Jepang Gerak Cepat setelah 2 Petinju Meninggal akibat Cedera Kepala: Wajib Tes Hidrasi
Rabu, 13 Agustus 2025 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Tragedi 2 Petinju Meninggal usai Duel di Jepang, Hiromasa Urakawa Susul Shigetoshi Kotari
Sekretaris Jenderal JBC, Tsuyoshi Yasukawa, menegaskan bahwa belum ada bukti langsung yang mengaitkan dehidrasi dengan kematian kedua petinju tersebut. Namun, langkah pencegahan tetap dilakukan.
“Kalau saja ada hubungan kausal yang jelas, tentu langkahnya lebih mudah. Untuk saat ini, kami fokus melakukan apa yang bisa dilakukan demi masa depan,” ujarnya.
Reformasi ini menjadi perubahan paling mendesak dalam protokol keselamatan tinju Jepang dalam beberapa dekade terakhir. Sementara itu, Yamato Hata — lawan Kotari — masih berada dalam kondisi kritis, membuat dunia tinju berharap ia mampu bertahan.
Menurut media lokal Jepang, tragedi di Korakuen Hall kini menjadi pengingat pahit bagi penyelenggara, bahwa setiap detik penanganan cedera di ring bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati.
Sekretaris Jenderal JBC, Tsuyoshi Yasukawa, menegaskan bahwa belum ada bukti langsung yang mengaitkan dehidrasi dengan kematian kedua petinju tersebut. Namun, langkah pencegahan tetap dilakukan.
“Kalau saja ada hubungan kausal yang jelas, tentu langkahnya lebih mudah. Untuk saat ini, kami fokus melakukan apa yang bisa dilakukan demi masa depan,” ujarnya.
Reformasi ini menjadi perubahan paling mendesak dalam protokol keselamatan tinju Jepang dalam beberapa dekade terakhir. Sementara itu, Yamato Hata — lawan Kotari — masih berada dalam kondisi kritis, membuat dunia tinju berharap ia mampu bertahan.
Menurut media lokal Jepang, tragedi di Korakuen Hall kini menjadi pengingat pahit bagi penyelenggara, bahwa setiap detik penanganan cedera di ring bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati.
(sto)
Lihat Juga :