Penyerang Israel Ditolak Klub Jerman Buntut Pernyataan Sadis Minta Tahanan Palestina Ditembak
Rabu, 06 Agustus 2025 - 11:13 WIB
loading...
Penyerang Israel Ditolak Klub Jerman Buntut Pernyataan Sadis Minta Tahanan Palestina Ditembak
A
A
A
DUSSELDORF - Klub sepak bola Jerman, Fortuna Dusseldorf, resmi membatalkan rencana transfer striker tim nasional Israel, Shon Weissman, menyusul gelombang protes dari para pendukung klub. Keputusan ini diumumkan pada Selasa, 5 Agustus 2025, hanya beberapa hari setelah proses tes medis dan kesepakatan nilai transfer senilai €500.000 dari klub Spanyol, Granada, rampung dilakukan.
Kontroversi mencuat akibat unggahan media sosial Weissman terkait konflik Gaza pada Oktober 2023. Dalam unggahan tersebut, Weissman sempat menulis pernyataan provokatif, seperti mempertanyakan mengapa “200 ton bom belum dijatuhkan ke Gaza,” dan mengomentari foto warga Palestina yang ditahan dengan kalimat, “Kenapa mereka belum ditembak di kepala?”
Selain itu, Weissman juga menyukai beberapa unggahan yang menyerukan penghapusan Gaza dan menyatakan “tidak ada orang tak bersalah di Gaza.” Meski unggahan itu telah dihapus dan Weissman mengklaim ia menulisnya “dalam kondisi emosional,” pernyataan lanjutan yang menyebut para penggemar tidak memahami konteks sepenuhnya justru menambah panas polemik ini.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia Pertiwi vs Thailand di Piala AFF Wanita 2025
Rencana perekrutan pemain berusia 29 tahun itu langsung menuai reaksi keras dari suporter Fortuna. Sebuah petisi daring diluncurkan oleh para penggemar, menyatakan bahwa komentar Weissman “tidak menghormati nilai-nilai kemanusiaan” dan bertentangan dengan prinsip keberagaman yang dijunjung klub.
Awalnya, akun media sosial resmi klub tampak mencoba meredam kecaman dengan menyatakan, “Menilai seseorang hanya berdasarkan halaman Wikipedia-nya bukanlah bagian dari nilai kami.” Namun, tekanan terus menguat hingga manajemen menggelar pertemuan darurat.
Dalam pernyataan resminya, Fortuna Dusseldorf menyampaikan, “Kami telah mempelajari secara mendalam tentang Shon Weissman, namun pada akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan proses perekrutan.”
Tabloid ternama Jerman, Bild, melaporkan bahwa keputusan klub tersebut diambil sebagai respons langsung terhadap kemarahan publik. Sementara media Israel, Yedioth Ahronoth, menyebut langkah Fortuna merupakan cerminan dari “tekanan publik” sekaligus penegasan atas “nilai-nilai klub.”
Kasus Weissman kembali menyoroti betapa sensitifnya isu geopolitik dalam dunia olahraga modern. Di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap nilai-nilai keberagaman, komentar ofensif di media sosial, bahkan yang telah dihapus, dapat berdampak langsung terhadap karier seorang atlet di panggung internasional.
Kontroversi mencuat akibat unggahan media sosial Weissman terkait konflik Gaza pada Oktober 2023. Dalam unggahan tersebut, Weissman sempat menulis pernyataan provokatif, seperti mempertanyakan mengapa “200 ton bom belum dijatuhkan ke Gaza,” dan mengomentari foto warga Palestina yang ditahan dengan kalimat, “Kenapa mereka belum ditembak di kepala?”
Selain itu, Weissman juga menyukai beberapa unggahan yang menyerukan penghapusan Gaza dan menyatakan “tidak ada orang tak bersalah di Gaza.” Meski unggahan itu telah dihapus dan Weissman mengklaim ia menulisnya “dalam kondisi emosional,” pernyataan lanjutan yang menyebut para penggemar tidak memahami konteks sepenuhnya justru menambah panas polemik ini.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia Pertiwi vs Thailand di Piala AFF Wanita 2025
Rencana perekrutan pemain berusia 29 tahun itu langsung menuai reaksi keras dari suporter Fortuna. Sebuah petisi daring diluncurkan oleh para penggemar, menyatakan bahwa komentar Weissman “tidak menghormati nilai-nilai kemanusiaan” dan bertentangan dengan prinsip keberagaman yang dijunjung klub.
Awalnya, akun media sosial resmi klub tampak mencoba meredam kecaman dengan menyatakan, “Menilai seseorang hanya berdasarkan halaman Wikipedia-nya bukanlah bagian dari nilai kami.” Namun, tekanan terus menguat hingga manajemen menggelar pertemuan darurat.
Dalam pernyataan resminya, Fortuna Dusseldorf menyampaikan, “Kami telah mempelajari secara mendalam tentang Shon Weissman, namun pada akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan proses perekrutan.”
Tabloid ternama Jerman, Bild, melaporkan bahwa keputusan klub tersebut diambil sebagai respons langsung terhadap kemarahan publik. Sementara media Israel, Yedioth Ahronoth, menyebut langkah Fortuna merupakan cerminan dari “tekanan publik” sekaligus penegasan atas “nilai-nilai klub.”
Kasus Weissman kembali menyoroti betapa sensitifnya isu geopolitik dalam dunia olahraga modern. Di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap nilai-nilai keberagaman, komentar ofensif di media sosial, bahkan yang telah dihapus, dapat berdampak langsung terhadap karier seorang atlet di panggung internasional.
(sto)
Lihat Juga :