Terence Crawford Tutup Kamp Latihan Jelang Duel Akbar Lawan Canelo Alvarez
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 16:01 WIB
loading...
Terence Crawford Tutup Kamp Latihan Jelang Duel Akbar Lawan Canelo Alvarez
A
A
A
Terence Crawford memilih langkah ekstrem menjelang duel bersejarah melawan Canelo Alvarez . Sang juara tak terkalahkan asal Amerika Serikat itu menutup rapat kamp latihannya dari semua pengunjung dan media, sebagai persiapan menghadapi perebutan sabuk tak terbantahkan kelas super menengah pada 13 September 2025, bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Meksiko.
Keputusan ini menegaskan keseriusan Crawford, yang berusia 37 tahun dengan rekor sempurna 41 kemenangan (31 KO). Ia akan naik dua kelas sekaligus, dari 154 pon (super welter) ke 168 pon (super middleweight), untuk menantang Canelo di panggung terbesar tinju dunia.
Menurut sumber dari kamp latihannya, Crawford dan tim berusaha menghindari kesalahan fatal yang dilakukan penantang Canelo sebelumnya, seperti Jermell Charlo dan Jaime Munguia. Keduanya terlalu fokus menambah massa otot hingga kehilangan kecepatan alami, sesuatu yang dengan mudah dieksploitasi oleh Canelo.
Berbeda, Crawford menekankan pada latihan untuk menjaga kekuatan eksplosif sekaligus kelincahan gerak, termasuk kemampuannya berpindah stance ke southpaw. Strategi ini diyakini mirip dengan saat ia mendominasi Errol Spence Jr tahun lalu.
Selain taktik teknis, closed camp juga berfungsi sebagai perang psikologis. Dengan menutup akses, kubu Alvarez tak punya celah untuk mengintip kondisi Crawford, lawan sparring, maupun pola latihannya. Langkah ini juga meminimalisir kemungkinan kebocoran informasi lewat “mata-mata” dari pihak lawan.
Chet Fortune, pelatih fisik Crawford, bahkan tak ragu mengklaim timnya siap menorehkan sejarah.
“Saya dapat banyak pesan soal kabar kamp latihan. Jadi saya jawab di sini saja: saya di pegunungan, semua baik-baik saja. Crawford akan menghajar Canelo habis-habisan dan menjadi petinju terbaik sepanjang masa. Saya bangga jadi bagian dari ini,” ucapnya.
Jika berhasil, Crawford bukan hanya mempertahankan rekor tak terkalahkan, tetapi juga akan menjadi juara dunia lima divisi serta tiga kali juara tak terbantahkan—sebuah pencapaian yang belum pernah diraih petinju manapun.
Kini, dunia menanti apakah langkah berani Crawford naik dua kelas akan mencetak legenda baru, atau justru Canelo kembali menunjukkan dominasinya di rumah sendiri.
Keputusan ini menegaskan keseriusan Crawford, yang berusia 37 tahun dengan rekor sempurna 41 kemenangan (31 KO). Ia akan naik dua kelas sekaligus, dari 154 pon (super welter) ke 168 pon (super middleweight), untuk menantang Canelo di panggung terbesar tinju dunia.
Menurut sumber dari kamp latihannya, Crawford dan tim berusaha menghindari kesalahan fatal yang dilakukan penantang Canelo sebelumnya, seperti Jermell Charlo dan Jaime Munguia. Keduanya terlalu fokus menambah massa otot hingga kehilangan kecepatan alami, sesuatu yang dengan mudah dieksploitasi oleh Canelo.
Berbeda, Crawford menekankan pada latihan untuk menjaga kekuatan eksplosif sekaligus kelincahan gerak, termasuk kemampuannya berpindah stance ke southpaw. Strategi ini diyakini mirip dengan saat ia mendominasi Errol Spence Jr tahun lalu.
Selain taktik teknis, closed camp juga berfungsi sebagai perang psikologis. Dengan menutup akses, kubu Alvarez tak punya celah untuk mengintip kondisi Crawford, lawan sparring, maupun pola latihannya. Langkah ini juga meminimalisir kemungkinan kebocoran informasi lewat “mata-mata” dari pihak lawan.
Chet Fortune, pelatih fisik Crawford, bahkan tak ragu mengklaim timnya siap menorehkan sejarah.
“Saya dapat banyak pesan soal kabar kamp latihan. Jadi saya jawab di sini saja: saya di pegunungan, semua baik-baik saja. Crawford akan menghajar Canelo habis-habisan dan menjadi petinju terbaik sepanjang masa. Saya bangga jadi bagian dari ini,” ucapnya.
Jika berhasil, Crawford bukan hanya mempertahankan rekor tak terkalahkan, tetapi juga akan menjadi juara dunia lima divisi serta tiga kali juara tak terbantahkan—sebuah pencapaian yang belum pernah diraih petinju manapun.
Kini, dunia menanti apakah langkah berani Crawford naik dua kelas akan mencetak legenda baru, atau justru Canelo kembali menunjukkan dominasinya di rumah sendiri.
(sto)
Lihat Juga :