Biodata dan Agama Zab Judah: Juara Dunia Tak Terbantahkan yang Gagal Tampil di Olimpiade

Kamis, 07 Agustus 2025 - 12:46 WIB
loading...
Biodata dan Agama Zab...
Zab Judah merupakan salah satu petinju kelas welter yang paling ditakuti pada masanya / Foto: The New York Times
A A A
Zab Judah , nama yang tak asing di dunia tinju. Petarung dengan julukan Super Judah ini dikenal dengan kecepatan dan kekuatan pukulan yang luar biasa, menjadikannya salah satu petinju kelas welter yang paling ditakuti pada masanya. Namun, di balik rekor gemilangnya, ada kisah perjuangan, kekecewaan, dan kebangkitan yang membentuknya menjadi seorang juara sejati.

Zab Judah pertama kali mengenal tinju dari ayahnya Yoel Judah, juara dunia kickboxing enam kali. Dia memiliki sembilan bersaudara, lima di antaranya menekuni olahraga tinju. Zab Judah menyebut ayahnya yang menjadi pelatihnya sebagai petarung terbaik di keluarga.

"Ayah saya adalah petarung terbaik dalam keluarga, tidak diragukan lagi. Kami tumbuh di Brooklyn, mengalami masa-masa sulit yang membentuk saya. Ayah adalah idola saya. Ia membesarkan tujuh anak laki-laki dan dua perempuan, menjaga kami semua dari narkoba, dan mengajari kami disiplin," kata Judah.

Baca Juga: Chris Eubank Jr. vs Conor Benn Jilid 2 Siap Panaskan Tottenham Stadium

Zab menceritakan bahwa ia terinspirasi dari sang ayah sejak kecil. "Saya ingat pergi ke sasana, menonton ayah saya berlatih. Saya pikir suatu hari nanti saya bisa sehebat dia. Dia bisa menjatuhkan lawan," ujarnya.

Meskipun ibunya awalnya menentang, Zab Judah akhirnya memberikan restu setelah melihat bakat alami Zab di atas ring. "Ibu saya sangat menentangnya. Tapi, setelah melihat saya bertarung beberapa kali, dia jadi lebih percaya diri dan bilang, 'Wah, anak ini hebat.'

Di awal kariernya sebagai petinju amatir, Zab Judah memiliki rekor yang mencolok yakni 110-5, dua kali juara nasional, dan tiga kali juara New York Golden Gloves. Namun sederet prestasi membanggakan itu, ada kisah yang membuat Super Judah harus menelan pil pahit.

Baca Juga: Eks Teman Dekat Bongkar Bobrok Conor McGregor: Kalah dari Khabib Nurmagomedov Gara-gara Malas dan Mabuk?

Ini berkaitan dengan kegagalannya lolos ke tim Olimpiade AS 1996 setelah kalah dari David Diaz di final. "Gagal masuk tim Olimpiade sangat sulit saat itu karena saya selalu bermimpi memenangkan medali emas," kenang Judah.

Namun, kekecewaan itu tidak membuatnya terpuruk. Ia justru menjadikannya motivasi untuk beralih ke karier profesional dan mengejar gelar juara dunia. "Setelah semuanya berakhir, saya memutuskan untuk fokus sepenuhnya pada karier profesional dan memenangkan gelar juara dunia," tegasnya.

Judah memulai karier profesionalnya pada usia 18 tahun, pada 20 September 1996, dan mencatatkan kemenangan TKO atas Michael Johnson di ronde kedua. Lima pertarungan berikutnya juga berakhir dengan kemenangan cepat, menunjukkan dominasinya sejak awal.

Namun, perjalanannya tidak selalu mulus. Pada tahun 1998, ia menghadapi Esteban Flores dan pertarungan berakhir dengan technical draw akibat benturan kepala yang tidak disengaja. Hasil ini kemudian diubah menjadi no-contest oleh Komisi Maryland karena kesalahan wasit.

Peristiwa ini justru semakin menguatkan mentalnya. Judah bangkit dengan gemilang, mengalahkan Angel Beltre dan kemudian Mickey Ward untuk memenangkan gelar kosong kelas welter junior United States Boxing Association (USBA).

"Ward adalah pertarungan terberat saya saat itu. Itu mengajari saya bahwa saya harus tetap tenang dan bertinju untuk memenangkannya. Saya belajar bahwa Anda tidak bisa menjatuhkan semua orang. Itu harus terjadi secara alami," kata Judah.

Kekalahan Pertama

Pada 3 November 2001, Judah menghadapi Kostya Tszyu, sebuah pertarungan yang dinanti-nantikan. Judah memenangkan ronde pertama, tetapi pukulan telak Tszyu di ronde kedua membuatnya tertidur di kanvas.

