Siapkan Ajang Lari Maraton, Garmin Gelar Aksi Plogging di Menteng
Selasa, 05 Agustus 2025 - 12:35 WIB
loading...
Siapkan Ajang Lari Maraton, Garmin Gelar Aksi Plogging di Menteng. Foto: IST
A
A
A
JAKARTA - Menjelang pelaksanaan Garmin Run Indonesia 2025 , Garmin Indonesia bekerja sama dengan Limbah.id mengadakan aksi ramah lingkungan bertajuk Road to Garmin: Plogging di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (3/8/2025). Kegiatan ini menggabungkan aktivitas lari dan memungut sampah sebagai bentuk kampanye gaya hidup sehat dan peduli lingkungan.
"Jadi hari ini kami menggelar acara yang sedikit berbeda dari biasanya. Kami melakukan plogging, yaitu lari sambil memungut sampah di sekitar area Menteng," ujar Rian Krisna, Marketing Communication Manager Garmin Indonesia.
Sebanyak 152 peserta dibagi ke dalam 12 kelompok dan memulai kegiatan dari Asatu Area, Menteng, sebagai titik start dan finis. Peserta menempuh rute sejauh 7 kilometer melintasi kawasan Cikini sambil mengumpulkan sampah yang ditemui sepanjang perjalanan.
Baca Juga: 7000 Pelari Siap Ramaikan Garmin Run Asia Series 2025 di Indonesia
Plogging merupakan tren olahraga yang berasal dari Swedia. Aktivitas ini menggabungkan jogging dengan memungut sampah (picking up), serta melibatkan gerakan tubuh seperti membungkuk, berjongkok, dan mengangkat. Selain menyehatkan tubuh, plogging juga berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan.
![Siapkan Ajang Lari Maraton, Garmin Gelar Aksi Plogging di Menteng]()
Kegiatan serupa sebelumnya juga dilakukan dalam rangkaian Road to Garmin Run 2024. Tahun ini, Garmin kembali mengangkat semangat yang sama untuk mendukung tema utama Garmin Run 2025: “From Zero to Hero”, yang menekankan pentingnya keberlanjutan dan inklusivitas dalam gaya hidup sehat.
"Melanjutkan kesuksesan tahun lalu, kami ingin memperkuat pesan bahwa hidup sehat bisa sejalan dengan keberlanjutan. Semangat ini menjadi inti dari Garmin Run 2025," kata Rian.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta berhasil mengumpulkan 415,98 kilogram sampah dari area yang dilalui. Sampah tersebut kemudian dipilah oleh tim dari Limbah.id untuk didaur ulang, mulai dari botol plastik, kertas, karton, kaleng, hingga wadah makanan.
Secara keseluruhan, selama rangkaian Road to Garmin Run tahun ini, terkumpul 111,6 kilogram sampah. Komposisinya terdiri dari 60 kg sampah daur ulang (botol PET dan gelas plastik), 37,5 kg sampah residu (kemasan multilayer dan styrofoam), 13,8 kg sampah organik, dan 0,3 kg limbah elektronik (e-waste).
Dengan tema “From Zero to Hero”, Garmin akan menghadirkan berbagai kategori lomba, antara lain 5K, 10K, 21K, RMHC Kids Dash, dan kategori khusus ASICS Community Rank untuk mendukung partisipasi komunitas lari.
Tahun lalu, pengelolaan sampah selama Garmin Run berhasil mengurangi sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 62% serta menurunkan jejak karbon setara dengan jarak tempuh kendaraan bermotor sejauh 1.900 kilometer.
Tahun ini, Garmin kembali menggandeng Limbah.id sebagai mitra keberlanjutan. Sejumlah program tambahan akan digelar, seperti lokakarya edukasi lingkungan, pengumpulan e-waste, hingga penanaman mangrove di kawasan pesisir Indonesia melalui hasil penjualan tiket.
