Profil Kiromal Katibin, Atlet Indonesia Ranking 1 Dunia Panjat Tebing
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 21:29 WIB
loading...
Profil Kiromal Katibin, Atlet Indonesia Ranking 1 Dunia Panjat Tebing. Foto: IFSC Climbing
A
A
A
JAKARTA - Nama Kiromal Katibin kian bersinar di kancah olahraga internasional. Atlet panjat tebing asal Batang, Jawa Tengah, itu resmi menduduki peringkat satu dunia nomor speed putra berdasarkan daftar terbaru yang dirilis International Federation of Sport Climbing (IFSC), Selasa (19/8/2025).
Catatan prestasi Katibin terbilang luar biasa. Ia berhasil mengumpulkan total 4.255 poin, unggul jauh dari pesaing terdekatnya asal Amerika Serikat, Samuel Watson, yang meraih 3.684 poin. Dominasi ini sekaligus menegaskan posisi Katibin sebagai pemanjat tercepat dunia.
Lahir di Batang, Jawa Tengah, Kiromal Katibin—akrab disapa Kiki—meniti karier panjat tebing sejak usia muda. Bakatnya mulai dikenal dunia pada 2021, ketika ia memecahkan enam rekor dunia dalam kurun dua tahun berturut-turut (2021–2022). Catatan tersebut menjadi fondasi penting yang mengantarkannya ke jajaran elite panjat tebing dunia.
Konsistensi Kiki semakin terlihat pada musim 2025. Puncaknya, ia meraih medali emas di ajang IFSC Climbing World Cup Denver, Amerika Serikat pada 2 Juni 2025. Meski turnamen terhenti di babak 16 besar akibat cuaca buruk, catatan waktunya—4,912 detik (Lane A) dan 4,83 detik (Lane B)—menjadi yang terbaik, sekaligus mengantarnya ke podium tertinggi.
Selain kemenangan di Denver, Kiki juga stabil mengoleksi poin di berbagai seri Piala Dunia 2025. Ia sempat menempati podium ketiga di Wujiang, China, serta Bali, Indonesia. Performa konsisten itu membuatnya berhasil menggeser Samuel Watson—pemegang rekor tercepat Olimpiade Paris 2024—dari puncak klasemen dunia.
“Ini adalah hasil kerja keras dan konsistensi latihan. Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi atlet muda Indonesia untuk terus bermimpi besar,” kata Katibin usai pengumuman peringkat dunia IFSC.
Prestasi Katibin tidak berdiri sendiri. Indonesia kini memiliki tiga wakil di 15 besar dunia. Raharjati Nursamsa bertengger di peringkat kedelapan dengan 2.310 poin, sementara Veddriq Leonardo—peraih emas Olimpiade Paris 2024—menempati posisi ke-12 dengan 1.640 poin.
Kehadiran mereka menegaskan Indonesia sebagai salah satu pusat kekuatan baru di nomor speed putra. Di luar Indonesia, peringkat ketiga dunia ditempati Amir Maimuratov (Kazakhstan) dengan 3.080 poin, disusul Jianguo Long (China) di urutan keempat, serta Ryo Omasa (Jepang) di posisi kelima.
Dengan status ranking satu dunia, Kiromal Katibin kini dianggap sebagai salah satu favorit utama untuk merebut medali emas Olimpiade Los Angeles 2028. Kehadirannya, bersama Veddriq Leonardo dan Raharjati Nursamsa, menjadikan tim Indonesia sebagai lawan paling ditakuti di ajang panjat tebing speed.
Dari Batang, Jawa Tengah, Kiki telah menembus panggung dunia dan menjadi ikon baru olahraga Indonesia. Prestasinya bukan hanya membanggakan pribadi, tetapi juga mengibarkan semangat bahwa kerja keras dan dedikasi mampu membawa atlet Indonesia berdiri di puncak tertinggi dunia.
Catatan prestasi Katibin terbilang luar biasa. Ia berhasil mengumpulkan total 4.255 poin, unggul jauh dari pesaing terdekatnya asal Amerika Serikat, Samuel Watson, yang meraih 3.684 poin. Dominasi ini sekaligus menegaskan posisi Katibin sebagai pemanjat tercepat dunia.
Dari Batang ke Panggung Dunia
Lahir di Batang, Jawa Tengah, Kiromal Katibin—akrab disapa Kiki—meniti karier panjat tebing sejak usia muda. Bakatnya mulai dikenal dunia pada 2021, ketika ia memecahkan enam rekor dunia dalam kurun dua tahun berturut-turut (2021–2022). Catatan tersebut menjadi fondasi penting yang mengantarkannya ke jajaran elite panjat tebing dunia.
Konsistensi Kiki semakin terlihat pada musim 2025. Puncaknya, ia meraih medali emas di ajang IFSC Climbing World Cup Denver, Amerika Serikat pada 2 Juni 2025. Meski turnamen terhenti di babak 16 besar akibat cuaca buruk, catatan waktunya—4,912 detik (Lane A) dan 4,83 detik (Lane B)—menjadi yang terbaik, sekaligus mengantarnya ke podium tertinggi.
Selain kemenangan di Denver, Kiki juga stabil mengoleksi poin di berbagai seri Piala Dunia 2025. Ia sempat menempati podium ketiga di Wujiang, China, serta Bali, Indonesia. Performa konsisten itu membuatnya berhasil menggeser Samuel Watson—pemegang rekor tercepat Olimpiade Paris 2024—dari puncak klasemen dunia.
“Ini adalah hasil kerja keras dan konsistensi latihan. Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi atlet muda Indonesia untuk terus bermimpi besar,” kata Katibin usai pengumuman peringkat dunia IFSC.
Prestasi Katibin tidak berdiri sendiri. Indonesia kini memiliki tiga wakil di 15 besar dunia. Raharjati Nursamsa bertengger di peringkat kedelapan dengan 2.310 poin, sementara Veddriq Leonardo—peraih emas Olimpiade Paris 2024—menempati posisi ke-12 dengan 1.640 poin.
Kehadiran mereka menegaskan Indonesia sebagai salah satu pusat kekuatan baru di nomor speed putra. Di luar Indonesia, peringkat ketiga dunia ditempati Amir Maimuratov (Kazakhstan) dengan 3.080 poin, disusul Jianguo Long (China) di urutan keempat, serta Ryo Omasa (Jepang) di posisi kelima.
Dengan status ranking satu dunia, Kiromal Katibin kini dianggap sebagai salah satu favorit utama untuk merebut medali emas Olimpiade Los Angeles 2028. Kehadirannya, bersama Veddriq Leonardo dan Raharjati Nursamsa, menjadikan tim Indonesia sebagai lawan paling ditakuti di ajang panjat tebing speed.
Dari Batang, Jawa Tengah, Kiki telah menembus panggung dunia dan menjadi ikon baru olahraga Indonesia. Prestasinya bukan hanya membanggakan pribadi, tetapi juga mengibarkan semangat bahwa kerja keras dan dedikasi mampu membawa atlet Indonesia berdiri di puncak tertinggi dunia.
(sto)
Lihat Juga :