Biodata dan Agama Zab Judah: Juara Dunia Tak Terbantahkan yang Gagal Tampil di Olimpiade
Kamis, 07 Agustus 2025 - 12:46 WIB
loading...
A
A
A
Judah memulai karier profesionalnya pada usia 18 tahun, pada 20 September 1996, dan mencatatkan kemenangan TKO atas Michael Johnson di ronde kedua. Lima pertarungan berikutnya juga berakhir dengan kemenangan cepat, menunjukkan dominasinya sejak awal.
Namun, perjalanannya tidak selalu mulus. Pada tahun 1998, ia menghadapi Esteban Flores dan pertarungan berakhir dengan technical draw akibat benturan kepala yang tidak disengaja. Hasil ini kemudian diubah menjadi no-contest oleh Komisi Maryland karena kesalahan wasit.
Peristiwa ini justru semakin menguatkan mentalnya. Judah bangkit dengan gemilang, mengalahkan Angel Beltre dan kemudian Mickey Ward untuk memenangkan gelar kosong kelas welter junior United States Boxing Association (USBA).
"Ward adalah pertarungan terberat saya saat itu. Itu mengajari saya bahwa saya harus tetap tenang dan bertinju untuk memenangkannya. Saya belajar bahwa Anda tidak bisa menjatuhkan semua orang. Itu harus terjadi secara alami," kata Judah.
Wasit menghentikan pertarungan, sebuah keputusan yang menuai protes keras dari Judah. "Saya terkena pukulan yang bagus. Saya terjatuh, tetapi saya bangkit. Saya merasa tidak pernah diberi kesempatan. Wasit langsung menghentikannya. Itu adalah pertarungan besar. Seharusnya tidak pernah dihentikan seperti itu," pungkas Zab Judah.
Setelah kekalahan dari Tszyu, Judah kembali ke ring dengan performa luar biasa. Ia merebut gelar kelas welter junior Organisasi Tinju Dunia (WBO) dengan mengalahkan DeMarcus "Chop Chop" Corley pada tahun 2003, bahkan dengan tangan yang patah.
Puncaknya, pada 5 Februari 2005, Judah menghadapi Cory Spinks dalam pertandingan ulang di St. Louis, kandang Spinks. Judah, yang awalnya kalah dalam pertemuan pertama mereka, datang dengan tekad kuat.
Zab Judah menjatuhkan Spinks di ronde kesembilan dan wasit akhirnya menghentikan pertarungan. Kemenangan itu menyatukan gelar juara kelas welter dan mengukuhkan Zab Judah sebagai juara dunia tak terbantahkan.
"Rasa lapar dan tekad menjadi pembeda dalam pertarungan ini," tutur Zab Judah.
Dalam karier profesionalnya, Zab Judah sudah menjalani 56 pertarungan, 44 menang (30 KO), dan 10 kali menelan kekalahan. Setelah pensiun, Judah terlibat dalam kegiatan amal, termasuk mengajar kelas asisten perawat dan membantu di fasilitas penitipan anak dewasa yang merawat pasien demensia. Sementara itu, tidak ada informasi yang membahas perihal agama Zab Judah.
Namun, perjalanannya tidak selalu mulus. Pada tahun 1998, ia menghadapi Esteban Flores dan pertarungan berakhir dengan technical draw akibat benturan kepala yang tidak disengaja. Hasil ini kemudian diubah menjadi no-contest oleh Komisi Maryland karena kesalahan wasit.
Peristiwa ini justru semakin menguatkan mentalnya. Judah bangkit dengan gemilang, mengalahkan Angel Beltre dan kemudian Mickey Ward untuk memenangkan gelar kosong kelas welter junior United States Boxing Association (USBA).
"Ward adalah pertarungan terberat saya saat itu. Itu mengajari saya bahwa saya harus tetap tenang dan bertinju untuk memenangkannya. Saya belajar bahwa Anda tidak bisa menjatuhkan semua orang. Itu harus terjadi secara alami," kata Judah.
Kekalahan Pertama
Pada 3 November 2001, Judah menghadapi Kostya Tszyu, sebuah pertarungan yang dinanti-nantikan. Judah memenangkan ronde pertama, tetapi pukulan telak Tszyu di ronde kedua membuatnya tertidur di kanvas.Wasit menghentikan pertarungan, sebuah keputusan yang menuai protes keras dari Judah. "Saya terkena pukulan yang bagus. Saya terjatuh, tetapi saya bangkit. Saya merasa tidak pernah diberi kesempatan. Wasit langsung menghentikannya. Itu adalah pertarungan besar. Seharusnya tidak pernah dihentikan seperti itu," pungkas Zab Judah.
Setelah kekalahan dari Tszyu, Judah kembali ke ring dengan performa luar biasa. Ia merebut gelar kelas welter junior Organisasi Tinju Dunia (WBO) dengan mengalahkan DeMarcus "Chop Chop" Corley pada tahun 2003, bahkan dengan tangan yang patah.
Puncaknya, pada 5 Februari 2005, Judah menghadapi Cory Spinks dalam pertandingan ulang di St. Louis, kandang Spinks. Judah, yang awalnya kalah dalam pertemuan pertama mereka, datang dengan tekad kuat.
Zab Judah menjatuhkan Spinks di ronde kesembilan dan wasit akhirnya menghentikan pertarungan. Kemenangan itu menyatukan gelar juara kelas welter dan mengukuhkan Zab Judah sebagai juara dunia tak terbantahkan.
"Rasa lapar dan tekad menjadi pembeda dalam pertarungan ini," tutur Zab Judah.
Dalam karier profesionalnya, Zab Judah sudah menjalani 56 pertarungan, 44 menang (30 KO), dan 10 kali menelan kekalahan. Setelah pensiun, Judah terlibat dalam kegiatan amal, termasuk mengajar kelas asisten perawat dan membantu di fasilitas penitipan anak dewasa yang merawat pasien demensia. Sementara itu, tidak ada informasi yang membahas perihal agama Zab Judah.
Biodata Zab Judah
Nama: Zab JudahLihat Juga :