Garmin juga menegaskan komitmennya terhadap inklusivitas dengan melibatkan komunitas pelari difabel dan Teman Tuli. Penyelenggara memastikan setiap peserta, dari latar belakang apa pun, dapat merasakan dukungan penuh hingga garis finis.
"Jadi hari ini kami menggelar acara yang sedikit berbeda dari biasanya. Kami melakukan plogging, yaitu lari sambil memungut sampah di sekitar area Menteng," ujar Rian Krisna, Marketing Communication Manager Garmin Indonesia.
Sebanyak 152 peserta dibagi ke dalam 12 kelompok dan memulai kegiatan dari Asatu Area, Menteng, sebagai titik start dan finis. Peserta menempuh rute sejauh 7 kilometer melintasi kawasan Cikini sambil mengumpulkan sampah yang ditemui sepanjang perjalanan.
Baca Juga: 7000 Pelari Siap Ramaikan Garmin Run Asia Series 2025 di Indonesia
Plogging merupakan tren olahraga yang berasal dari Swedia. Aktivitas ini menggabungkan jogging dengan memungut sampah (picking up), serta melibatkan gerakan tubuh seperti membungkuk, berjongkok, dan mengangkat. Selain menyehatkan tubuh, plogging juga berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan serupa sebelumnya juga dilakukan dalam rangkaian Road to Garmin Run 2024. Tahun ini, Garmin kembali mengangkat semangat yang sama untuk mendukung tema utama Garmin Run 2025: “From Zero to Hero”, yang menekankan pentingnya keberlanjutan dan inklusivitas dalam gaya hidup sehat.
"Melanjutkan kesuksesan tahun lalu, kami ingin memperkuat pesan bahwa hidup sehat bisa sejalan dengan keberlanjutan. Semangat ini menjadi inti dari Garmin Run 2025," kata Rian.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta berhasil mengumpulkan 415,98 kilogram sampah dari area yang dilalui. Sampah tersebut kemudian dipilah oleh tim dari Limbah.id untuk didaur ulang, mulai dari botol plastik, kertas, karton, kaleng, hingga wadah makanan.
Secara keseluruhan, selama rangkaian Road to Garmin Run tahun ini, terkumpul 111,6 kilogram sampah. Komposisinya terdiri dari 60 kg sampah daur ulang (botol PET dan gelas plastik), 37,5 kg sampah residu (kemasan multilayer dan styrofoam), 13,8 kg sampah organik, dan 0,3 kg limbah elektronik (e-waste).
Garmin Run 2025 Digelar September
Setelah rangkaian kegiatan pra-acara, puncak Garmin Run Indonesia 2025 dijadwalkan berlangsung pada 14 September 2025 di ICE BSD, Tangerang. Ajang ini merupakan bagian dari Garmin Run Asia Series yang digelar di sembilan negara Asia.Dengan tema “From Zero to Hero”, Garmin akan menghadirkan berbagai kategori lomba, antara lain 5K, 10K, 21K, RMHC Kids Dash, dan kategori khusus ASICS Community Rank untuk mendukung partisipasi komunitas lari.
Tahun lalu, pengelolaan sampah selama Garmin Run berhasil mengurangi sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 62% serta menurunkan jejak karbon setara dengan jarak tempuh kendaraan bermotor sejauh 1.900 kilometer.
Tahun ini, Garmin kembali menggandeng Limbah.id sebagai mitra keberlanjutan. Sejumlah program tambahan akan digelar, seperti lokakarya edukasi lingkungan, pengumpulan e-waste, hingga penanaman mangrove di kawasan pesisir Indonesia melalui hasil penjualan tiket.
Garmin juga menegaskan komitmennya terhadap inklusivitas dengan melibatkan komunitas pelari difabel dan Teman Tuli. Penyelenggara memastikan setiap peserta, dari latar belakang apa pun, dapat merasakan dukungan penuh hingga garis finis.
(sto)
Lihat Juga :