, terjadinya lonjakan jumlah orang yang terlibat pada kalender event akbar nasional dua tahunan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
Semula, diperkirakan hanya mencapai 18.000 orang dengan rincian 12.387 penggiat pertandingan, 3.870 perangkat pertandingan dan ofisial dari 38 Provinsi yang akan datang ke Kepulauan Sunda Kecil. Namun, jumlah itu melonjak mencapai dua kali lipat lebih.
“Luar biasa. Semula diperhitungkan hanya 18 ribu orang tetapi kini sudah dua kali lipat lebih yakni mencapai 42.000 dengan 18.000 pegiat, ofisial, pengurus acara, penonton, pendukung, tim media, dan wisatawan lokal yang hadir. Jumlah ini yang tidak pernah terekspos sebelumnya,” tuturnya.
Dengan kehadiran 42 ribu orang, belanja mereka jika diprediksi selama beberapa hari itu mencapai Rp 3 juta, maka sudah ratusan miliar dikeluarkan. Belum lagi, kehadiran masyarakat sekitar venue dan juga pengunjung yang berasal dari kabupaten lain.
Dengan tersebarnya lokasi venue, maka potensi pemerataan perputaran keuangan juga terjadi. Sebab, dalam catatan Ibnu, banyak tenant di luar pameran UMKM yang juga mendapatkan berkah.
Radius keramaian karena kegiatan Fornas itu sekitar 1 kilometer dari venue. Dengan keramaian yang terasa, maka bukan hanya tenant resmi UMKM yang mendapatkan rezeki, tetapi pedagang kaki lima lain yang mangkal di sekitaran jalan yang dilalui maupun tempat parkir kendaraan, juga ramai dikunjungi.
Ibnu membeberkan, terjadinya lonjakan jumlah orang yang terlibat pada kalender event akbar nasional dua tahunan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
Semula, diperkirakan hanya mencapai 18.000 orang dengan rincian 12.387 penggiat pertandingan, 3.870 perangkat pertandingan dan ofisial dari 38 Provinsi yang akan datang ke Kepulauan Sunda Kecil. Namun, jumlah itu melonjak mencapai dua kali lipat lebih.
“Luar biasa. Semula diperhitungkan hanya 18 ribu orang tetapi kini sudah dua kali lipat lebih yakni mencapai 42.000 dengan 18.000 pegiat, ofisial, pengurus acara, penonton, pendukung, tim media, dan wisatawan lokal yang hadir. Jumlah ini yang tidak pernah terekspos sebelumnya,” tuturnya.
Dengan kehadiran 42 ribu orang, belanja mereka jika diprediksi selama beberapa hari itu mencapai Rp 3 juta, maka sudah ratusan miliar dikeluarkan. Belum lagi, kehadiran masyarakat sekitar venue dan juga pengunjung yang berasal dari kabupaten lain.
Lihat Juga :