Wasit menghentikan pertarungan, sebuah keputusan yang menuai protes keras dari Judah. "Saya terkena pukulan yang bagus. Saya terjatuh, tetapi saya bangkit. Saya merasa tidak pernah diberi kesempatan. Wasit langsung menghentikannya. Itu adalah pertarungan besar. Seharusnya tidak pernah dihentikan seperti itu," pungkas Zab Judah.

Setelah kekalahan dari Tszyu, Judah kembali ke ring dengan performa luar biasa. Ia merebut gelar kelas welter junior Organisasi Tinju Dunia (WBO) dengan mengalahkan DeMarcus "Chop Chop" Corley pada tahun 2003, bahkan dengan tangan yang patah.

Puncaknya, pada 5 Februari 2005, Judah menghadapi Cory Spinks dalam pertandingan ulang di St. Louis, kandang Spinks. Judah, yang awalnya kalah dalam pertemuan pertama mereka, datang dengan tekad kuat.

Zab Judah menjatuhkan Spinks di ronde kesembilan dan wasit akhirnya menghentikan pertarungan. Kemenangan itu menyatukan gelar juara kelas welter dan mengukuhkan Zab Judah sebagai juara dunia tak terbantahkan.

"Rasa lapar dan tekad menjadi pembeda dalam pertarungan ini," tutur Zab Judah.

Dalam karier profesionalnya, Zab Judah sudah menjalani 56 pertarungan, 44 menang (30 KO), dan 10 kali menelan kekalahan. Setelah pensiun, Judah terlibat dalam kegiatan amal, termasuk mengajar kelas asisten perawat dan membantu di fasilitas penitipan anak dewasa yang merawat pasien demensia. Sementara itu, tidak ada informasi yang membahas perihal agama Zab Judah.

Biodata Zab Judah

Nama: Zab Judah

Lahir: 27 Oktober 1977 (Brooklyn, New York, Amerika Serikat)

Debut Profesional: 20 September 1996

Pertarungan: 56

Menang: 44

KO: 30

Kalah: 10

No Contest: 2

Kekayaan: USD8 juta (Rp130 Miliar)
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jack Catterall Rebut...
Jack Catterall Rebut Sabuk WBA usai Kalahkan Shakhram Giyasov
Mantan Juara Dunia Tinju...
Mantan Juara Dunia Tinju Paulie Malignaggi Tumbang KO di Duel Bare-Knuckle
Byson Fight 2026 Resmi...
Byson Fight 2026 Resmi Digelar, Hadirkan Pertarungan Berkualitas
Cucu Muhammad Ali Turun...
Cucu Muhammad Ali Turun Gunung, Nico Ali Walsh Perjuangkan Hak Petinju Profesional
Resmi, Naoya Inoue Jadi...
Resmi, Naoya Inoue Jadi Petinju Terbaik Dunia Geser Oleksandr Usyk
Jadwal Tinju Dunia Pekan...
Jadwal Tinju Dunia Pekan Ini: Duel Panas Fabio Wardley vs Daniel Dubois Jadi Sorotan
Hunter Biden Tantang...
Hunter Biden Tantang Putra-putra Trump untuk Pertandingan Tinju
Syifa Hadju Bangga El...
Syifa Hadju Bangga El Rumi Kalahkan Jefri Nichol: Sayangku Berhasil Lagi
Jefri Nichol Minta Maaf...
Jefri Nichol Minta Maaf Kalah TKO dari El Rumi, Ungkap Alasan Duel Tinju hanya 38 Detik
Special Bola
Bracket Mudah, Timnas...
Bola Dunia
Bracket Mudah, Timnas Argentina Dibantu FIFA agar Juara Piala Dunia 2026?
Hong Myung-bo Mundur...
Bola Dunia
Hong Myung-bo Mundur dari Jabatan Pelatih Timnas Korea Selatan Usai Gagal Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Langsung Dikritik Presiden!
Baru 21 Tahun, Victor...
Liga Indonesia
Baru 21 Tahun, Victor Dethan Dijadikan Andalan Shin Tae-yong di Persija Jakarta?
Rekomendasi
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Berita Terkini
HKBP 165 Padel Series...
HKBP 165 Padel Series III Bekasi Tarik Antusias 140 Peserta, Siap Berlanjut ke Bandung
Pelatih Korea Selatan...
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
5 Fakta Kanada Lolos...
5 Fakta Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Afrika Selatan
Afrika Selatan Tersingkir,...
Afrika Selatan Tersingkir, Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Pelatih Portugal Kesal...
Pelatih Portugal Kesal Ronaldo Diminta Diistirahatkan: Itu Kekanak-kanakan!
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved